Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

631 - Fotonovela (Melaporkan Dengan Foto Yang Bercerita)


Nama Inisiator

Sugeng Winarno

Organisasi

NA

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Fotonovela artinya rangkaian foto yang membentuk sebuah cerita. Media fotonovela ini bisa digunakan dalam menyampaikan pesan tertentu, termasuk pesan-pesan kritik terhadap penguasa atau pemerintah. Kelebihan media fotonovela ini adalah pesan yang disampaikan tampak lebih akurat ketimbang hanya melalui kata-kata atau tulisan. Pesan kritis yang diusung melalui media fotonovela ini juga lebih kredibel, karena pihak yang dikritik bisa lebih percaya melalui bukti berupa gambar yang terjadi di lapangan.
Untuk membuat rangkaian foto yang bisa membentuk suatu rangkian cerita diperlukan media perekam gambar yang bisa berupa kamera SLR digital, kamera pocket, bahkan dengan kamera handphone juga tidak masalah. Seperti diketahui, saat ini handphone yang dilengkapi kamera photo atau video sudah menjamur. Secara teknis pengoperasiannyapun juga sangat mudah. Dengan hanya menekam tombol tertentu, sebuah rekaman berupa gambar diam atau bergerak sudah dapat diciptakan.

Proyek Fotonovela (Melaporkan Dengan Foto Yang Bercerita) ini dilakukan dalam bentuk pelatihan pada komunitas masyarakat dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah melalui media foto. Kritik yang dilakukan bisa berupa persoalan-persoalan di sekitar seperti tentang kondisi jalan yang rusak, sekolah yang mau roboh, jembatan yang ambruk, ketidakberesan di seputar fasilitas umum, dll. Setelah masyarakat sudah bisa memproduksi pesan kritiknya melalui media foto, selanjutnya hasil foto-foto tersebut dimasukkan dalam sebuah website, dan di link-kan ke beberapa instansi pemerintah atau swasta yang ada.

Proyek ini lebih di fokuskan dengan sasaran masyarakat lebih khusus para remaja yang tinggal dipinggiran kabupaten Malang, dimana kondisinya sering terlewatkan dari pantauan media atau pejabat pemerintah.

Masalah yang Diangkat

Tujuan proyek ini adalah mewujudkan bentuk media kontrol atau kritik baru kepada pemerintah daerah. Penyampaian pesan kritik melalui foto ini cukup membantu masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya. Hanya dengan membuat foto dan menyusunnya menjadi suatu cerita, maka kritik berupa ketidakberesan bisa disalurkan. Kehadiran kritik berupa media foto ini dirasa lebih akurat dan kredibel mengingat melalui foto dipercaya lebih jujur dibanding kata-kata atau tulisan.

Solusi

Dalam proyek ini beberapa aktivitas yang akan dilakukan adalah:

Dilakukan penyadaran tentang pentinya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Penyadaran ini dilakukan dengan kegiatan penyuluhan lewat pertemuan-pertemuan rutin dengan masyarakat terutama remaja atau pemuda yang sudah terjadwal. Di samping itu juga memanfaatkan forum-forum semacam pengajian, pertemuan rutin Karang Taruna yang ada di lingkungan tempat proyek terpilih. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan beragam cara misalnya presentasi oleh pemateri, Focus Group Discussion (FGD), Role Play, Quiz atau metode yang lain, yang disesuaikan dengan konsisi di lapangan.
Dilakukan kegiatan pendidikan berupa pembelajaran tentang bagaimana mengoperasikan kamera photo atau memotret lewat handphone. Para peserta juga diajari cara mempublikasikan hasil fotonya berupa laporan untuk di publish di website. Metode pembelajarannya bisa dalam bentuk workshop.
Yang diuntungkan dari proyek ini meliputi adalah:
1. Masyarakat terutama remaja termasuk Karang Taruna dibeberapa daerah terpilih di kabupaten Malang. Daerah yang menjadi sasaran proyek ini ada di beberapa kawasan pinggiran di Kabupaten Malang, Jawa Timur. 2. Pemerintah lokal, karena mendapat masukan-masukan berupa kritik yang dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan program pembangunan agar lebih baik.

Target

Yang diuntungkan dari proyek ini meliputi adalah: 1. Masyarakat terutama remaja termasuk Karang Taruna dibeberapa daerah terpilih di kabupaten Malang. Daerah yang menjadi sasaran proyek ini ada di beberapa kawasan pinggiran di Kabupaten Malang, Jawa Timur. 2. Pemerintah lokal, karena mendapat masukan-masukan berupa kritik yang dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan program pembangunan agar lebih baik.

Indikator Sukses

Keberhasilan proyek ini dapat dilihat dari terjadinya perubahan sikap kritis dari remaja agar berani menyuarakan kritiknya kepada pemerintah daerah. Termasuk keberhasilan proyek ini dapat dilihat melalui seberapa banyak kritik yang disampaikan masyarakat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Semakin banyak volume kritik yang disampikan masyarakat melalui media foto ini dan semakin sering penguasa merespon beberapa kritik tersebut adalah bukti kesuksesan program ini.

Lokasi

Malang, Jawa Timur

Dana yang Dibutuhkan

125 Juta Rupiah

Durasi Proyek

6 bulan, Januari-Juni 2012