Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

647 - Young Ecopreneurship Network Initiative


Nama Inisiator

Muhammad Akbar

Organisasi

NA

Topik

Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Deskripsi Proyek

Young Ecopreneurship Network Initiative akan membentuk jaringan yang luas seluruh Indonesia dengan memanfaatkan situs youngecopreneurship.net dan penyebaran majalah lingkungan, yaitu young ecopreneurs magazine. Ecopreneurship disini berarti semangat berwirausaha (enterpreneurship) dalam isu lingkungan (ecology). Media berupa situs dan majalah ini berfungsi sebagai wadah untuk menampung informasi sekaligus produk inovatif seputar terobosan baru yang berkontribusi bagi kelestarian lingkungan sebagai hasil kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah. Kearifan lokal ini menjadi inspirasi bagi ecopreneurs untuk dapat berkarya, karyanya menggerakan masyarakat, lalu melestarikan lingkungan, lingkungan memastikan keberlanjutan local wisdom dan begitu seterusnya kembali membentuk lingkaran gerak perubahan. Gerakan ini adalah sebuah ikhtiar untuk dapat terlahirnya gerakan sosial-lingkungan baru dengan pendekatan digabungkannya misi sosial dan enterprise management di era cyber networking. Sebagai solusi dari minimnya media yang memublikasikan terkait isu-isu lingkungan, web sebagai pemuat info terkait isu lingkungan sekaligus kegiatan yang melestarikan lingkungan kepada khalayak. Sementara majalah sebagai media penyampai isu lingkungan makro yang sifatnya berkelanjutan. Majalah akan diterbitkan setiap bulan dengan laporan utama pada halaman depannya dan rubrik yang beragam menyasar segmentasi pasar anak muda. Untuk keberlanjutan proyek ini, maka dibutuhkan kerjasama dengan funding atau pun dapat dicapai melalui pencarian iklan. Melalui dua jenis media tersebut, distribusi informasi dan isu lingkungan akan lebih efektif tersampaikan untuk menggerakkan lebih banyak orang. Pemuda diharapkan mencurahkan daya kreativitasnya bagi pemikiran-pemikiran hijau, sehingga pemikiran ini dapat disebarluaskan lintas generasi dan sektor.

Masalah yang Diangkat

Perburuan tanpa lelah sumber-sumber daya alam di Planet Bumi akan mendorong kehancuran ekologis pada planet ini. Bumi kita pun kian padat. Hari ini kita sedang menunggu kehadiran manusia ketujuh miliyar. Ledakan penduduk menjelang 2030 akan menyebabkan kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa. Seiring dengan berjalannya waktu, kompleksitas persoalan ekologis menjadi kian berat begitupun bagi Indonesia. Dibutuhkan sebuah gerakan sosial baru dengan pendekatan tergabungnya misi sosial dan enterprise management di era cyber networking. Misi utama dari gerakan sosial Young Ecopreneurship Network ini adalah mempromosikan gagasan ecopreneurs, menemukan dan mengapresiasi para ecopreneurs berbasis potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar, serta menginisiatifi hal-hal baru untuk gerakan lingkungan di Indonesia. Media berperan sebagai pembentuk wacana. Ironinya, isu lingkungan kurang diwacanakan oleh media di Indonesia. Bahkan di Indonesia belum ada media yang secara spesifik membahas isu lingkungan. Oleh karenanya tidak heran apabila sejauh ini masyarakat masih minim kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

Solusi

Kreativitas manusialah satu-satunya sumber daya yang tak terbatas. Adapun pelaku dari ekonomi kreatif ini tak lain adalah anak-anak muda dengan etos kreatif yang kuat. Maka diperlukan suatu ruang sosial yang kondusif dan masyarakat khususnya generasi muda yang semakin menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sehingga dapat membuka peluang bagi dirinya untuk berpartisipasi secara optimal dalam membangun kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Pemuda diharapkan mencurahkan daya kreativitasnya bagi pemikiran-pemikiran hijau, sehingga pemikiran ini dapat disebarluaskan lintas generasi dan sektor. Dikerjakan dengan penuh gairah melakukan perubahan sosial. Tidak perlu muluk, tetapi kreatif. Ide baru yang segar dan berangkat dari think locally act locally. Diperlukan sebuah media untuk menghantarkan mereka selangkah lebih dekat. Di era cyber networking dimana kaum muda identik dengan label high-tech, maka tentu jawabannya adalah dengan menghadirkan sebuah forum ke depan mereka sebagai ajang berekspresi. Bukan forum dalam artian sesungguhnya, yang terbatas pada ruang dan waktu, tetapi forum dalam dunia tanpa batas.

Dengan adanya sekelompok anak muda yang memiliki kesadaran lingkungan dan semangat wirausaha ini, akan semakin banyak anak muda yang tergerak menjadi agen perubahan sosial untuk nantinya mampu membawa perubahan radikal pada masyarakat. Sebagai pembawa perubahan di tengah masyarakat, kaum muda yang diarahkan untuk dapat berjejaring, berbagi inspirasi dan belajar bersama, serta membangun komunitas untuk mendukung tumbuhnya para pembaharu muda. Yang diuntungkan dari proyek ini adalah bumi. dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan, maka setidaknya akan mempertahankan hijaunya bumi indonesia. sasarannya adalah seluruh elemen masyarakat. kalangan perkotaan besar akan lebih disasar menggunakan web. Sementara yang di daerah atau pelosok akan disasar melalui majalah gratis.

Target

Dengan adanya sekelompok anak muda yang memiliki kesadaran lingkungan dan semangat wirausaha ini, akan semakin banyak anak muda yang tergerak menjadi agen perubahan sosial untuk nantinya mampu membawa perubahan radikal pada masyarakat. Sebagai pembawa perubahan di tengah masyarakat, kaum muda yang diarahkan untuk dapat berjejaring, berbagi inspirasi dan belajar bersama, serta membangun komunitas untuk mendukung tumbuhnya para pembaharu muda. Yang diuntungkan dari proyek ini adalah bumi. dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan, maka setidaknya akan mempertahankan hijaunya bumi indonesia. sasarannya adalah seluruh elemen masyarakat. kalangan perkotaan besar akan lebih disasar menggunakan web. Sementara yang di daerah atau pelosok akan disasar melalui majalah gratis

Indikator Sukses

Terbentuknya jaringan kampus seluruh Indonesia yang minimal diwakili oleh Universitas Andalas (UNAND) Padang, Universitas Indonesia (UI) Depok, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Universitas Cenderawasih (UNCEN) Papua. Melalui web dan majalah ini diharapkan akan menjadikan isu lingkungan mulai diperhatikan oleh media media yang lain. oleh karenanya, salah satu pengukurnya, sejauh mana dan sebanyak apa isu lingkungan mulai dibicarakan oleh media. Di dalam web dan majalah ini akan dibuka forum yang dapat mengupas tuntas hingga hal-hal kecil lainnya seperti misalnya tukar pendapat mengenai bagaimana sebuah bisnis yang mengusung semangat kelestarian lingkungan diciptakan. Dengan adanya web dan majalah ini, mereka dapat melakukan transaksi dan bertukar informasi tanpa harus bertemu antara satu dengan yang lainnya. Produk-produk yang ditampilkan dapat dipesan oleh siapa saja dari belahan dunia mana saja. Di halaman muka situs ini, akan dipampang produk-produk ekologi yang disediakan. Namun, tak hanya itu, jika yang dipampang hanyalah produk belaka, maka bisnis ini tak lebih dari komersialisasi produk ekologi semata, dan tentunya itu bukanlah tujuan tunggal yang ingin dicapai. Di setiap produk yang dipampang, akan turut pula diceritakan asal usul produk yang bersangkutan. Misalnya, gambar produk hasil kreasi anak bangsa akan dipajang, berikut kisah di balik itu, yaitu bagaimana ide itu bermula, apa manfaatnya bagi ekosistem, dan informasi apa yang dapat dibagi oleh si penemu itu.

Lokasi

Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

460 Juta Rupiah

Durasi Proyek

12 Desember 2011 – 12 Desember 2012