Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Situs Kearifan Lokal Nusantara

446

446 - Situs Kearifan Lokal Nusantara


Nomor:
446

Inisiator:
Maria Elisabeth Angeline Hutaviari

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Jakarta

Dana:
400 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Aktivitas ini akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama melalui dana hibah ciiptamedia akan berlangsung selama dua tahun (November 2011-Oktober 2013), dan tahap selanjutnya akan berlanjut terus secara independen.

Deskripsi Proyek:
Proyek ini adalah proyek upaya melestarikan kearifan lokal melalui pendokumentasian onlne cerita rakyat dari seluruh daerah di indonesia. Melalui proyek ini berbagai bentuk kearifan lokal yang dimiliki oleh kebudayaan-kebudayaan di seluruh nusantara akan kembali dimunculkan dan digali sebagai wacana alternatif penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Masalah yang ingin diatasi:
Local Wisdom terancam punah secara perlahan, padahal begitu banyak hal bisa dipetik dari local wisdom (kearifan lokal) berbagai daerah di Indonesia yang mengajarkan harmoni kehidupan antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam semesta. Kerusakan lingkungan, kepunahan berbagai bentuk kekayaan alam, dan hilangnya tradisi lokal di berbagai daerah yang terus menerus terjadi adalah masalah utama yang ingin kami atasi melalui proyek pendokumentasian kearifan lokal nusantara ini. Keserakahan manusia muncul dan menjadi-jadi antara lain karena manusia tak mau lagi belajar dari kearifan lokal budaya asli nusantara.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Permasalahan terancam punahnya kearifan lokal seharusnya bisa dicegah melalui jalur-jalur pendidikan formal, namun selama ini hal tersebut tidak terjadi. Kami berinisiatif melakukan upaya mengatasinya melalui pendokumentasian cerita rakyat dari seluruh nusantara dan memuatnya secara online dalam situs kearifan lokal. Upaya ini akan dilakukan dengan cara melibatkan langsung para sastrawan dan budayawan di berbagai daerah sebagai penulis ulang dan pendokumentasi cerita-cerita yang ada di daerah mereka.<br /> Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah para guru sekolah dasar sampai sekolah menengah atas di berbagai daerah di indonesia, lalu para mahasiswa sastra dan budaya yang membutuhkan data cerita rakyat, para peneliti, dan juga para seniman/budayawan.

Ukuran kesuksesan:
Terkumpul dan terdokumentasinya 500 cerita rakyat nusantara selama tahun pertama dan 500 cerita pada tahun kedua dan meningkatnya dukungan seniman-budayawan dari berbagai daerah menjadi 5 orang di setiap propinsi dalam dua tahun.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas