Anda berada di mode pratinjau.
| |

Dokumenter Kampoeng

545

545 - Dokumenter Kampoeng


Nomor:
545

Inisiator:
Kamera (Komunitas Muda Kreatif)

Organisasi:
Kamera (Komunitas Muda Kreatif)

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Palu, Sulawesi Tengah

Dana:
223 Juta Rupiah

Topik hibah:
Kebebasan dan etika bermedia

Masa Aktivitas:
Januari – Desember 2012 (persiapan – pemutaran)

Deskripsi Proyek:
Documenter kampoeng merupakan program pelatihan dan pendidikan yang ditujukan kepada masyarakat yang ada di desa yang berhubungan dengani teknik pembuatan video/film documenter. Hal ini bertujuan agar masyarakat khususnya pemuda dapat menyalurkan kreatifitas yang mereka miliki. Kemudian dapat menggunakan kemampuan yang mereka miliki tersebut untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang ada di desannya dan juga untuk melindungi serta melestarikan sumberdaya alam dan kebudayaan yang mereka miliki.

Masalah yang ingin diatasi:
Saat ini masyarakat desa khususnya pemuda dihadapi dengan sejumlah permasalahan yang behubungan dengan lingkungan, sosial, dan kebudayaan. Masalah lingkungan, berhubungan dengan semakin rusaknya lingkungan pedesaan akibat ulah dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Maraknya pengrusakan hutan seperti penebangan dan penjarahan, pembukaan lahan baru dengan membakar hutan, terancamnya habitat hutan, dan lain sebagainya. Untuk itu membutuhkan perhatian yang besar dari masyarakat desa, khususnya pemuda. Selain masalah tersebut, masyarakat desa juga dihadapkan pada masalah budaya local yang mulai terancam keberadaannya. Pekembangan media massa menjadikan desa semakin global. Berbagai budaya baru masuk dan menyelinap diantara genarasi muda. Bahkan menjadikan generasi muda lebih memilih budaya baru tersebut ketimbang budaya leluhur mereka. Jika hal tersebut dibiarkan, maka lambat laun budaya local akan hilang dengan pasti.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Melalui kemampuan membuat video yang baik, diharapkan masyarakat desa mampu menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi dengan lebih baik. Masyarakat desa dapat membuat film documenter mengenai hutan mereka yang rusak dan kemudian hasilnya dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait. Masyarakat desa dapat mendokumentasikan kebudayaan yang mereka miliki, sehingga kekawatiran terancam punahnya sebuah kebudayaan dapat teratasi. Dengan demikian generasi berikutnya dapat belajar dari video yang ada.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah pemuda desa dan tidak menuntut kemungkinan akan melibatkan siapa saja yang tertarik. Dalam hal ini jelas yang diuntungkan adalah masyarakat desa tersebut. Selain mereka dapat memperoleh pengetahuan mengenai teknik film/video documenter, mereka juga dapat mejaga lingkungan dan melastarikan warisan budaya yang mereka miliki.

Ukuran kesuksesan:
Dengan berhasilnya pemuda di desa tersebut menghasilkan karya berupa video baik itu mengenai lingkungan maupun budaya yang ada disekitar mereka

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas