Anda berada di mode pratinjau.
| |

NgapakNEWS.com

369

369 - NgapakNEWS.com


Nomor:
369

Inisiator:
NgapakNEWS

Organisasi:
NgapakNEWS

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Kebumen

Dana:
500 Juta Rupiah

Topik hibah:
Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Desember 2013

Deskripsi Proyek:
Proyek ini merupakan respon terhadap makin terancamnya bahasa atau dialek lokal, dalam hal ini bahasa ngapak – yang digunakan di beberapa daerah di Jawa Tengah. Padahal, seperti kata Tohari, sastrawan Banyumas, “Bahasa atau dialek adalah salah satu ciri khas dari suatu suku bangsa. …..Jelasnya, tanpa basa Banyumasan (salah satu daerah yg menggunakan bahasa ngapak) sesungguhnya wong pangiyongan boleh dikata akan terhapus dari peta etnik bangsa ini.

Masalah yang ingin diatasi:
Hilangnya bahasa atau dialek — apapun yang menjadi penyebab– akan berdampak terhadap hilangnya identitas budaya suatu suku bangsa — dalam hal ini dialami oleh bahasa dan dialek ngapak yang dikesankan dengan stereotip katrok, kampungan, “terbelakang”, “underestimated”. NgapakNEWS bertujuan mendorong membangun kesadaran publik mengenai Indonesia yang multikultural bahwa tidak ada bahasa dan bangsa yang lebih rendah dari lainnya, serta untuk memberikan ruang bagi masyarakat ngapak untuk mengekpresikan identitas budayannya untuk mendorong Indonesia yang multikultural.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
NgapakNEWS akan melakukan:<br /> 1) Pendidikan jurnalisme berbasis multikultural, serta memberikan ruang kepada masyarakat berbahasa dan berlogat ngapak untuk mengekpresikan pikiran-pikirannya, juga apa saja berkait sejarah dan hal-hal sosial, budaya dan politik mereka dari perspektif mereka sendiri.<br /> 2) Melakukan ekplorasi dan peliputan mengenai bahasa dan dialek ngapak, termasuk pikiran-pikiran, ideom-ideom dan kearifan lokal ngapak. Hasil ekplorasi akan ditampilkan di NgapakNEWS.com agar menjadi wacana publik dan menumbuhkan kesadaran mengenai adanya identitas budaya.<br /> 3) Secara teknis, membaguskan dan memperkaya NgapakNEWS.com dengan teks, image, video dan audio, serta melatih orang-orang untuk mengelolanya.<br /> Upaya ini akan dilakukan di daerah-daerah yang berbahasa ngapak (Kebumen, Cilacap, Banyumas, Purwokerto, Banjarnegara, Tegal dan lainnya), semuanya di Jawa Tengah.<br /> <br /> Pihak yang diuntungkan melalui program ini adalah:<br /> 1. Masyarakat ngapak yang minder karena bahasa dan dialek ngapaknya;<br /> 2. Komunitas sosial-budaya dan komunitas lainnya yang tercover dalam peliputan;<br /> 3. Dinas Kebudayaan Pemkab karena secara tidak langsung terbantu dokumentasi;<br /> 4. Orang non ngapak akan menjadi tahu tentang ngapak itu bukan sekedar bahasa dan logat yang lucu dan “pantas ditertawakan”;<br /> 5. Orang ngapak yang merantau (ke Jakarta, dll) tahu tentang informasi daerah;

Ukuran kesuksesan:
1. Terbitnya secara berkala tentang informasi mengenai bahasa atau dialek ngapak serta masyarakatnya setidaknya satu hari satu kali pemberitaan, sebagian memakai bahasa Indonesia dan sebagian memakai bahasa ngapak.<br /> 2. Respon positif dari publik yang ditunjukan melalui komentar mereka di situs, atau pun melalui sosial jejaring yang connected dengan NgapakNEWS.com.<br /> 3. Naiknya rating pengunjung situs NgapakNEWS.com yan ditunjukkan dalam internal-stat, alexa.com, dll.<br /> 4. NgapakNEWS.com semakin kaya content dibandingkan dengan ketika awal berdirinya, kaya dengan content teks, gambar, video, audio.<br /> 5. Memiliki mitra-mitra di setiap daerah ngapak (baik pemerintah maupun non government) yang mendukung gerakan ini.<br /> 6. Memiliki banyak jaringan online yang terhubung dengan NgapakNEWS.com<br /> 7. Intensitas kegiatan off line melalui serangkaian research, investigasi, diskusi dan seminar.<br /> 8. Munculnya ngapak studies, atau setidaknya ada orang yang tertarik untuk mengkaji bahasa dan dialek ngapak.

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas