Anda berada di mode pratinjau.
| |

Merajut Kemerdekaan Berpikir dari Batasan Gender

406

406 - Merajut Kemerdekaan Berpikir dari Batasan Gender


Nomor:
406

Inisiator:
Program Studi Kajian Gender Universitas Indonesia

Organisasi:
Program Studi Kajian Gender Universitas Indonesia

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
DKI Jakarta

Dana:
400 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Desember 2011 – Januari 2013

Deskripsi Proyek:
Tulisan merefleksikan sudut pandang penulis dalam melihat dunia. Sementara menulis dapat menjadi bagian terapi dan cermin bagi penulis untuk melihat kembali bias-bias yang tidak dia sadari. Pemahaman terhadap dua hal di atas ingin kami wujudkan dalam kegiatan penguatan kapasitas bagi kelompok akademik yang sangat diharapkan memiliki keberpihakan pada kelompok marginal. Hasil dari tulisan dan refleksi tersebut kemudian dimuat di berbagai media (online dan tercetak), diolah menjadi sebuah tulisan bunga rampai dan memicu diskusi dan perubahan pemikiran di komunitas dan kelompok kajian di dalam dan di luar kampus.

Masalah yang ingin diatasi:
Membentuk dan menguatkan perspektif gender merupakan kegiatan berkelanjutan yang terorganisir. Saat ini masih banyak mahasiswa, sarjana, bahkan guru besar yang tidak memiliki perspektif adil gender, tidak mampu melakukan analisis kekuasaan, dan tidak berpihak pada komunitas marginal di tingkat personal dan di tingkat masyarakat. Akibatnya pemahaman ilmu (hukum, antropologi, sastra, kesehatan, dll) yang dimiliki lulusan sebatas ilmu pengetahuan formal tekstual. Sementara lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memahami ilmu secara teks tapi juga mengimplementasikan dan mengabdikan ilmu bagi kebaikan masyarakat yang majemuk. Perspektif adil gender juga bukan sebatas dipahami secara teoretis melainkan perlahan-lahan menyatu dengan kepekaan personal.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Membuat rangkaian kegiatan penguatan kapasitas melalui pelatihan kepekaan gender untuk menggugah bias gender dalam diri peserta dan pelatihan penulisan konten yang berperspektif gender di 3 tempat yang memerlukan banyak perbaikan yaitu DKI Jakarta yang mengeluarkan kebijakan publik yang menjadi rujukan berbagai provinsi lain, Jawa Barat yang bermasalah dengan isu pluralisme, dan Aceh dengan isu hukum shariah. Konten akan diupload di website dan blog asosiasi yang selama ini tidak maksimal. Pihak yang mendapatkan manfaat adalah target mahasiswa & anggota asosiasi pemerhati kajian gender (di dalamnya termasuk peneliti, dosen, aktivis perempuan) di 3 lokasi: Jakarta, Depok-Jawa Barat, Aceh. Anggota asosiasi berada dalam birokrasi, pengorganisasian komunitas lokal, dan akademisi yang memiliki jaringan mahasiswa, dampingan dan akses pada berbagai tingkat kebijakan.

Ukuran kesuksesan:
Perubahan perspektif dapat dilihat dari jumlah dan perspektif konten yang dibuat oleh peserta, serta kemampuan mengartikulasikan perspektif menjadi sebuah konten.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas