Anda berada di mode pratinjau.
| | |

LIrIK

542

542 - LIrIK


Nomor:
542

Inisiator:
Solidaritas Rakyat Pekerja

Organisasi:
Solidaritas Rakyat Pekerja

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Bogor

Dana:
350 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Desember 2013 (dua tahun)

Deskripsi Proyek:
Fokus proyek ini adalah advocacy journalism. Melalui pembuatan media website dan penguatan komunitas sebagai pelaku media, Lirik dimaksudkan menjadi media online partisipatoris dimana kaum pekerja dan komunitas akar rumput terlibat dalam pengumpulan, peliputan, analisa dan penyebaran berita dan informasi. Mereka adalah sumber berita sekaligus pembentuk berita dan informasi berkaitan dengan isu-isu menyangkut hajat hidup dan kepentingan mereka sebagai warga kota. Pembentukan dan penguatan kelompok kerja dari kalangan pekerja di suatu komunitas ditujukan pada munculnya koresponden relawan. Media ini tidak semata-mata menjadi etalase organisasi, tapi mau mengadvokasikan hak-hak konstitusional warga Negara untuk pemenuhan hak untuk hidup layak dan sejahtera. Dengan pelibatan pekerja lintas sektor Lirik diharapkan bisa menjadi jaringan gerakan sosial maya yang akan menjembatani gerakan pekerja dan gerakan sosial.

Masalah yang ingin diatasi:
Kebebasan berorganisasi ternyata tidak serta merta membuat serikat pekerja (SP) menjadi kuat dan efektif meningkatkan kesejahteraan pekerja. Sepanjang 13 tahun usia reformasi yang penuh dengan berbagai aksi pekerja, nampak SP belum efektif. Kondisi pekerja belum menjadi lebih baik dan SP justru semakin teralinasi dari anggotanya sendiri dan dari komunitas sebagai aliansi strategisnya. Kondisi tersebut disebabkan antara lain karena telah terjadi pengebirian SP secara sistematis. Menyusul diratifikasinya konvensi ILO No. 98 tentang hak berorganisasi dan berunding yang menandai awal reformasi, pemerintah malah membuat kebijakan yang inkoheren dengan mengeluarkan paket reformasi UU perburuhan yang membatasi ruang gerak SP (softhening rights violations); UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan. Judicial review atas UU tersebut telah gagal. Dibutuhkan strategi baru pengorganisasian SP dan membangun jaringan sosial yang solid.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Membuat media sebagai wadah ekspresi kepentingan bersama sebagai warga. Membentuk kelompok-kelompok kerja dengan pendekatan komunitas di sekitar wilayah industri dan wilayah pesisir. Belajar bersama tentang jurnalistik, hak-hak warga yang dijamin konstitusi, struktur sosial kemudian mendorong mereka menjadi koresponden relawan. Proses belajar sambil bekerja dilakukan terus menerus melalui diskusi-diskusi kelompok rutin dan sekaligus menjadi pelaku media. Mendorong aksi untuk melakukan advokasi bersama tentang isu-isu yang dianggap penting dan mendesak. Lirik berupaya menawarkan platform bersama dimana pekerja dan komunitas berdiri di atasnya. Pokja akan memainkan peran penting menjadi focal point masing-masing wilayah untuk memberikan kepemimpinan kepada komunitasnya, menularkan ide dan memobilisasi warga.<br /> Pihak yang menerima manfaat dari proyek ini adalah pekerja tetap dan kontrak/harian di sektor manufaktur, nelayan, masyarakat kecil, dan DPC-DPC (Pimpinan Cabang) Serikat Pekerja, serta koperasi-koperasi pekerja.

Ukuran kesuksesan:
Terbentuknya kelompok kerja yang solid dan aktif, kuatnya partisipasi pekerja dan warga dalam proses pemberitaan, terbentuk disiplin kerja jurnalistik, pekerja dan warga sadar atas hak-hak konsitusi mereka sebagai warga, terbangunnya kesadaran SP tentang strategi baru pengorganisasian, meluasnya dampak media, dan meningkatnya posisi tawar pekerja dan warga terhadap pemerintah lokal.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas