Anda berada di mode pratinjau.
| |

Warga Pemantau Media: Optimalisasi Handphone dan Internet untuk Pemantauan Media secara Partisipatif dan Independen oleh Warga

652

652 - Warga Pemantau Media: Optimalisasi Handphone dan Internet untuk Pemantauan Media secara Partisipatif dan Independen oleh Warga


Nomor:
652

Inisiator:
NADIM: Pusat Dokumentasi Media Alternatif – Program Studi Ilmu Komunikasi UII

Organisasi:
NADIM - Pusat Dokumentasi Media Alternatif - Program Studi Ilmu Komunikasi UII

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Dana:
600 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Januari – Desember 2012 (1 tahun)

Deskripsi Proyek:
NADIM: Pusat Dokumentasi Media Alternatif, sebuah lembaga kajian di bawah Program Studi Ilmu Komunikasi UII akan mengembangkan sebuah model pemantauan media secara partisipatif berbasis warga dengan mengoptimalkan media-media baru yang sudah populer, khususnya handphone dan social media (facebook, twitter, dan lainnya). Jadi, warga bisa menyampaikan masukan, kritik, atau saran terhadap konten media (baik cetak maupun elektronik) melalui sms dengan sistem sms gateway, akun facebook, maupun twitter. Masukan dan kritik tersebut bisa saja berupa tulisan, ataupun dilengkapi dengan foto dan video yang diunggah secara online. Untuk mewujudkan ide tersebut, pelaksana program akan membangun sistem pemantauan media berbasis online berupa website dengan segenap fasilitas pendukungnya. Di sisi lain, pelaksana program akan menyelenggarakan pelatihan literasi dan pemantauan media, khususnya dengan sistem yang telah dibangun, di berbagai komunitas dengan jangkauan seluruh Indonesia. Komunitas utama yang akan dibidik adalah komunitas menengah ke bawah maupun komunitas terpencil. Pelaksana program juga akan menggandeng KPI dan KPID sebagai mitra program, untuk menindaklanjuti berbagai masukan dan kritik yang ada.

Masalah yang ingin diatasi:
Saat ini, semakin banyak kalangan masyarakat, mulai dari kalangan elit perkotaan hingga kalangan menengah ke bawah, yang menyadari bahwa konten media massa di Indonesia semakin tidak sehat, terlebih televisi. Namun, banyak di antara mereka yang tidak tahu, bagaimana saluran dan cara menyampaikan kritik maupun masukan terhadap berbagai konten media tersebut. Keberadaan KPI/KPID serta mekanisme pengaduan konten media yang dibentuk lembaga regulator ini tidak cukup populer dan familiar. Maka, problem yang perlu segera diatasi adalah “bagaimana menciptakan mekanisme pengaduan konten media yang praktis, efektif, serta mudah diaplikasikan oleh berbagai kalangan masyarakat?”

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Langkah-langkah untuk menciptakan mekanisme pengaduan konten media yang praktis, efektif, serta mudah diaplikasikan oleh berbagai kalangan masyarakat adalah: 1. Membangun sistem online untuk pemantauan media berbasis website, sms gateway serta social media (facebook, twitter, atau lainnya). 2. Ujicoba penggunaan sistem pemantauan media yang telah dibentuk dengan melibatkan 2 komunitas sasaran, dilanjutkan penyempurnaan sistem. 3. Pelatihan literasi dan pemantauan media, khususnya dengan menggunakan sistem pemantauan online yang telah dibentuk, di 20 komunitas sasaran (6 Jawa Bali, 4 Sumatera, 4 Kalimantan, 3 Sulawesi, 3 Papua). 4. Pendampingan paska pelatihan dalam rangka pengoptimalan penggunaan sistem pemantauan media secara online oleh komunitas-komunitas sasaran yang sudah mengikuti pelatihan. 5. Melakukan koordinasi dan kemitraan strategis dengan KPI/KPID dalam rangka menindaklanjuti berbagai masukan dan kritik yang ada. 6. Mendokumentasikan pengalaman program dalam bentuk buku yang kemudian diunggah secara online dan bebas untuk diunduh secara gratis.<br /> <br /> 20 komunitas sasaran (komunitas menengah ke bawah atau terpencil) yang tersebar di Jawa dan Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua. Program juga akan menguntungkan KPI/KPID karena fungsi pemantauan media yang harus mereka lakukan sangat terbantu oleh program ini, masyarakat di sekitar komunitas sasaran, user facebook dan twitter yang tergabung dalam group online program ini, ataupun user internet secara umum yang mengunjungi website program ini.

Ukuran kesuksesan:
1. Terbangunnya sistem online untuk pemantauan media yang praktis dan user friendly berbasis website, sms gateway, serta social media (facebook, twitter, atau lainnya). 2. Duapuluh komunitas sasaran yang telah mendapat pelatihan, dengan anggota perkomunitas minimal 10 orang, aktif melakukan pemantauan media, minimal seminggu sekali perorang mengupload kritik dan masukan dengan menggunakan sistem online yang telah ada secara berkelanjutan. 3. Group facebook dan twitter dari program ini diikuti oleh minimal 1 juta user (Gerakan 1 Juta Pemantau Media). 4. KPI/KPID menindaklanjuti secara progresif berbagai masukan dan kritik terhadap konten media yang dihasilkan program ini. 5. Terbitnya sebuah buku yang menceritakan pengalaman program, diunggah secara online dan bebas untuk diunduh secara gratis.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas