Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

422 - BIOSKOP MERDEKA (BM) di 7 kota di Indonesia


Nama Inisiator

Babibutafilm

Organisasi

babibutafilm

Topik

Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Deskripsi Proyek

Menambah ruang putar alternatif di Indonesia, melalui kerjasama dengan komunitas yang ada. BM memberikan modal 1(satu) set proyektor dan layar (home theater quality dengan layar lebar), 1(satu) set sound system yang nantinya akan menjadi hak kepemilikan oleh komunitas. BM selaku distributor film melakukan kegiatan diseminasi film. Melalui kerjasama dengan filmmakers lokal maupun global; dan festival film internasional, sebagai sumber pengadaan film, baik gratis maupun berbayar (untuk film maimstream). Tematik program, seperti film-film lingkungan, perempuan, perjuangan, dll. Metode keberlangsungan program: komunitas terseleksi, akan diberikan modal seperangkat alat pemutaran film beserta program film yang akan diputar. Untuk menciptakan rasa kepemilikan, akan disusun sebuah sistem pembiayaan ‘mencicil’ atau microfinance systems bagi komunitas. Keberlanjutan program akan dilakukan dengan menyusun pengelolaan program pemutaran bersama dengan komunitas-komunitas yang terlibat. Kegiatan BM akan merangsang pertumbuhan penayangan film termasuk film-film produksi lokal (daerah), termasuk didalamnya adalah diskusi yang berhubungan dengan filmmaking, misalnya storytelling, dll. Mengumpulkan penonton film alternatif dan mendekatkan kegiatan menonton ke masyarakat yang umum.

Masalah yang Diangkat

Keterbatasan ruang putar alternatif, diperlukan tempat untuk mengakomodir flm yang tidak memiliki nilai komersil tinggi. Keterbatasan konten dan variasi film yang ditonton juga memberikan dampak atas keterbatasan pemahaman akan konten film itu sendiri baik dari sisi storytelling maupun bahasa visual. Keterbatasan jumlah sekolah pendidikan film di indonesia hanya 2(dua), IKJ dan Binus Internasional, dan hanya ada di Jakarta, menjadi faktor utama penyebab lambatnya perkembangan film dan apresiasinya. Minimnya pengalaman menonton film dan khususnya kedekatan menonton belum diakomodir dengan baik. Akibatnya pertumbuhan kecintaan menonton film dan di layar lebar terbatas. Untuk itu, BM membantu percepatan apresiasi film masyarakat dan menyediakan akses tersebut.

Solusi

Memberikan fasilitas ruang putar alternatif BIOSKOP MERDEKA dan mendatangkan pengalaman menonton di layar lebar yang memadai untuk film Medistribusikan film-film berkualiatas kepada komunitas dan memberikan kebebasan kepada komunitas untuk mengembangkan usaha nya di bidang film, melalui kegiatan putar film. BM melakukan kegiatan co-financing/micro financing kepada komunitas sebagai bentuk tanggung jawab komunitas. Mengisi ruang pendidikan secara umum dan film khususnya, melalui kegiatan diskusi dan workshop.
Pihak yang diuntungkan melalui proyek ini adalah komunitas film, seni dan pendidikan. BM dapat bekerjasama dengan Universitas bila tidak ditemukan komunitas di daerahnya. BM membagi kegiatan dalam 7 region: Jakarta, Jogjakarta/Solo, Medan, Makasar, Banjarmasin/Samarinda, Bali/Nusa Tenggara Barat, Ambon/Papua Masyarakat pada umunhya dan remaja, khususnya di 7 kota (pilot project).

Target

Komunitas film, seni dan pendidikan. BM dapat bekerjasama dengan Universitas bila tidak ditemukan komunitas di daerahnya. BM membagi kegiatan dalam 7 region: Jakarta, Jogjakarta/Solo, Medan, Makasar, Banjarmasin/Samarinda, Bali/Nusa Tenggara Barat, Ambon/Papua Masyarakat pada umunhya dan remaja, khususnya di 7 kota (pilot project)

Indikator Sukses

Pertumbuhan jumlah pemutaran film di daerah dan komunitas-komunitas serta jumlah audience. Sebagai contoh, BM selama 1 bulan mengumpulkan rata-rata 60-100 penonton untuk 4-8 kali screening.

Lokasi

DKI Jakarta

Dana yang Dibutuhkan

2,8 Miliar Rupiah

Durasi Proyek

2 tahun (2012 – 2014)