Anda berada di mode pratinjau.
| | |

Gerakan Membaca Meretas Batas Memperoleh Akses terhadap Informasi (GEMA MERPATI)

428

428 - Gerakan Membaca Meretas Batas Memperoleh Akses terhadap Informasi (GEMA MERPATI)


Nomor:
428

Inisiator:
Muhammad Amir Mallarangan

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 Sep 2011

Lokasi:
Makassar,Sulawesi Selatan

Dana:
551 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari-September 2011 (9 bulan)

Deskripsi Proyek:
Aksi dan inisiasi berskala regional untuk membentuk agen pembaharu di daerah terpencil di propinsi Sulawesi Selatan dan Barat melalui pelatihan dan pendampingan (mentoring) terpadu bagi para guru dan siswa di jenjang pendidikan dasar (SD/MI, SMP/MTs) dengan mengikutsertakan orangtua dan masyarakat, meningkatkan partisipasi mereka melalui gerakan gemar membaca berbasis sekolah, keluarga dan masyarakat untuk membuka akses terhadap informasi melalui media cetak dan tulis yang dimulai dari sekolah dan berkelanjutan di rumah dan masyarakat pada 4 wilayah etnis (Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar).

Masalah yang ingin diatasi:
1. Rendahnya minat baca guru dan siswa yang berdampak pada kurangnya keinginan memperoleh informasi melalui media cetak dan tulis.<br /> 2. Dampak lanjutan yang ditimbulkan dari rendahnya minat baca guru dan siswa adalah rendahnya kualitas pembelajaran dan penggunaan media cetak dan tulis sebagai sumber belajar.<br /> 3. Rendahnya minat baca dan guru memeberikan dampak lanjutan bagi orangtua/keluarga dan masyarakat. Siswa dan guru tidak termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan dan budaya yang dapat meretas betas dan ketertinggalan informasi karena karena kondisi geografis yang sulit terjangkau, yang sesungguhnya siswa dan guru dapat menjadi agen pembaharu akses informasi bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Melakukan pelatihan progam membaca dengan topik “gerakan gemar membaca” dimulai dari sekolah, keluarga dan masyarakat untuk meretas batas akses informasi. Pelatihan diperuntukkan bagi siswa dan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang terintegrasi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama atau yang sederajat dengan melipaatkan orangtua siswa. 2. Pelatihan difokuskan pada guru dan ssiswa yang menjadi target utama sebagai agen pembaharu.<br /> Menyiapkan bahan bacaan dari media cetak dan tulis sebagai sumber belajar. Pengadaan bahan-bahan bacaan adalah bagian dari pelatihan menggunakan bahan bacaan untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan kebiasaan dan budaya baca.<br /> 3. Melakukan pendampingan (mentoring) bagi guru,siswa,kepala sekolah, dan pengawas sekolah pasca pelatihan untuk memberikan bantuan profesional dalam mengaplikasikan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang telah diperoleh dan terbentuk dan memastikan bahwa kegiatan pelatihan ditindaklanjuti di sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar (masyarakat).<br /> 4. Terbentuknya perpustakaan kelas dan taman baca masyarakat yang dimotori oleh agen pembaharu (siswa,guru, kepala sekolah, pengawas sekolah) dengan mengikutsertakan orang tua siswa/masyarakat. Agen pembaharu yang telah menerima manfaat dari gerakan gemar membaca melalui pelatihan dan pendampingan menjadi ujung tombak pelaksanaan dilapangan terus menerus dan berkelanjutan ditingkatkan kapasitasnya untuk mengelola perpustakaan dan taman baca.<br /> Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (7 sampai 15 tahun) atau yang sederajat, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang masih aktif (21-56 tahun), dan orang tua siswa yang anaknya bersekolah di SD dan SMP sederajat serta masyarakat umum yang bermukim di daerah yang ditetapkan di 4 kawasan etnis Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar (kabupaten Pinrang, Jeneponto, Mamasa,Majene) propinsi Sulawesi Selatan dan propinsi Sulawesi Barat.

Ukuran kesuksesan:
1. Semakin banyak siswa, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, orang tua siswa/masyarakat membaca bahan bacaan dari media cetak dan tulis (mengakses informasi) berdasarkan hasil pre-survay dan post=survey.<br /> 2. Semakin banyak agen pembaharu selain yang telah dilatih dan didampingi terbentuk untuk mengakses informasi dari media cetak dan tulis dengan cepat dan mudah melalui perpustakaan sekolah dan taman baca.<br /> 3. Semakin banyak bahan bacaan dan perpustakaan kelas dan taman baca di susut-sudut kelas/sekolah.<br /> 4. Minat baca meningkat baik di sekolah maupun di rumah/di lingkungan masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan dan bahan bacaan yang dipinjam melalui perpustakaan kelas/sekolah dan taman baca.<br /> 5. Semakin meningkat dan bervariasi bahan bacan yang bersumber dari media cetak dan tulis yang dijadikan sumber belajar guru dan siswa, kepala sekolah, dan pengawas dalam melakukan aktifitas pembelajaran di sekolah dan di rumah.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas