Anda berada di mode pratinjau.
| |

RSIA Ummi

696

696 - RSIA Ummi


Nomor:
696

Inisiator:
Elda Juniarti

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Sumatera Selatan, Palembang

Dana:
1,5 Miliar Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Seterusnya

Deskripsi Proyek:
Mendirikan RS khusus ibu dan anak di mana pasien/calon bisa memesan tempat/booking kelas untuk calon pasien, bisa memantau jam dan urutan periksa pasien, serta bisa melihat daftar nama dan profil dokter/bidan/perawat jaga. Semua bisa dipantau oleh calon pasien dan khalayak melalui website RS ini, tanpa harus datang langsung ke RS. Sehingga dgn demikian, calon pasien bisa lebih efisien terhadap waktu dan energi mereka. Jadi pasien tidak perlu mengantri lama hanya untuk menunggu tersedianya ruang perawatan untuk persalinan pasien, pasien juga tidak perlu datang dan duduk lama untuk menunggu giliran kontrol/periksa hamil. Dan pasien bisa melihat dan menentukan sendiri nakes (dokter/bidan/perawat) yang dipercayanya untuk membantunya mendapatkan pelayanan kesehatan.

Masalah yang ingin diatasi:
di rumah sakit kerapkali kita jumpai ada seorang ibu yang akan melahirkan, tapi ketika mendaftarkan dirinya, pihak rumah sakit seringkali menolak pasien dengan alasan “Ruang penuh / tidak ada ruang lagi”.<br /> Padahal, saya selaku tenaga kesehatan yang terdidik serta saya adalah pihak yang pernah bekerja di rumah sakit, mendapati kenyataan bahwa pada saat itu ruang perawatan tidaklah penuh. Si pasien ditolak karena mengajukan ASKESKIN (Asuransi Kesehatan MISKIN) dan terbukti pasien berasal dari golongan kelas menengah ke bawah.<br /> di rumah sakit, seringkali terlihat ibu hamil yang mengantri lama menunggu giliran dengan pedoman nomor antrian untuk periksa dengan dokter kepercayaannya. Pada kenyataannya, si pasien terpaksa menunggu lama karena dokter datang terlambat, atau bahkan si pasien hanya menjumpai asistennya saja (dokter pengganti), atau lebih parahnya lagi pasien terpaksa menunggu lebih lama karena nomor urut antrian diabaikan oleh pelayan rumah sakit dengan alasan ada pasien dari golongan kelas atas yang minta didahulukan pelayanannya.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Mengenalkan terlebih dahulu RSIA Ummi dan pelayanan medianya yang bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja.<br /> RSIA Ummi akan memberikan transparansi terhadap semua bentuk pelayanan kesehatan mulai dari kapasitas ruang, berapa ruang yang terpakai, berapa ruang yang kosong, serta menampilkan profil dokter jaga, menampilkan nomor urut antrian dan waktu periksa.<br /> Dengan demikian, diharapkan semua pasien, khususnya ibu dan anak dengan tidak memandang apalagi membeda-bedakan golongan mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya tanpa adanya penipuan terhadap pihak yang lemah, karena semua bisa diakses melalui media.<br /> Yang diuntungkan:<br /> Semua pasien, khususnya ibu dan anak dengan tidak memandang apalagi membeda-bedakan golongan mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya. Kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan akan meningkat dengan adanya transparansi pelayanan melalui media (website) ini nantinya.

Ukuran kesuksesan:
Banyaknya pasien yang merasa puas dengan pelayanan RSIA Ummi beserta website-nya.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas