Anda berada di mode pratinjau.
| |

AYO BERMAIN ! Matikan TV dan Game Online mu sebentar, Saatnya Bermain!

226

226 - AYO BERMAIN ! Matikan TV dan Game Online mu sebentar, Saatnya Bermain!


Nomor:
226

Inisiator:
Ayo Bermain!

Organisasi:
Ayo Bermain!

Tanggal aplikasi:
16 September 2011

Lokasi:
Kabupaten Batu, Jawa Timur

Dana:
260 Juta Rupiah

Topik hibah:
Pemantauan media

Masa Aktivitas:
Maret – Desember 2012 (8 bulan)

Deskripsi Proyek:
Sebuah upaya nyata mengurangi penetrasi TV dan Game Online pada anak, dengan membuat beberapa program permainan aktif, edukatif dan kreatif langsung di lapangan. Program ini bekerjasama dengan Diknas kota Batu memperkenalkan kembali permainan tradisional anak-anak dan melakukan praktek bersama-sama (Instruktur, guru dan murid). Setiap satu semester sekali Sekolah-sekolah yang masuk dalam program akan mengikuti Olimpiade Dolanan Anak se-Kota Batu. Program ini diawali dengan workshop tentang bahaya TV dan Game Online ke sekolah-sekolah yang ditujukan kepada anak, orang tua dan guru

Masalah yang ingin diatasi:
Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV. Data Kidia menyebutkan jam menonton anak mencapai 1.560-1.820 jam pertahun dan sekolah yang hanya 1.000 jam pertahun. Hal lain yang lebih berbahaya dengan munculnya game online yang membuat anak-anak kecanduan. Banyak game yang juga ternyata berbahaya bagi perkembangan anak. Anak-anak yang seharusnya aktif, menjadi pasif di depan tv dan monitor. Ini akan berdampak pada sisi psikologis anak, berpengaruh terhadap perkembangan otak, konsumtif, berpengaruh terhadap sikap, sosialiasi, semangat belajar, pola pikir sederhana, dan mengurangi kreativitas

Cara mengatasi dan masyarakat yang diuntungkan:
1. Proyek ini dimulai dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke masing-masing sekolah tentang bahaya TV dan Game Online bagi anak-anak yang ditujukan ke siswa, orang tua dan Guru.<br /> 2. Mengenalkan dan mengajarkan Permainan tradisional Indonesia dan praktek bersama-sama<br /> 3. Membentuk ekstrakurikuler permainan anak tradisional Indonesia di Sekolah<br /> 4. Menghibahkan dana untuk memproduksi pembuatan alat-alat permainan tradisional anak<br /> 5. Menyelenggarakan Olimpiade Permainan Tradisional Anak Indonesia yang diselengarakan setiap 6 bulan sekali, diikuti oleh sekolah yang tergabung dalam program dan bekerjasama dengan Diknas Batu<br /> 6. Program ini diharapkan nantinya akan menjadi program Diknas dan disosialisasikan dalam bentuk kurikulum khusus kepada sekolah-sekolah. Pihak yang diuntungkan adalah anak-anak sekolah dasar baik negeri maupun swasta antara kelas 3-6, guru SD, dan orang tua siswa

Ukuran kesuksesan:
Sekolah-sekolah yang tergabung dalam program bisa berpartisipasi secara aktif dan baik dengan keikutsertaan siswa-siswinya dalam kegiatan ini. Ekstrakurikuler permainan tradisional anak bisa terbentuk dan mempunyai kontinuitas yang bagus. Kegiatan olimpiade permainan tradisional anak bisa terselengara 6 bulan sekali dan setelah program selesai bisa berlanjut lagi

Perkembangan Proyek



Tidak ada aktifitas