Anda berada di mode pratinjau.
| |

Koperasi Majalah Kebudayaan Minahasa “Waleta Minahasa”

336

336 - Koperasi Majalah Kebudayaan Minahasa “Waleta Minahasa”


Nomor:
336

Inisiator:
Denni Pinontoan

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara

Dana:
300 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari – Juni 2012

Deskripsi Proyek:
Sebuah proyek yang merupakan model pengelolaan media cetak, dalam hal ini majalah budaya (Majalah Waleta Minahasa) secara koperasi. Proyek ini dimaksudkan agar kepemilikan media tersebut adalah secara bersama dari orang-orang yang menjadi anggota koperasi media. Mengingat konten dari majalah budaya ini adalah sejarah, budaya, seni, nilai-nilai budaya lokal, dalam hal ini bangsa Minahasa, salah satu entitas budaya di Sulawesi Utara, maka kami merasa perlu ada sebuah media cetak yang dikelola secara bersama agar para pembaca merasa memiliki baik isinya maupun manajemen pengelolaanya. Koperasi, yang filosofinya adalah kebersamaan dan kekeluargaan dirasa cocok dengan nilai kultur orang Minahasa, yaitu Mapalus dalam mengembangkan dan mengelola sebuah media cetak, dalam hal ini majalah budaya, “waleta Minahasa”.

Masalah yang ingin diatasi:
Media-media cetak mainstream yang menguasai ruang baca publik pada umumnya dikelolah oleh satu orang atau sekelompok kecil orang yang memiliki modal besar, yaitu baik pengusaha maupun yang berafiliasi dalam dunia politik. Konsekuensi dari tersentral dan terkomersialisasinya pengelolaan media tersebut adalah terbatasnya akses publik lokal untuk membaca dan mendapat informasi yang berskala lokal. Akibat berikutnya adalah teralienasinya publik lokal tersebut dari pengelolaan media tersebut. Hubungan antara perusahaan media dengan pembaca tidak lebih dari sekadar produsen dan konsumen. Padahal, nilai kearifan lokal pada umumnya masyarakat Indonesia adalah kekeluargaan dan komunalitas. Ini berdampak pada produksi informasi yang monolitik dan tidak memberi ruang partisipasi kepada publik lokal.

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Dengan model pengelolaan majalah budaya secara koperasi maka media tersebut akan menjadi bagian dari pembaca atau publik sebagai audiens dari majalah tersebut. Media yang dikelolah secara koperasi akan juga menyentuh pada soal nilai keuntungan ekonomis yang dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. Pada pihak lain, kerja peliputan, produksi dan penayangan isi media secara langsung akan terpantau oleh publik, karena publik adalah bagian integral dari pengelolaan media tersebut. Hal ini adalah cara untuk mengatasi sentralisme dan komersialisme pengelolaan sebuah media. Proyek ini akan memberikan manfaat bagi pembaca majalah Waleta Minahasa berusia 20-30 tahun dan 31-50 tahun di area Tanah Minahasa

Ukuran kesuksesan:
Cara mengukur keberhasilan adalah berdasarkan jumlah pembaca majalah waleta Minahasa melalui hitungan oplah yang terjual setiap edisi dan berikut berdasarkan jumlah keanggotaan koperasi Majalah Kebudayaan Minahasa “Waleta Minahasa”

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas