Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

794 - Buruh Bangkit Menulis. Mengkomunikasikan Perjuangan Buruh dan Keluarganya untuk Keadilan dan Kesejahteraan.


Nama Inisiator

Siti Nurrofiqoh

Organisasi

Serikat Buruh Bangkit (SBB)

Topik

Kebebasan dan etika bermedia

Deskripsi Proyek

Proyek ini akan menguatkan kapasitas 25 buruh terpilih, seimbang baik buruh laki dan perempuan di pabrik-pabrik sebanyak 100 orang dari sebelas basis di Tangerang, yang menjadi basis anggota Bangkt. Mereka dilatih agar mampu melakukan peliputan dan penulisan naratif. Mereka akan didampingi hingga menghasilkan cerita-cerita menginspirasi seputar perjuangan buruh dan keluarganya. Sebuah modul penulisan khusus untuk buruh akan dhasilkan dan terus disempurnakan selama proses pelatihan. Para peserta juga akan diproyeksikan sebagai “tim media” serikat Bangkit yang juga akan dilatih dan mendapat dukungan membuat blog, facebook dan media sosial lainnya untuk mempromosikan pengalaman dan tulisan mereka. Blog Buruh Bangkit akan menjadi sumber informasi alternatif yang dikelola dan dihidupkan oleh peserta pelatihan sebagai tindak lanjut bersama penulisan. Sebagai upaya menguatkan kapasitas dan merawat kecakapan menulis, sebuah serial diskusi Buruh bangkit akan diselenggarakan secara reguler. Tak hanya menjadi media para buruh perempuan dan laki-laki salling bertutur, tapi juga pengalaman dan menggali ide-ide yang akan saling menguatkan antar buruh dan keluarganya.

Masalah yang Diangkat

Selama ini banyak hal penting terkait persoalan buruh tidak muncul di media mainstream, misalnya bagaimana buruh selalu kalah dalam proses hokum karena tak mampu bertahan akibat tak bisa membayar sewa kontrakan dan makan, dan bagaimana indikasi kolusi aparatur Negara dengan pengusaha. Padahal media turut membangun opini dan sikap publik, serta menjadi fungsi kontrol kekuasaan, termasuk kebijakan yang merugikan buruh. Banyak pelanggaran dialami buruh menjadi persoalan yang seakan-akan sunyi, dan hanya milik buruh itu sendiri. Padahal, persoalan buruh tak bias dipisahkan dari hak-hak mereka sebagai warga negara yang tak hanya melulu soal kesejahteraan (tuntutan normatif seperti UMR). Buruh juga berhak atas kesempatan mengakses informasi dan menjadi pemberi informasi. Kami ingin media alternatif (jurnalisme warga) ini bisa menjadi fungsi control bagi kekuasaan demi mencapai/mengubah behavior para penegak hukum dan pembuat kebijakan untuk berpihak pada kaum lemah.

Solusi

Menguatkan kapasitas buruh, baik perempuan dan laki-laki ikut aktif menjadi pelaku dalam memberitakan masalahanya 2. Mengemas dan mendokumentasikan fakta-fakta pelanggaran, kekerasan-kekerasan, serta perilaku-perilaku para aparartur negara, hakim, polisi, anggota dewan, yang menyelewengkan profesinya saat menangani kasus perburuhan. 3. Menyediakan saluran informasi tentang buruh melalui jejaring media sosial. Selama ini sangsi hukum sangat tidak jelas dan diskriminatif terhadap yang lemah. Maka pressure yang terbangun oleh public melalui jejaring sosial media sangat penting dimiliki buruh. Kami akan menguatkan kapasitas bagi buruh untuk menguasai teknologi, untuk menyalurkan sikap, aspirasi, serta fakta-fakta di atas untuk dimunculkan ke publik melalui situs-situs yang kami bangung — blog, facebook, website guna mengontrol kekuasaan. 4. Menyediakan media penguatakan kapasitas lewat diskusi, rembug, dan pendekatan lainnya untuk menguatkan dan merawat kemampuan menulis para buruh.
Pihak yang diuntungkan adalah para buruh yang tergabung di Serikat Buruh Bangkit khususnya dan pergerakan buruh di Tangerang dan Jakarta, Keluarga buruh.

Target

Para buruh yang tergabung di Serikat Buruh Bangkit khususnya dan pergerakan buruh di Tangerang dan Jakarta, Keluarga buruh.

Indikator Sukses

Hasil tulisan dari buruh yang telah mengikuti pelatihan menulis, serta terbentuknya blog-blog yang dimiliki buruh serta facebook. Serta tulisan- tulisan yang ditampilkan di website www.dentingnurani.com 2. Indikasinya juga bisa dilihat dari jumlah anggota yang akan aktif di facebook, yang sebelumnya sama sekali asing dengan teknologi atau jejaring sosial media. 3. Solidaritas yang lebih mudah terjalin di dalam komunitas dan komunitas lain (serikat buruh lain). 4. Munculnya kesadaran buruh untuk merasa bahwa dirinya adalah “korban” dan berani memberitakan peristiwanya. 5. Kunjungan orang pada blog, dan memberi label suka, etc.

Lokasi

DKI Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

200 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Januari – November 2012