Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

801 - ‘LATAR KEBUDAYAAN UNTUK KEBERSAMAAN’ (LATAR BERSAMA) Video Kisah Budaya sebagai Latar Festival Budaya Warga Desa


Nama Inisiator

Aslihul Alia

Organisasi

NA

Topik

Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Deskripsi Proyek

Kerja bersama perangkat dan warga Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar berhasil membuat Karnaval Budaya pada bulan Juli tahun 2010. Karnaval ini sekaligus bentuk baru perayaan panen raya. Bukan hanya berhasil melibatkan ribuan warga Desa Bakung, juga berhasil mendapat partisipasi dari warga desa lain di Blitar (dari kelompok rebana, jaranan, dll). Anak-anak, pelajar, orang muda, ibu PKK terlibat semua, bahkan juga diikuti dari luar Blitar (Tulungagung, Malang, Kediri, Nganjuk, Madiun dan Ngawi). Semuanya datang, mendukung dan terlibat secara swadaya! Dana swadaya, inisiatif yang diusung juga kreasi masing-masing. Proyek LATAR BERSAMA dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan Karnaval Budaya, yang pada waktu depan direncanakan sebagai Festival Budaya Warga Desa. Proses kreatif dan mandiri warga desa Bakung, dan didukung warga desa lain, akan semakin berkembang dengan adanya video documenter pendek tentang proses kreatif dan latar belakang tema di masing-masing komunitas yang tampil. Proyek LATAR BERSAMA akan membuat video dokumenter pendek, dengan tokoh dan nara sumber adalah komunitas yang akan tampil dalam Festival Budaya Warga Desa. Terutama memuat tentang latar sejarah kebudayaan yang akan ditampilkan, dari pengetahuan tertulis maupun lesan turun-temurun, yang diketahui oleh komunitas yang menampilkan. Selain itu juga memuat alasan 6 masing-masing komunitas memilih tema dan bentuk kreasi mereka, sekaligus seruan kebersamaan.

Masalah yang Diangkat

Industri media yang diharapkan bisa mempercepat kemajuan budaya sering gagal, bahkan memberi kerusakan atas budaya baik dan maju yang ada di masyarakat desa. Utamanya karena industri media tidak banyak menyampaikan nilai-nilai dan proses kreatif dari kebudayaan yang disodorkan, lebih sekedar pertunjukkan bentuk kebudayaan, juga mengabaikan proses kebudayaan yang sebenarnya berkembang di masyarakat. Karnaval budaya di desa Bakung awalnya untuk menunjukkan bahwa warga desa sanggup membuat pertunjukkan sendiri, bermanfaat bagi warga dan sebagai percontohan kemandirian dan pelestarian budaya. Setelah berhasil berjalan dan dinikmati bersama, kemudian muncul pemikiran untuk ke depan tidak hanya muncul sebatas bentuk pertunjukan kebudayaan. Ke depan, perlu diupayakan ada sarana yang memunculkan nilai-nilai yang melatarbelakangi bentuk pertunjukkan itu sendiri. Misalnya kelompok pertunjukkan tema pasar, dalam karnaval hanya akan dilihat sebagai kumpulan orang dipasar, padahal dilatarbelakangi oleh gagasan mempertahankan pasar tradisional desa yang kini dihimpit hadirnya minimarket. Juga kelompok perempuan yang aktif membangun posko kesehatan dan pendidikan gratis.

Solusi

Membuat video pendek tentang sejarah dan kisah kebudayaan rakyat, yang dipilih masing-masing komunitas sebagai tema pertunjukkan dalam Festival Budaya Warga Desa 2012 di Desa Bakung. Kumpulan video pendek dibuat dalam keping CD dan DVD dan dibagikan warga, yang sebagian besar memiliki televisi dan video player, dan dibuat nonton bareng. Metode nonton bareng atau sendiri selama ini sudah berjalan, untuk dokumentasi warga yang lain. Video dibuat dengan wawancara dan liputan masing-masing komunitas yang akan turut serta di Festival Budaya Warga Desa, baik itu komunitas pertunjukkan ibu-ibu, bapak-bapak, anak muda, hingga anak-anak TK-SD- SMP. Proyek LATAR BERSAMA dijalankan sebelum berjalan Festival Budaya Warga Desa yang direncanakan sekitar bulan Juni atau Juli 2012. Setelah pelatihan dan konsep selesai, dijalankan publikasi proyek LATAR BERSAMA (sekaligus sebagai bagian publikasi Fastival), kemudian berjalan kerja liputan, editing dan penggandaan. Liputan juga berjalan untuk komunitas dari desa lain dan kabupaten lain sekitar Blitar.

Pihak yang menerima manfaat adalah kaum muda desa Bakung (laki-laki dan perempuan) yang terlibat dalam tim kreatif proyek LATAR BERSAMA dan komunitas-komunitas warga peserta Fastival Budaya Warga Desa 2012 di Desa Bakung Warga dan perangkat Desa Bakung

Target

Kaum muda desa Bakung (laki-laki dan perempuan) yang terlibat dalam tim kreatif proyek LATAR BERSAMA. Komunitas-komunitas warga peserta Fastival Budaya Warga Desa 2012 di Desa Bakung Warga dan perangkat Desa Bakung.

Indikator Sukses

Dibuat minimal 15 (lima belas) video pendek komunitas peserta Festival Budaya Warga Desa. Produksi DVD LATAR BERSAMA berisi video pendek komunitas peserta Festival Budaya Warga Desa, minimal 1000 keping. Terbentuk kelompok dokumenter di desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, dari kaum muda warga Desa Bakung sendiri. Terbangun jaringan komunikasi antar warga desa di Blitar Jawa Timur, yang mengusung kepentingan bersama membangun masyarakat dan kemandirian.

Lokasi

Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Dana yang Dibutuhkan

120 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Januari – Juni 2012 (enam bulan)