Anda berada di mode pratinjau.
| |

Peta Persampahan Kota Bandung

350

350 - Peta Persampahan Kota Bandung

Proyek ini bertujuan membangun piranti lunak untuk mendukung partisipasi warga maupun akuntabilitas sosial terkait sektor persampahan di kota Bandung. Piranti lunak berbentuk Peta Persampahan dan SMS Gateway yang akan dibangun dalam proyek ini akan membantu mengoptimalkan kontribusi masyarakat dalam sistem persampahan Bandung, mendorong akuntabilitas pelayanan pemerintah, sekaligus mendorong sistem persampahan menjadi berbasis masyarakat.

Nomor:
350

Nama Lengkap Inisiator:
Anilawati Nurwakhidin

Lokasi:
Cimahi, Jawa Barat

Organisasi:
Perkumpulan YPBB (dahulu Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi)

Judul Proyek:
Mengembangkan Piranti Lunak Untuk Mendorong Sistem Persampahan Berbasis Komunitas di Kota Bandung

Lama Aktivitas:
12 bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Penerima banfaat (beneficiaries) dari proyek yang diusulkan ini adalah: 1. Pemerintah daerah, karena target akhir adalah perbaikan sistem pengelolaan sampah Bandung 2. Masyarakat kota Bandung, sebagai konsumen sistem persampahan, karena akan menikmati layanan pengelolaan sampah yang lebih baik. 3. Pelaku usaha seperti pemulung, pengepul bahan layak pakai, karena inisiatif ini akan meningkatkan informasi ketersediaan bahan baku usaha mereka

Ukuran Keberhasilan:
1. SMS informasi dan edukasi mencapai minimal 6.000 orang/tahun
2. Informasi, input, komplain dari masyarakat melalui SMS mencapai minimal 1200 orang/tahun
3. Website Peta Persampahan diakses minimal 1200 hits dalam 1 tahun
4. Informasi, input, komplain, evaluasi dari masyarakat digunakan oleh Pokja Persampahan/BPLH/PD Kebersihan untuk perbaikan sistem

Tipe Konten:
A. Portal SMS Gateway Persampahan: mekanisme untuk mengirimkan informasi dan menjaring informasi/komplain/input dari warga melalui SMS:
1. Pembuatan no khusus untuk SMS BANDUNG BEBAS SAMPAH. Jika memungkinkan akan bekerja sama dengan provider yang dapat memberikan fasilitas sms gratis.
2. Sosialisasi no khusus SMS BANDUNG BEBAS SAMPAH sebagai tujuan warga mengirimkan sms
3. Pengiriman informasi persampahan yang relevan, termasuk edukasi, kepada warga secara berkala.
4. Pengumpulan informasi mengenai kinerja sistem persampahan dari warga untuk topik-topik yang disepakati.
B. Pembuatan Peta Persampahan Bandung: berbasis web menggunakan aplikasi Ushahidi. Peta ini bertujuan untuk menampilkan visualisasi informasi up-to-date masalah, kondisi persampahan dan kinerja sistem, salah satunya berdasarkan informasi dan penilaian dari masyarakat melalui SMS

Strategi Distribusi:
Promosi inisiatif diatas akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan komunitas masyarakat sipil terkait, melalui:<br /> – Media sosial secara berkala dan intensif<br /> – Media sosialisasi pemerintah daerah<br /> – Kerjasama dengan media massa

Kuantitas Output Konten:
1. Menjajaki kerjasama dengan provider penyedia layanan seluler. Misalnya provider dapat memberikan nomor tertentu yang dapat digunakan sebagai portal SMS, dengan memberikan layanan gratis sms dengan frekuensi tertentu dalam jangka waktu tertentu. 2. Menjajaki kerjasama dengan beberapa mitra LSM pendamping. Disadari salah satu tantangan terbesar adalah mendorong minat (incentives) masyarakat agar proaktif menggunakan atau mengakses piranti dalam inisiatif diatas. Disini pentingnya ada pendampingan yang dilakukan oleh LSM pendamping, sebagai lembaga yang menjembatani (bridging institution). 3. Bekerjasama dengan pemerintah daerah Seperti telah dijelaksan di atas, inisiatif ini akan dilakukan bersama Pokja Persampahan yang telah ada di Pemda Bandung. Diharapkan strategi ini akan mendorong pemerintah bersikap proaktif dalam mensosialisasikan inisiatif diatas, dan karenanya memastikan keterjangkauan masyarakat yang lebih luas.

Dana yang Diminta:
Rp 1.200.000.000 (disetujui sebanyak 750 juta)

Deskripsi Proyek:
Proyek ini bertujuan membangun piranti lunak untuk mendukung partisipasi warga maupun akuntabilitas sosial terkait sektor persampahan di kota Bandung. Piranti lunak berbentuk Peta Persampahan dan SMS Gateway yang akan dibangun dalam proyek ini akan membantu mengoptimalkan kontribusi masyarakat dalam sistem persampahan Bandung, mendorong akuntabilitas pelayanan pemerintah, sekaligus mendorong sistem persampahan menjadi berbasis masyarakat.

Definisi Masalah:
Evaluasi atas kinerja sistem persampahan menunjukkan beberapa masalah sistemik yaitu sistem persampahan Bandung saat ini tidak memadai secara kapasitas, rendahnya kontribusi dan partisipasi masyarakat, baik dalam mengawasi kinerja pemerintah maupun kontribusi langsung mengeloa sampah dan sistem persampahan terlalu bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan ke TPA, tetapi sangat kurang mendorong pengurangan di sumber oleh masyarakat<br /> Proyek ini bertujuan untuk membangun piranti lunak yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan memberi input perbaikan kinerja layanan persampahan oleh pemerintah (akuntabilitas sosial) dan membangun piranti lunak yang dapat digunakan untuk meningkatkan kontribusi masyarakat dalam mengelola dan mengurangi sampah di sumber

Cara Mengatasi:
1. Portal SMS Gateway Persampahan: pembuatan sistem SMS Gateaway untuk: (i) Menginformasikan layanan persampahan kepada masyarakat, termasuk edukasi persampahan seperti: pemilahan, pengurangan sampah di sumber, dll; (ii) Mendapatkan masukan informasi dari masyarakat terkait kinerja sistem persampahan, seperti: kondisi pengangkutan sampah di komunitas dll.<br /> 2. Pembuatan Peta Persampahan Bandung: pembuatan Peta Persampahan berbasis web (web-based) menggunakan aplikasi Ushahidi. Peta ini bertujuan untuk menampilkan visualisasi informasi up-to-date masalah, kondisi persampahan dan kinerja sistem, salah satunya berdasarkan informasi dan penilaian dari masyarakat melalui SMS.<br /> Gateaway di atas berisi: status timbulan sampah tidak terangkat, kondisi TPS, kondisi TPS 3R, fasilitas pengurangan sampah dan progres komunitas berdasarkan kriteria tertentu. Kedua piranti teknologi diatas perlu dicangkokkan dalam sistem kelembagaan yang berwenang.

Perkembangan Proyek