Anda berada di mode pratinjau.
| |

Al-Faz: Sanggar dan Perpustakaan Komunitas untuk Anak Korban Lapindo

485

485 - Al-Faz: Sanggar dan Perpustakaan Komunitas untuk Anak Korban Lapindo


Nomor:
485

Inisiator:
Sanggar Anak dan Perpustakaan Komunitas “Al Faz”

Organisasi:
Sanggar Anak dan Perpustakaan Komunitas "Al Faz"

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Sidoarjo, Jawa Timur

Dana:
57 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari-Juni 2011 (6 bulan)

Deskripsi Proyek:
Proyek pengembangan Sanggar dan Perpustakaan Komunitas “Al-Faz” sebagai wadah untuk anak-anak korban Lapindo memperoleh informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan diri di tengah situasi berisiko dan untuk memahami tentang apa yang sesungguhnya terjadi di lingkungannya dan bagaimana merespon secara tepat. Pendekatan dilakukan melalui permainan kreatif dan kegiatan seni, serta pengajaran berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas menyerap dan menghasilkan berbagai bentuk informasi dari perspektif anak.

Masalah yang ingin diatasi:
Untuk proyek ini ada tiga (3) fokus masalah yang berusaha diatasi: (1) Bagaimana anak-anak dapat mengerti seperti apa kasus semburan lumpur Lapindo mempengaruhi lingkungannya baik dari sisi lanskap alam, sosial-ekonomi, kesehatan, serta pendidikan mereka. (2) Bagaimana anak-anak dapat merespon kondisi lingkungannya tersebut dan bisa meminimalkan resiko yang harus mereka tanggung sebagai akibat kondisi lingkungannya (3) Bagaimana anak-anak dapat tetap mengembangkan dirinya dengan segala potensi yang dimiliki dan menyuarakan kondisinya dalam berbagai bentuk informasi kepada masyarakat luas untuk memberikan dukungan dan solidaritas terhadap mereka.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan:<br /> (1)Pengelolaan Perpustakaan: Perpustakaan yang telah ada sekarang masih membutuhkan pengembangan, baik dari sisi jumlah materi informasi yang dipunyai maupun manajemen perpustakaan untuk mengefektifkan penggunaan perpustakaan sebagai media penyebaran informasi.<br /> (2)Pengembangan sanggar dan pendampingan kelompok belajar anak dengan metode bermain: Kelompok belajar anak yang telah berjalan selama ini akan lebih ditingkatkan untuk mendorong anak-anak dapat mengakses informasi dengan lebih baik menggunakan metode permainan dan seni kreatif<br /> (3)Kampanye anak-anak korban Lapindo: menciptakan media bersuara untuk anak-anak korban Lapindo untuk dapat mengkampanyekan kondisi mereka terkait kasus semburan lumpur Lapindo melalui pentas seni anak dan pameran hasil karya anak.<br /> Pihak yang akan menerima manfaat dari proyek ini adalah anak-anak korban Lapindo pada rentang usia 6-17 tahun, terutama yang berlokasi di sekitar Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo

Ukuran kesuksesan:
(1)Ada penambahan 300 item media informasi anak-anak (buku, majalah, komik, film, software)<br /> (2)Ada katalogisasi inventaris perpustakaan<br /> (3)Ada penambahan 30 item permainan kreatif dan peralatan kesenian<br /> (4)Ada pertemuan rutin sebagai media belajar dan bermain anak minimal 1 X per minggu<br /> (5)Ada 1 kali pentas seni anak<br /> (6)Ada 1 kali pameran hasil karya anak

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas