Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Reproduksi Lumbung Informasi untuk Membangun Masyarakat Urban yang Komunikatif di DAS Code Yogyakarta

612

612 - Reproduksi Lumbung Informasi untuk Membangun Masyarakat Urban yang Komunikatif di DAS Code Yogyakarta


Nomor:
612

Inisiator:
Komunitas Melek Media

Organisasi:
Komunitas Melek Media

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
DI Yogyakarta

Dana:
600 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Desember 2011- Desember 2012 (12 bulan), dalam empat tahap (triwulan).

Deskripsi Proyek:
Perubahan sosial adalah keniscayaan sejarah, sehingga proses itu membutuhkan rekayasa sosial. Perubahan sosial, dalam konteks modernisasi, memerlukan prasyarat berupa perubahan perspektif masyarakat terhadap diri dan lingkungannya. Perubahan perspektif tersebut hanya mungkin terjadi ketika masyarakat mampu menerima, mengolah, dan menggunakan informasi. Media berperan dalam mengubah perspektif masyarakat untuk rekayasa sosial. Media bekerja dalam ranah kesadaran. Artinya, jika sebuah rekayasa sosial melalui media tidak sampai mengubah kesadaran masyarakat secara signifikans, berarti media telah gagal menjalankan fungsinya sebagai agen peradaban informasi.<br /> Kegagalan itu bukan semata-mata disebabkan oleh jarak penguasaan infrastruktur antara masyarakat melek media dengan masyarakat yang belum terjangkau media, tetapi juga oleh ketidakpahaman agen-agen peradaban informasi pada kondisi masyarakat yang sesungguhnya, terutama masyarakat yang dikategorikan belum melek media. Jika hal ini tak disadari oleh agen-agen peradaban informasi, maka jarak sosial antara kedua kategori masyarakat tersebut masih terus terpelihara. Selama ini, kapasitas agen-agen peradaban yang memadai untuk menjembatani modernisasi adalah kelas menengah, atau setidaknya kaum terpelajar. Tetapi, tidak menutup kemungkinan terjadi kesetaraan kapasitas antara kedua golongan masyarakat itu, hanya saja dibutuhkan waktu lebih lama karena terjadi perbenturan kebudayaan mengingat modernisasi sesungguhnya berada dalam wilayah psikologi sosial.

Masalah yang ingin diatasi:
Perkembangan teknologi informasi di tengah masyarakat urban belum mengeliminasi potensi konflik kelas karena perbedaan akses sumberdaya; akses informasi; dan akses terhadap penguatan kapasitas. Peran media diharapkan turut menciptakan masyarakat yang komunikatif, terutama dalam rangka rekayasa sosial. Meskipun teknologi informasi telah digunakan oleh hampir setiap individu, namun belum terbangun kesadaran kolektif. Agen-agen peradaban informasi yang mampu membaca situasi masyarakat dibutuhkan untuk menciptakan ruang komunikasi, di mana media sebagai perangkatnya. Tanpa kapasitas ini, maka teknologi infomasi hanya akan memenuhi fungsinya sebagai perangkat keras dalam suatu sistem sosial. Selain itu, keberlanjutan ‘proyek peradaban’ ini menjadi penting. Tanpa upaya-upaya yang menjamin keberlanjutan, maka rekayasa sosial untuk komunitas urban agar melek media hanya berhenti sebagai fenomena.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Menciptakan relasi-relasi interkomunitas sehingga terbangun citra bahwa penguasaan terhadap media merupakan kebutuhan bersama dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan masyarakat setempat.<br /> Menghimpun dan mendidik agen-agen potensial yang komunikatif dan mewakili kepentingan komunitas.<br /> Membangun lumbung informasi sebagai sistem pendukung yang berkelanjutan.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah lapisan masyarakat berumur 18-30 tahun, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Code Yogyakarta, meliputi 2 kecamatan yang kental dengan isu sanitasi dan isu mitigasi bencana (Jetis dan Tegalrejo).

Ukuran kesuksesan:
Tahap pertama:<br /> Terbangun lumbung informasi yang dapat diakses secara terbuka sebagai habitat awal, berupa tempat dengan sarana 3-5 perangkat komputer yang dapat terhubung dengan dunia maya.<br /> <br /> Tahap Kedua:<br /> Terjaring 20 agen potensial dengan usia 18-30 tahun yang terlibat dalam aktivitas belajar bersama secara rutin (hingga tahap keempat program ini) disertai penugasan lapangan di tempat masing-masing.<br /> <br /> Tahap Ketiga:<br /> Terhimpun supporting system yang dapat menjamin keberlanjutan program.<br /> <br /> Tahap Keempat:<br /> Terbangun lumbung-lumbung informasi baru di tempat agen-agen potensial itu berasal dan beraktivitas sehari-hari.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas