Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

288 - UTILITARIANISME: Upaya Membangun Etika Komunikasi yang Sesuai dengan Konteks Indonesia


Nama Inisiator

Masri

Organisasi

NA

Topik

Kebebasan dan etika bermedia

Deskripsi Proyek

Media baru menimbulkan banyak problem etika. Apakah media mengubah masyarakat atau masyarakat yang mengubah media? Media baru menimbulkan banyak problem etika. Teori McLuhan akan menjelaskannya. Berpatokan pada utilitarianisme John Stuart Mill, akan dikembangkan etika situasi yang pas dengan etika bermedia di Indonesia

Masalah yang Diangkat

Batas etika ada yang universal, ada yang situasional bergantung masyarakat. Dalam hal etika berkomunikasi, Indonesia menganut high context, namun terpaan media baru menimbulkan masalah baru. Bagaimana etika bermedia di era the new media, khususnya untuk Indonesia? Ini adalah status questionis penelitian

Solusi

Mengatasinya dengan melihat etika komunikasi yang normatif. Lalu mencari dan menggali kerarifan budaya lokal dan nasional, setelah itu menemukan etika komunikasi yang cocok untuk Indonesia. Proyek ini akan memberi keuntungan kepada masyarakat (sebab kami menganut pers social responsibility theory dari Siebert), praktisi media, dan pemerintah

Target

Masyarakat (sebab kami menganut pers social responsibility theory dari Siebert), praktisi media, dan pemerintah

Indikator Sukses

Orang tidak tahu mana wilayah pricacy dan wilayah publik, tanggung jawab sosial cenderung dinafikan ketimbang kemerdekaan bermedia, dan begitu mudah orang menulis sesuatu tanpa dipikirkan dampaknya (efek media)

Lokasi

Tangerang

Dana yang Dibutuhkan

750 Juta Rupiah

Durasi Proyek

6 bulan