Anda berada di mode pratinjau.
| |

Radio Komunitas Sebagai Media Berbagi Informasi Bisnis ,Jembatan Usaha Perdagangan, dan Pendidikan di Wilayah Terpencil

700

700 - Radio Komunitas Sebagai Media Berbagi Informasi Bisnis ,Jembatan Usaha Perdagangan, dan Pendidikan di Wilayah Terpencil


Nomor:
700

Inisiator:
Wiwit Setiyadi

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Bantul, Yogyakarta

Dana:
3 Miliar Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari 2012- Juli 2013

Deskripsi Proyek:
Radio merupakan alat penerima informasi yang murah, dengan harga beberapa ribu seseoran gsudah mendapatkan perangkat ini. Radio berisi benyak informasi-informasi berita dan lagu.<br /> Media penyiaran FM saat ini identik dengan dunia berita dan Infotainment, hal itu dikarenakan untuk mengejar keuntungan dari pengiklan tanpa mengedepankan unsur edukasi dan para pelaku usaha kecil. Radio komunitas ini adalah radio yang akan menjembatani wilayah terpencil guna memasukan informasi perdagangan dan pendidikan pada daerah-daerah luar pulau, pelosok daerah dan pedalaman. Stasiun radio ini memiliki pusat pendidikan di wilayah Yogyakarta sebagai informasi Pendidikan karena yogya terkenal dengan kota pelajar sehingga akses informasi pendidikan cepat dan terbaru. Sedangkan stasiun pusat perdagangan berada di Jakarta. Siaran radio dari kedua stasiun ini akan di broadcast secara bergantian di stasiun daerah yang kemudian diteruskan ke daerah-daerah terpencil.<br /> Dengan derasnya informasi perdagangan dan pendidikan maka akan memacu perkembangan daerah yang akan mengubah kultur budaya masyarakat daerah yang hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan menjadi bekerja untuk menggapai impian. Sehingga masyarakat daerah akan memiliki informasi pendidikan dan perdagangan dari pusat kegiatan tersebut. Dari pendidikan menciptakan wawasan luas untuk masyarakat, dan perdagangan akan memacu produksi warga pedalaman, yang nantinya menaikkan tingkat kesejahteraan mereka.

Masalah yang ingin diatasi:
Masalah yang dihadapi masyarakat pedalaman, wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan adalah Informasi. Media yang ada berupa televisi, internet, dan cetak belum mampu menjangkau seluruh wilayah tersebut di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan pola kehidupan masyarakat diwilayah tersebut menjadi kurang produktif. Lambatnya perputaran uang didaerah tersebut juga merupakan kendala yang dalam waktu lama akan menimbulkan<br /> <br /> Pendidikan merupakan landasan dasar untuk membuka wawasan masyarakat daerah tersebut, metode yang digunakan adalah dengan membanjiri mereka dengan informasi-informasi pendidikan dari pusat pendidikan di Indonesia yaitu kota Yogyakarta lewat media radio yang murah dan mampu menjangkau wilayah yang luas. sedangkan aplikasi dari program pendidikan adalah program informasi perdagangan dari pusat perdaganagn di Jakarta, yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.<br /> Tujuan utama dari kegiatan ini adalah pemerataan kesejahteraan masyarakat terpencil di Indonesia.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Pembuatan stasiun radio pendidikan di Yogyakarta dan stasiun radio perdagangan di Jakarta yang kemudian di broadcast ke wilayah-wilayah terpencil seperti NTT, Maluku, dan Papua. Kita buat juga stasiun local untuk membroadcast berita local di kota kupang, ambon, jayapura. Dari stasiun local kita broadcast pemancar ke wilayah terpencil. Dari stasiun pusat akan memancarkan program siaran berimbang antara pendidikan dan perdagangan ke stasiun local, dan stasiun local pun dapat melakukan program siaran local.<br /> Yang bekerja disini terdiri dari beberapa tim. Tim broadcast yang melakukan kegiatan siaran radio, tim infokom yang akan mencari informasi permintaan – penawaran barang dagang dan pendidikan. Tim teknisi yang akan melakukan perancangan, pembangunan stasiun radio, perawatan dan pengendalian teknis kegiatan penyiaran.<br /> Data dari daerah berupa potensi wilayah dan pendidikan tersebut kita gunakan sebagai referensi penawaran dan permintaan dari Jakarta atau yogya. Sehingga terjadi jembatan antara hasil di daerah terpencil dengan permintaan pasar di kota-kota yang melahirkan peluang usaha.<br /> <br /> Yang diuntungkan:<br /> 1. Pelaku perdagangan yang di jakarta<br /> 2. Pelaku usaha dunia pendidikan di yogya<br /> 3. Masyarakat kota kupang, Ambon, dan Jayapura<br /> 4. Masyarakat di daerah terpencil, pedalaman, pegunungan, kepulauan, dan kepulauan luar.<br /> 5. Pelaku usaha ekspedisi<br /> 6. Guru di wilayah terpencil di kupang, Ambon, dan Jayapura<br /> 7. Anak usia sekolah di daerah terpencil di kupang, Ambon, dan Jayapura<br /> 8. Pengusaha daerah yang kesulitan mencari pasar di kupang, Ambon, dan Jayapura

Ukuran kesuksesan:
Dengan terbentuknya mitra dagang antar wilayah lewat perantara kami merupakan salah satu indikator utama keberhasilan kami. Beberapa indikator-indikator lainnya yaitu:<br /> • Banyak atau sedikitnya iklan pendidikan yang masuk.<br /> • Banyak atau sedikitnya transaksi antara pasar di Jakarta dan daerah penghasil di kupang, Ambon, dan Jayapura<br /> • Banyak atau sedikitnya permintaan tema pendidikan dari daerah di kupang, Ambon, dan Jayapura<br /> • Perubahan pola hidup warga daerah terpencil di di kupang, Ambon, dan Jayapura dari segi pendidikan dan kesejahteraan<br /> <br /> Seluruh kegiatan yang nantinya akan menjadi tujuan utama harus selalu di lakukan monitoring dan evaluasi agar sasaran jelas dan program tidak melenceng dari tujuan utama.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas