Anda berada di mode pratinjau.
| |

Media Independen Petani Indonesia

742

742 - Media Independen Petani Indonesia


Nomor:
742

Inisiator:
Mohamad Irwan Afandi

Organisasi:
Sistem Informasi - UPN "Veteran" Jatim

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Surabaya

Dana:
300 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Desember 2011 – Juni 2012

Deskripsi Proyek:
Media berbasis web ini dibuat utamanya untuk petani sebagai media berbagi informasi terkait dengan pertanian seperti produk pangan yang dihasilkan dan dibutuhkan, harga pangan, pupuk, dan informasi penting lainnya. Dengan media ini diharapkan petani akan lebih terbuka wawasannya dan karena berbasis komunitas maka juga akan mempunyai posisi tawar yang lebih baik ketika berhadapan dengan para tengkulak yang selama ini memonopoli informasi terutama terkait dengan harga.

Masalah yang ingin diatasi:
Permasalahan petani di Indonesia sampai saat ini sangat kompleks mulai dari pre-produksi, produksi sampai dengan pasca-produksi. Permasalahan Pre-produksi ditandai salah satunya dengan kesulitan mendapatkan bibit, sedangkan pada fase produksi petani dihadapkan pada sulitnya mendapatkan pupuk dengan harga yang wajar, cuaca dan serangan hama. Dan pada pasca produksi, petani lagi-lagi dibuat tak berdaya dengan jatuhnya harga pangan yang salah satunya karena ulah para tengkulak yang menguasai informasi mengenai harga sehingga petani tidak tahu dan pasrah ketika produknya dibeli dengan harga jauh lebih rendah dari seharusnya oleh para tengkulak.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan membangun komunitas petani melalui pembangunan media informasi dan komunikasi berbasis web (online) yang dikelola secara independen oleh petani dan pelaku usaha terkait dengan pertanian lainnya. Melalui media ini petani bisa mengiklankan produk pertaniannya, berbagi dan sekaligus mendapatkan informasi terkait harga komoditas pertanian, jumlah produksi dan kebutuhan pangan, harga pupuk, best practice pengelolaan pertanian, dll. Sementara pelaku lainnya, seperti penyedia jasa transportasi bisa juga bisa beriklan tentang tarif angkutan. Dengan media ini diharapkan petani tidak lagi diperdaya oleh para tengkulak karena sudah tidak buta lagi terhadap informasi terutama terkait dengan harga. Lebih dari itu dengan media online petani juga mempunyai peluang untuk membuka pasar lebih luas yang tentu saja peluang menambah keuntungan.<br /> Pihak yang diuntungkan adalah para petani.

Ukuran kesuksesan:
Kinerja proyek dapat diukur dengan indikator sebagai berikut:<br /> – petani telah dapat berbagi informasi terkait pertanian (Aktivitas web)<br /> – petani dan pelaku usaha terkait pertanian telah dapat mengiklankan produk dan layanan yang mereka tawarkan<br /> (aktivitias web)<br /> – terjadi transaksi jual beli yang akibat adanya media online dengan harga yang wajar (survei)

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas