Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

375 - Warta di Garis Batas


Nama Inisiator

Muhlis Suhaeri

Organisasi

NA

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Proyek ini bertujuan memberdayakan masyarakat di sepanjang perbatasan. The Voice of Voiceless atau menyuarakan mereka yang tak bisa bersuara. Caranya, memberi pelatihan menulis dan memotret pada warga di sepanjang perbatasan. Sehingga mereka bisa menulis dan memotret berbagai permasalahan, realitas dan kehidupan di sekitar mereka.

Masalah yang Diangkat

Sentralisme pembangunan di Indonesia membuat sebagian besar wilayah di luar Jawa, tertinggal dari segi pembangunan. Pembangunan tak merata tersebut menciptakan berbagai permasalahan sosial, ekonomi, politik dan nasionalisme.

Demikian juga pembangunan di perbatasan Kalbar dan Malaysia. Perbatasan sepanjang 847,3 km sebagian besar tertinggal dari segi pembangunan. Ada 98 desa, 14 kecamatan dan 5 kabupaten. Semuanya tertinggal dari segi pembangunan.

Hal itu membuat warga perbatasan merasa terpinggirkan. Karenanya, tak heran bila ada warga perbatasan yang ingin pindah kewarganegaraan, atau mengibarkan bendera Malaysia. Seperti yang terjadi pada HUT Kemerdekaan RI ke 66 di Mungguk Gelombang, Sintang, Kalbar.

Buruknya infrastruktur dan jauhnya jarak, membuat permasalahan di perbatasan tak mendapat porsi pemberitaan. Luasnya area liputan bagi jurnalis, membuat isu perbatasan kurang mendapatkan porsi. Padahal permasalahan di perbatasan sangat banyak. Mulai dari traficking, illegal logging, illegal trading, ketertinggalan pembangunan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Masalah pertahanan dan keamanan Negara (Hankam).

Karena itu penting memberdayakan warga perbatasan dan membuat pemberitaan mengenai berbagai permasalahan di perbatasan. Sehingga pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, lebih punya kepedulian dengan pembangunan perbatasan.

Solusi

Penanganan masalah dilakukan dengan pendekatan Citizen Journalism atau Jurnalisme Warga. Warga memberitakan permasalahan yang mereka hadapi, isu yang berkembang mengenai perbatasan, dan berbagai permasalahan aktual yang sedang terjadi. Media memberitakan berbagai potensi ekonomi lokal. Produk kerajinan. Hasil perkebunan warga. Dan, berbagai permasalahan lingkungan, sosial lainnya.

Perkembangan internet dan konvergensi media yang mau tak mau harus dihadapi kalangan media, akan kami ikuti dengan pembuatan media dalam satu tampilan. Ada berita online dan foto. Dalam jangka panjang dan dalam rangka konvergensi media, juga akan menggunakan streaming video dan radio. Semua terintegrasi dalam satu layar. Sehingga berita bisa diakses dengan mudah melalui internet atau telepon genggam.

Kami juga akan bekerja sama dengan media main stream dari segi pemberitaan. Media yang bakal dibuat menyediakan berita layak muat, memenuhi unsur 5W+1H, berimbang, dan memenuhi etika jurnalisme. Berita juga akan dibagi dan disebar ke social media, seperti Facebook, Twitter dan Flickr.

Muatan berita berperspektif lokal, menyuarakan mereka yang tak bisa bersuara, tidak bersikap rasis, pluralis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Karenanya, kemampuan warga harus dilatih dari segi kemampuan teknis dan kapasitas diri. Sehingga mampu membuat berita, menganalis, mengelola web sendiri, dan memperluas jaringan dengan semua stakeholder atau pemangku kepentingan dalam masalah pembangunan perbatasan.

Pembuatan media ini akan menguntungkan warga yang tinggal di sepanjang perbatasan Indonesia dan Malaysia. Mulai anak baru lahir, usia sekolah, usia produktif hingga usia non produktif. Warga dari semua golongan umur akan diuntungkan. Sehingga kesenjangan ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan akan lebih baik.

Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten juga diuntungkan dengan berbagai informasi terbaru mengenai permasalahan aktual yang terjadi di perbatasan.

Target

Pembuatan media ini akan menguntungkan warga yang tinggal di sepanjang perbatasan Indonesia dan Malaysia. Mulai anak baru lahir, usia sekolah, usia produktif hingga usia non produktif. Warga dari semua golongan umur akan diuntungkan. Sehingga kesenjangan ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan akan lebih baik.
Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten juga diuntungkan dengan berbagai informasi terbaru mengenai permasalahan aktual yang terjadi di perbatasan.

Indikator Sukses

Semakin banyaknya berita tentang perbatasan

Lokasi

Pontianak

Dana yang Dibutuhkan

530 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Januari – Desember 2012