Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Media Literacy Education di Makassar

721

721 - Media Literacy Education di Makassar


Nomor:
721

Inisiator:
Jance Efraim Walangitan

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Makassar

Dana:
400 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari – Oktober 2012 (Sepuluh bulan)

Deskripsi Proyek:
Menghadapi era informasi ini, diperlukan sebuah gerakan yang cepat dan masif untuk mengenalkan komputer dan internet di semua kalangan. Di luar pulau jawa, bisa dikatakan 90 persen penduduknya jauh dari memliki kapasitas ini. Mereka juga jauh dari akses pelatihan-pelatihan semacam itu. Padahal kemampuan keduanya merupakan prasyarat mutlak untuk survive dan memperoleh banyak kesempatan pedidikan dan ekonomi di era informasi ini. Tanpa adanya program semacam ini, digital divide akan semakin besar dan ekonomi desa terpencil di masa depan semakin suram. Sementara di negara maju, program media literacy sudah menjadi program terencana pemerintah, di Indonesia kebijakan seperti ini belum dilakukan. Salah satu tujuan program ini oleh karenanya adalah mendorong pemerintah sadar akan pentingnya melahirkan kebijakan dan program media literacy di daerahnya.<br /> Untuk itu kami merencanakan melakukan pendidikan gratis secara fun dan mobile yang meliputi pengenalan dasar komputer, pengenalan dasar internet (email, world wide web, social networking etc) keliling ke kelurahan target group terpilih dengan kendaraan yang membawa semua peralatan peralatan pendidikan komputer (laptop, proyektor, dll)<br /> Disamping itu, kami akan mendirikan center of media literacy education bagi warga warga desa/kelurahan yang ingin melanjutkan pengetahuan dasar yang sudah diperoleh sebelumnya dan bagi pengembangan media literacy skill di makassar.<br /> Sembari melakukan program ini, secara terstruktur kami juga akan mengenalkan gagasan kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di kalangan masyarakat bawah. Dan mendorong lahirnya kebijakan media literacy skill di tingkat daerah.

Masalah yang ingin diatasi:
Kebanyakan penduduk kelurahan dan desa di makassar, sulawesi selatan, belum mengenal teknologi komputer dan internet. Apalagi penduduk di daerahnya yang agak terpencil. Membiarkan mereka tidak mengenal teknologi ini, adalah membiarkan mereka untuk semakin tersingkir dari akses ekonomi, pendidikan dll. Tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi di masa depan terhadap kemajuan jikalau tidak ada gerakan yang cepat untuk mengenalkan mereka teknologi mendasar ini.<br /> Disamping itu Makassar belum memiliki strategi khusus untuk memerangi gap literacy skill ini antar kota dan daerah bawahannya, dan belum memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kemajuan era informasi.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Usulan program:<br /> <br /> Persiapan sosial<br /> 1. Workshop media literacy education untuk aparatur pemda dan kelurahan, DPRD, Depkominfo, telkom mendorong kebijakan dan kerjasama program<br /> 2. Mendirikan pusat kampanye dan program media literacy education<br /> 3. Audiensi DPRD Makassar mendorong penggunaan hak inisiatif lahirnya kebijakan program media literacy<br /> 4. FGD need assesment tingkat kelurahan/desa<br /> 5. Workshop hasil FGD dihadiri oleh DPRD, Depkominfo, telkom<br /> b. Program pendidikan media literacy<br /> 1. Penyusunan dan uji modul pelatihan keliling Community based media literacy skill<br /> 2. Media literacy education dasar tingkat kelurahan/Desa dengan mobil keliling satu minggu dua kali sekaligus sosialisasi UU<br /> 3. Pelatihan lanjut menulis, menganalisa, produksi berita dan pembuatan web<br /> Pengembangan media<br /> 1. Pengumpulan dan penyusunan database desa untuk web content<br /> 2. Pendampingan pembangunan web portal masing-masing kelurahan/desa<br /> 3. Membangun participative media online menghubungkan web kel/desa dan pendampingan updating web kelurahan<br /> 4. Pelatihan marketing web<br /> 5. Penerbitan buletin mendorong Media literacy education<br /> 6. Workshop dan launching participative media sesulsel<br /> Pihak yang diuntungkan adalah golongan pemuda desa desa (lulusan SMA), aparatur tingkat pedesaan, tokoh – tokoh masyarakat desa di wilayah Kotamadya Makassar, dan kaum disable.

Ukuran kesuksesan:
1. Meningkatnya jumlah orang yang bisa mengerti tentang komputer, mengakses komputer dan memanfaatkannya<br /> 2. Meningkatnya orang yang bisa mengakses internet, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi<br /> 3. Lahirnya rumusan kebijakan pendidikan media literacy Kota Makassar<br /> 4. Adanya media literacy skill center di Makassar<br /> 5. Lahirnya kelompok penggiat media literacy tingkat kelurahan.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas