Anda berada di mode pratinjau.
| |

Saung Lontara: Tempat Berbagi dan Berdaya Kawula Makassar

253

253 - Saung Lontara: Tempat Berbagi dan Berdaya Kawula Makassar


Nomor:
253

Inisiator:
Ayinun Mardhiati

Organisasi:
NA

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Makassar, Sulawesi Selatan

Dana:
450 Juta Rupiah

Topik hibah:
Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media

Masa Aktivitas:
Januari 2012 – Januari 2013 (tahap awal pendirian) dan berlanjut seterusnya

Deskripsi Proyek:
Saung Lontara adalah tempat berkumpul, berbagi, dan berdaya anak muda di Makassar sehingga dapat menumbuhkan kreativitas, mencipta inovasi, dan memupuk kepekaan sosial. Kegiatan Saung Lontara menekankan perhatian pada pengembangan kapasitas pengetahuan (pendidikan, kepenulisan, seni budaya, kewirausahaan, kepekaan sosial, dll) dan penguatan karakter anak muda Makassar. Melalui hal tersebut, Saung Lontara akan melahirkan anak-anak muda yang memiliki ide, karya dan kepedulian sosial. Saung Lontara pun menjadi ruang bagi siapa pun untuk mengakses informasi, khususnya untuk kebutuhan pengembangan kepribadian anak muda di Makassar. Oleh karenanya, Saung Lontara akan memiliki fasilitas perpustakaan mini, akses internet, forum diskusi, dan ruang kreasi. Untuk menunjang fungsi penyebaran informasi, Saung Lontara pun akan menyediakan basis data event-event yang dapat mengembangankan kreativitas dan inovasi anak muda di Makassar, misalnya: data base lomba, forum diskusi, bakti social, kesenian, dll

Masalah yang ingin diatasi:
Budaya popular menjadi konsumsi dominan remaja dan anak muda. Kecenderungan ini lebih sebatas pada kegandrungan dalam mengikuti trend style fisik (fashion) semata sedangkan pengembangan kepribadian dan pola pikir cenderung tidak terlalu berkembang. Selain itu, ruang untuk berkumpul dan saling berdaya masih minim di kota Makassar. Hal inilah yang mendasari pendirian Saung Lontara, anak muda Makassar harus memiliki tempat untuk berkumpul, mengeksplorasi minat dan bakat, dan saling berbagi, saling menumbuhkan kepekaan sosial sehingga dapat menunjang kapasitas pribadinya dan dapat berperan langsung dalam membantu memecahkan masalah sosial

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
Menonjolkan peran aktif anak muda Makassar dalam menyelesaikan masalah sosial di lingkungannya serta menfasilitasi pengembangan kapasitas pribadi mereka melalui in house training tentang tema-tema yang sedang popular dan relevan untuk anak yang dapat menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan karakter. Kapasitas pribadi yang telah dikembangkan di Saung Lontara akan diaplikasikan dan disalurkan untuk membantu kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang berkaitan dengan aspek sosial, misalnya, dalam hal kewirausahaan, memberikan pelatihan kewirausahaan untuk memberdayakan komunitas cacat, anak jalanan, golongan ekonomi lemah, dan kelompok lainnya. Dalam bidang pendidikan memberikan pendidikan baca tulis untuk anak buta aksara, memberikan bimbingan belajar gratis kepada siswa SMP/SMU (khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu) yang akan melaksanakan ujian nasional. Dalam bidang seni budaya, melakukan kegiatan kesenian/pementasan bersama dengan anak jalanan atau komunitas lainnya. Dana yang terkumpul dari pementasan akan disalurkan untuk anak jalanan dan kelompok yang membutuhkan. Proyek ini akan memberi keuntungan kepada setiap anak muda yang tergabung dalam Saung Lontara (Anak muda usia 17- 24 tahun baik yang bersekolah maupun yang tak sekolah) dan kelompok-kelompok masyarakat yang kurang mendapat akses sosial di Makassar

Ukuran kesuksesan:
Keberhasilan Saung Lontara dapat diukur melalui tingginya antusias anak muda untuk bergabung, tumbuhnya ide-ide kreatif, tindakan inovatif, dan peningkatan kepekaan sosial. Untuk masyarakat Makassar (Komunitas anak jalanan, orang cacat, dll) dapat merasakan kepedulian nyata dari komunitas Saung Lontara

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas