Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

521 - Desa Saraswati


Nama Inisiator

openmadiun.com

Organisasi

openmadiun.com

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Atmosfir Eks Karesidenan Madiun pun telah secara terlahan bergeser menuju pada gelombang masyarakat informasi. Bila meminjam pendapat Alvin Toffler pada bukunya The Thrid Wave , dia telah membagi masyarakat menjadi tiga gelombang, yang pertama adalah gelombang masyarakat agraris, gelombang masyarakat industri dan gelombang masyarakat informasi. Dia pun menyatakan bahwa pada komputer dan tehnologi akan semakin membantu pembentukan komunitas dan bukan mereduksinya. Bila meminjam pendapat E.F. Schumacher dalam buku ”Small is Beautiful” bahwa pembangunan masyarakat bukan dimulai dari barang melainkan manusianya melalui pendidikan, organisasi dan disiplin. Maka hal yang sangat dibutuhkan untuk menunjang program ini adalah ketiga hal tersebut yaitu melalui pendidikan dan pelatihan serta pengintegrasian dalam sebuah semangat pertukaran informasi menuju identitas sebagai desa informasi. Desa informasi merupakan integrasi dari konsep desa ramah informasi dan ramah tehnologi dan ramah potensi diri. Dengan sulitnya akses informasi dan komunikasi ini tak hanya akan memperlambat perkembangan e-government di Indonesia tetapi juga menghambat berkembangnya pengetahuan masyarakat. Sehingga, dengan lambatnya perkembangan pola pikir ini akan memperlambat kemajuan dan perbaikan kualitas hidup mereka sendiri. Oleh karena itu untuk memperlancar arus informasi akan potensi sebuah desa diperlukan sebuah program desa yang berfungsi sebagai sarana transformasi informasi warga desa.

Masalah yang Diangkat

Dampak dari informasi superhigway adalah derasnya arus informasi. Namun sayangnya bagi masyarakat lokal dan pedesaan, informasi tidak mampu dipilah secara bijaksana. Masyarakat lokal hanya mencapai taraf pengguna inovasi belum sampai taraf alih teknologi informasi

Solusi

Membentuk komunitas ramah informasi di lingkungan pedesaan, mengadakan pelatihan penulisan berita dan pengelolaan website desa sebagai upaya penegakan prinsip jurnalisme kewargaan, dan membentuk polindes, pos linux pedesaaan sebagai base tehnologi untuk desa sebagai pusat koordinasi RT RW net.
Pihak yang akan menerima manfaat dari proyek ini adalah perangkat desa, karang taruna dan kelompok masyarakat pemerhati tehnologi dan informasi di Desa Jjogodayuh kabupaten madiun sebagai pilot project.

Target

perangkat desa, karang taruna dan kelompok masyarakat pemerhati tehnologi dan informasi di desa jogodayuh kabupaten madiun sebagai pilot project

Indikator Sukses

Terbentuknya pewarta pedesaan yang kompeten sebagai sarana keterbukaan informasi, keberlanjutan komunitas informasi dan tehnologi di desa dalam bentuk kelompok study tehnologi informasi pedesaan, dan warga menjadi kontributor aktif website desa.

Lokasi

Madiun, Jawa TimurMadiun, Jawa Timur

Dana yang Dibutuhkan

75 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Desember – Februari (3 bulan)