Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

678 - Media Eksistensi LGBT


Nama Inisiator

Hartoyo

Organisasi

Lembaga Ourvoice

Topik

Meretas batas - kebhinekaan bermedia

Deskripsi Proyek

"Program ini akan memfokuskan pada beberapa aspek ; 1. Pendidikan (skill dan kesadaran kritis) komunitas, 2. Pengorganisasian komunitas, 3.Kemandirian kelompok (fundraising) dan 4. Kampanye publik untuk isu LGBT. Aktor yang melakukan kegiatan itu melalui pemberdayaan LGBT, yang masing-masing akan dibagi dalam kelompok penulisan artikel, photografi, film dokumenter dan reportase audiovisual.

Tahapannya; penguatan 4 kelompok (photografi, film dokumenter, reportase audiovisual dan penulisan artikel) melalui pertemuan rutin bulanan, masing-masing kelompok akan didampingi satu orang mentor selama 18 bulan.

Selain peningkatan skill juga dibangun soal kemandirian komunitas dan pengembangan program pada wilayah lain.

Untuk pengembangan skill pada wilayah lain, fasilitator akan lebih melibatkan komunitas LGBT untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat selama ini. Sehingga harapannya diwilayah lain akan “lahir” komunitas LGBT untuk media, dan proses ini juga terjadi sharing pengalaman secara kontiyu dan memperkuat jaringan sesama komunitas LGBT.

Berita yang ada di website tidak hanya berhenti di website ourvoice saja tetapi juga akan dilink kan melalui media lain seperti groups facebook, twitter, website jurnalisme warga (seperti kompasiana dan politikana), broadcast BBM, millis maupun dalam bentuk cetak(Zine).

Program ini merupakan keberlanjutan dari program awal Ourvoice yang didukung oleh lembaga Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PKM)."

Masalah yang Diangkat

"1. Penerima manfaat langsung LGBT, 100 orang di wilayah Jabodetabek, secara kontiyu mendapatkan penguatan (baik skill maupun perspektif). Kelompok ini menjadi aktor yang menghasilkan produk kampanye, pendidikan dan advokasi untuk LGBT, masyarakat dan negara.

2. Penerima tidak langsung LGBT, LSM, Universitas, masyarakat diseluruh Indonesia khususnya yang mengakses internet, BBM dan Handphone.

3. Kelompok LGBT yang tidak mengakses internet khususnya wilayah Jabodetabek melalui distribusi media cetak Zine bulanan."

Solusi

"1. Marjinalisasi dan justifikasi LGBT yang banyak dilakukan oleh media-media mainstream (stigma negatif, diskriminasi, tidak berpihak).

Pemberitaan LGBT misalnya berkaitan dengan tindakan kriminal selalu mengkaitkan identitas seksualitasnya. Selain itu keberadaan LGBT dimedia jikapun dibutuhkan menjadi bahan lucu-lucuan saja.

2.Minimnya promosi penegakkan hak asasi manusia untuk kelompok LGBT.

Media jarang sekali menyampaikan tentang hak-hak LGBT kepada publik. Pembungkaman pada hak atas orientasi seksual dan identitas gender jadi isu pinggiran dalam pelanggaran HAM.

3. Tidak terakomodirnya cerita-cerita human interest LGBT melalui media-media
Frame berpikir media bahwa LGBT adalah sesuatu yang salah.

Kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia; Pedoman Prilaku Penyiaran Dan Standard Program Siaran Tahun 2009, pasal 23:

Pemberitaan yang membahas atau mengandung muatan homoseksualitas dan lesbian tidak mempromosikan dan menggambarkan bahwa homoseksualitas dan lesbian adalah suatu kelaziman.

4. Masih sedikit LGBT yang berani terbuka ke publik, media internet menjadi satu media yang efektif dan aman bagi LGBT untuk berinteraksi secara sosial sesama LGBT."

Target

"1. Membuat media sebagai ruang bersuara/partisipasi, informasi, pendidikan, advokasi, kampanye dan sekaligus konsolidasi komunitas LGBT melalui Website, Facebook, Twitter, konseling YM, WhatsApp Messenger dan seluler broadcast BBM.

2. Menghasilkan produk-produk jurnalistik ( foto, film dokumenter,reportase audivsual, radio streaming dan artikel tulisan) yang berpihak kepada LGBT yang dapat dijangkau komunitas. Kemudian produk ini akan dipublikasikan dalam website ourvoice yang akan juga dilinkkan dengan facebook,twitter,broadcast,media jurnalisme warga (kompasiana dan politikana), millis dan dalam bentuk cetak.

3. Membangun jaringan dan ruang diskusi soal perspektif hak asasi manusia bagi LGBT dengan media dan jurnalis lainnya."

Indikator Sukses

"Website :
1. Adanya website multimedia.

2. Adanya update berita, feature, view, foto, dan video di website.

3. Adanya progres pengunjung web yang dilihat dari Traffic Sources.

4. Adanya komentar-komentar dan diskusi dari pembaca sebagai feedback.

5. Adanya kontribusi tulisan dan foto dari komunitas LGBT.

6. Adanya rapat redaksi.

Media Sosial
1. Adanya Twitter dengan pengikut yang semakin meningkat dan menjadi media sosial informasi yang efektif.

2. Adanya facebook sebagai media sosial informasi yang menguatkan komunitas.

3. Adanya media sosial informasi dengan menggunakan seluler.

4. Adanya komentar-komentar dan diskusi dari komunitas sebagai feedback

Media Cetak
1. Adanya zine bulanan yang menjangkau komunitas yang tidak bisa mengakses internet sejumlah 4 rim.

2. Adanya rapat redaksi.

3. Adanya kontribusi tulisan

Kelembagaan

1. Adanya kelompok relawan LGBT yang kuat (photografi,film dokumenter,reportase audiovisual, artikel tulisan dan radio).

2. Ourvoice menjadi lembaga acuan narasumber bagi maedia mainstrem untuk pemberitaan LGBT"

Lokasi

Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp 786,805,000

Durasi Proyek

Maret 2012 - Agustus 2013