Anda berada di mode pratinjau.
| | |

gangnemarem.com: Perancangan Media Online Berbasis Jurnalisme dan Budaya Arek Warga Kampung Wisata Tengah Kota

549

549 - gangnemarem.com: Perancangan Media Online Berbasis Jurnalisme dan Budaya Arek Warga Kampung Wisata Tengah Kota


Nomor:
549

Inisiator:
Kukuh Karnanta

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Surabaya

Dana:
125 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
November 2011 – Januari 2012

Deskripsi Proyek:
Ide gangnemarem.com berangkat dari prinsip bahwa media merupakan perpanjangan tubuh dan pikiran yang bergerak aktif. Media bukan sekadar alat komunikasi melainkan juga tindak komunikasi yang menjadi ranah diskusi-kritis. Untuk itu, gangnemarem.com meliputi tiga poin utama yakni: pertama, penciptaan media online berupa situs atau website yang mempublikasikan dan merepresentasikan aktivitas warga dalam memanajemen lingkungan yang berbasis pada nilai-nilai egalitarian budaya arek di pemukiman padat Surabaya secara kontinu; kedua, pemberdayaan kreativitas warga di bidang ekonomi yang berbasis pada kemampuan pengolahan sampah rumah tangga serta tanaman hijau sebagai komoditas layak jual; ketiga, pendidikan kritis serta kesadaran bermedia yang dimanifestasikan dalam aktivitas jurnalisme warga. Dengan menyadari bahwa akses dan kesadaran bermedia tidaklah merata bagi setiap individu, tiga poin tersebut di atas diharapkan mampu mengintegrasikan semangat kearifan lokal, modal sosial, serta self-journalism yang berfokus pada wacana dan praktek lingkungan hidup di masyarakat urban hunian padat.

Masalah yang ingin diatasi:
Masalah utama yang hendak diatasi adalah: praktek bermedia seperti apa yang mampu merepresentasikan sekaligus meredam potensi konflik aktivitas warga dalam memberdayakan lingkungannya?<br /> Hal tersebut menjadi poin masalah utama karena RT 7 Margorukun VI Surabaya adalah kampung padat hunian di tengah kota Surabaya. Kampung ini banyak meraih gelar juara di lomba kebersihan yang dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya seperti program Merdeka dari Sampah, dan Green and Clean sehingga menjadi kampung percontohan bagi masyarakat Surabaya khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Hampir setiap minggu kampung ini menerima kunjungan dari berbagai daerah baik dari institusi pemerintah, swasta, maupun universitas dan sekolah.<br /> Masalah utama yang dihadapi oleh warga RT 7 Margorukun VI Surabaya adalah ketiadaan media yang secara efektif mempublikasikan pengetahuan lokal serta aktivitas warga dalam memelihara serta memaksimalkan potensi lingkungannya. Selama ini, warga sekadar menyambut dan menjelaskan secara verbal kepada para tamu tentang pengetahuan lokal mereka tentang teknik mengolah sampah, cara memotivasi warga agar memiliki dan konsisten dalam aktivitas lingkungan, teknik pengolahan air limbah rumah tangga, dan sebagainya. Jika dicermati, cara tersebut sesungguhnya tidak efektif karena masih bersandar pada budaya lisan yang berimplikasi pada terbatasnya persebaran informasi dan pengetahuan yang warga miliki.<br /> Selain itu, warga hanya mengandalkan pada media massa mainstream, dalam hal ini koran maupun televisi untuk mempublikasikan aktivitas mereka; sedangkan akses terhadap media massa masih dimiliki sebagian warga karena faktor ekonomi dan lainnya. Akibatnya, terjadi monopol yang mengarah pada tindak ‘korupsi’, yang dilakukan oleh oknum pengurus kampung dalam mengatur keuntungan yang didapat dari kunjungan tamu dan penjualan produk hasil olahan sampah yang dikerjakan oleh warga. Hal tersebut sudah menjadi permasalahan pelik warga kampung ini dan pada beberapa sisi telah mereduksi motivasi warga dalam melanjutkan aktivitas mereka di bidang lingkungan seperti yang sudah membuahkan prestasi selama ini.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Solusi yang ditawarkan adalah (1) dengan menciptakan situs atau website yang merepresentasikan seluruh aktivitas maupun aspirasi warga dalam memberdayakan lingkungannya; (2) dengan memberi pelatihan jurnalistik dan praktek bermedia khususnya media online kepada warga agar memiliki modal pengetahuan yang cukup untuk melakukan self-journalism; (3) dengan membentuk struktur redaksi yang secara kontinu bertanggung jawab pada update informasi yang tertera pada situs atau website yang akan dibuat; (4) membekali redaksi dengan infrastruktur yang memadai untuk menjalankan aktivitas mediasinya secara berkelanjutan.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah warga RT 7 Margorukun Surabaya sebagai subjek utama ide proposal ini, masyarakat umum baik dari dalam maupun luar negeri, karena bisa mendapat informasi dan memiliki ranah diskusi untuk menyoal lingkungan hidup di kota besar, dan pemerintah, baik kota maupun pusat, karena bisa menjadi percontohan bahwa aktivitas positif dalam lingkungan hidup di kota besar padat hunian bukanlah sesuatu yang mustahil. Dengan memaksimalkan potensi pengetahuan lokal dan nilai-nilai budaya setempat, kesadaran terhadap lingkungan bisa dibangun dan berkelanjutan.

Ukuran kesuksesan:
Dari banyaknya pengunjung situs yang akan dibuat, antusiasme warga mengikuti program pelatihan jurnalistik dan keredaksian yang dirancang, dan produktivitas warga menghasilkan ide-ide menarik tentang pemeliharaan lingkungan hidup khususnya di wilayah padat hunian

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas