Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

294 - Jaringan Radio Komunitas Petani NTT


Nama Inisiator

Jaringan Publik Peduli Masyarakat

Organisasi

Jaringan Publik Peduli Masyarakat

Topik

Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Deskripsi Proyek

Rakyat NTT punya animo informasi yang tinggi. Akan tetapi, kondisi daerah tidak cocok dengan usaha media cetak yang banyak patah dan tumbuh selama ini. Pengakses internet di NTT pun masih rendah. Data BPS 2010 mengungkapkan bahwa pengguna ponsel di NTT hanya sekitar 6% dari total penduduknya yang berjumlah sekitar 5 juta jiwa. Media cetak sebagai sumber informasi membutuhkan biaya tinggi untuk memproduksinya, sedangkan media online memiliki kendala akses internet. Berangkat dari sini, maka ide kami adalah membangun sel-sel (Jaringan) Radio Komunitas Petani di seluruh NTT (20 rakom di 20 Kabupaten di NTT) dan menghubungkan mereka dalam sebuah situs internet bersama dengan mengadopsi konten lokal dari anggota jaringan itu

Masalah yang Diangkat

Rendahnya akses informasi publik oleh masyarakat petani di wilayah pedesaan di NTT

Solusi

Melakukan koordinasi kelompok-kelompok petani yang sudah ada, memberikan pelatihan mengenai pentingnya media sebagai sarana mengakses dan bertukar informasi, membentuk kelompok-kelompok peminat media untuk mendapatkan pelatihan tentang bagaimana mengoperasikan sebuah stasiun radio komunitas, membangun radio-radio komunitas di desa-desa yang terseleksi, dan menyediakan ranah online berbentuk website untuk mempublikasikan konten-konten pilihan yang diwartakan di masing-masing radio komunitas. Proyek ini akan memberi keuntungan kepada para petani di 20 kabupaten di seluruh NTT dan mereka tersebar di tiga pulau besar (Timor, Flores dan Sumba), serta pulau-pulau kecil seperti Komodo, Alor, Lembata, Rote, dan Sabu

Target

Para petani di 20 kabupaten di seluruh NTT dan mereka tersebar di tiga pulau besar (Timor, Flores dan Sumba), serta pulau-pulau kecil seperti Komodo, Alor, Lembata, Rote, dan Sabu

Indikator Sukses

Masyarakat telah berhasil mengelola sendiri media informasi ini untuk menopang dinamika kebutuhan mereka dalam berbagai aspek setelah melalui 1 tahun masa pendampingan

Lokasi

Kupang, NTT

Dana yang Dibutuhkan

735 Juta Rupiah

Durasi Proyek

Januari – Desember 2012