Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Pengembangan media interaktif pendukung advokasi pelanggaran HAM

728

728 - Pengembangan media interaktif pendukung advokasi pelanggaran HAM


Nomor:
728

Inisiator:
ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat)

Organisasi:
ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat)

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
936 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari- Desember 2012

Deskripsi Proyek:
Pembuatan media interaktif berbasiskan web 2.0, yang berbentuk website yang memungkinkan penggalangan aksi virtual dalam forum virtual yang dilanjutkan dengan aksi konkret advokasi. Program ini akan membuka ruang percepatan proses advokasi kasus-kasus pelanggaran HAM yang tidak dapat disuarakan di media mainstream karena keterbatasan ruang. Media interaktif ini akan dimulai dengan menunjuk focal point di lima wilayah yang bertugas membentuk komunitas pendukung di lima pulau di Indonesia yang akan mengisi content lokal. Mengingat keterbatasan infrastruktur di sebagian besar wilayah di Indonesia, maka program akan didukung dengan penggunaan layanan sms, sehingga komunitas bisa langsung mengangkat peristiwa yang terjadi ke media social. Transmisi informasi yang cepat memungkinkan membangun ‘awareness’ yang lebih luas dan memungkinkan berjalannya advokasi langsung di lapangan.

Masalah yang ingin diatasi:
Peristiwa pelanggaran HAM di tingkat lokal ( desa, kecamatan, kabupaten) tak selalu memperoleh tempat di media baik berbasis cetak ataupun online; karena kebijakan internal pemberitaan media maupun dianggap kurang memiliki nilai berita.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Mengembangkan satu media bersama yang bernama “Beritaham.org” yang bersifat interaktif berbasis web 2.0 yang memungkinkan korban dan masyarakat di tingkat lokal menuliskan secara langsung peristiwa tersebut. Secara teknis infraktuktur administrasinya tidak digantungkan pada desktop tapi bisa berbasis jaringan telepon genggam ( cms mobile)Sebagai pendukung lemahnya infrastructure internet , program dilengkapi dengan SMS service memungkinkan outreach user yang lebih luas, sehingga mereka tidak memiliki akses internet atau tidak memiliki ketrampilan menulis masih bisa dijangkau dengan media ini.<br /> 2. Sebagai pendukung smsservice akan dibentuk focal point di lima pulau yang menjadi prioritas program. Mereka berfungsi untuk mendorong terbentuknya komunitas pengisi content di tingkat local<br /> 3. ELSAM akan berfungsi sebagai organisasi perantara yang menghubungkan aksi virtual di media sosial ini dengan fungsi advokasi lebih luas, yakni pengembangan kesadaran umum mengenai pelanggaran ham di tingkat lokal, maupun channeling complain ke institusi yang terkait untuk mendorong adanya solusi bagi korban<br /> Pihak yang diuntungkan adalah korban dan potensial korban pelanggaran HAM langsung di lima pulau di Indonesia (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa –NTT dan NTB), serta pengambil kebijakan dan masyarakat umum pengakses media bersama.

Ukuran kesuksesan:
1. Media bersama dikenal dan diakses pengguna<br /> 2. Content terupdate secara regular setelah 3 bulan launching<br /> 3. Terbentuk komunitas2 pendukung di wilayah yang menjadi prioritas<br /> 4. Ada kasus yang berhasil disalurkan untuk dimintakan tanggapan dan solusi dari agensi pemerintah yang terkait<br /> 5. Adanya kolaborasi antara virtual action di media bersama dengan aksi nyata yang konkret<br /> 6. #hamdaribawah masuk dalam hit halaman pertama web browser dan menjadi trending topic.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas