Anda berada di mode pratinjau.
| |

Media Kajian Online tentang Permasalahan Ruang Publik, Karya, Budaya Visual Perkotaan

645

645 - Media Kajian Online tentang Permasalahan Ruang Publik, Karya, Budaya Visual Perkotaan


Nomor:
645

Inisiator:
Jurnal Karbon

Organisasi:
Jurbal Karbon

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
475 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Desember 2011 – Februari 2013 [lima belas bulan]

Deskripsi Proyek:
Jurnal Karbon adalah media kajian dalam jaringan (online) yang membahas permasalahan ruang publik, karya, dan budaya visual perkotaan secara lintas-disiplin. Dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, Jurnal Karbon menerbitkan materi-materi kritis yang terbuka pada kontribusi ide ide kreatif warga. Proyek media ini bertujuan menerbitkan esai, artikel, foto, dan hasil investigasi<br /> yang bisa diakses secara bebas, sehingga dapat menjadi media kritis warga atas permasalahan ruang publik kota yang perlu dikaji dari berbagai macam aspek, disiplin ilmu, dan sudut pandang kreatif dan imajinatif, yang selama ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, tidak dibahas dengan kritis dan terbuka oleh perguruan tinggi, dan belum menjadi perhatian mendalam dari<br /> media arus besar.

Masalah yang ingin diatasi:
Pasca-1998, ruang publik kota menjadi begitu bebas dimanfaatkan oleh pemerintah, swasta, dan bahkan oleh warga sendiri. Pengelolaan ruang publik yang selama ini tak melalui dialog warga, membuat warga tak terlatih untuk memaknai dan turut berperan dalam pembangunan kota. Di sisi lain, wacana ruang publik yang diproduksi lingkungan akademis hadir kurang membumi, tak terdistribusi luas, dan tak melibatkan warga. Sementara warga justru banyak melakukan inovasi, sehingga dibutuhkan kajian atas kreasi dan pemikiran warga demi menawarkan alternatif ruang publik yang lebih baik.<br /> Proyek ini bertujuan untuk 1) Menjadi media yang mampu mendorong kritisisme dan peran warga demi terciptanya ruang publik yang manusiawi, mandiri, kreatif, dan imajinatif. 2) Memberikan pandangan alternatif terhadap permasalahan ruang publik, karya, dan budaya visual kota secara lintas disiplin. 3) Mendukung lahirnya penulis-penulis muda yang kritis dan kreatif memandang permasalahan kota. 4) Mendokumentasikan pembahasan tentang ruang publik, karya visual, dan budaya visual perkotaan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1) Menerbitkan esai, artikel, ulasan, foto, investigasi berkualitas dalam berbagai rubrik jurnal Karbon (Fokus, Artikel, Spekulasi, Ulasan, Kolom Layar Kaca, Foto, Bioskop Kita). 2) Melakukan penelitian selama satu tahun untuk rubrik Fokus. 3) Mengadakan Forum Grup Discussion untuk mendukung penulisan dalam rubrik Fokus. 4) Menerbitkan resume fenomena yang terjadi di 10 kota besar pilihan melalui sebuah rubrik baru. 5) Dengan mendistribusikan semua informasi materi terbitan terbaru melalui E-Newsletter, Facebook, Twitter, dan Mailing-List.<br /> Yang diuntungkan: [Khusus] 1) Masyarakat dengan akses pengetahuan dan teknologi internet, seperti misalnya mahasiswa, pendidik, dan aktivis. 2) Pemerhati isu ruang publik, karya, dan budaya visual perkotaan, seperti wartawan, penulis,<br /> arsitek, perancang, dan seniman. [Umum] 3) Semua warga yang memiliki ketertarikan terhadap kehidupan perkotaan Indonesia, dari dalam dan luar negeri.

Ukuran kesuksesan:
1) Terkelolanya situs berkualitas yang mampu menerbitkan tulisan-tulisan kritis dan terbuka pada kontribusi ide-ide kreatif warga, sehingga suara para kontributor tersebar seluas-luasnya. 2). Meningkatnya jumlah pengunjung dan peringkat situs. 3). Dijadikannya Karbon sebagai rujukan warga dan media massa lain dalam masalah ruang publik kota. 4). Tersedianya sebuah landasan bagi para penulis dari berbagai macam latar belakang untuk bertukar opini, ide, dan argumentasi, demi terdorongnya sebuah diskusi demi hadirnya ilmu<br /> pengetahuan baru objektif yang inklusif. 5). Menjadi ruang menulis yang demokratis, yang meletakkan kualitas, bukan senioritas, sebagai<br /> prioritas. Dengan lebih memfokuskan diri kepada penulis-penulis baru, bentuk tulisan baru yang kreatif dan eksperimental lebih mungkin terjadi.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas