Anda berada di mode pratinjau.
| |

Warta Warga Lereng Merapi

187

187 - Warta Warga Lereng Merapi

Program ini tidak hanya mengupayakan agar warga mendapat informasi. Lebih dari itu, program ini juga memberikan kesempatan dan mengajak warga ikut aktif menyumbang informasi dan aspirasinya. Untuk itu, program ini akan mengembangkan website, mobile application untuk smartphone, dan SMS broadcast untuk handphone yang akan saling terintegrasi. selama ini berita banyak didominasi oleh TV nasional yang berpusat di kota-besar terutama Jakarta. Padahal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat disini (lereng Merapi) yang 92% petani adalah harga bagaimana agar harga salak dan cabai tidak dimainkan oleh tengkulak, tentang akses jalan yang sulit untuk mengangkut hasil panen dari sawah, sehingga mereka tidak bisa menikmati panen dengan harga yang tinggi. Selain itu juga bagi para orang tua yang ingin tahu kapan jadwal penerimaan siswa baru dan apa saja syaratnya. juga untuk warga yang tak tahu informasi gempa yang baru saja mereka rasakan ketika mereka sedang disawah yang berjarak 2 km dari puncak merapi. program ini juga untuk mendokumentasikan kapan waktu yang bagus untuk menanam cabai gorga, juga kapan waktu yang bagus untuk menebang bambu. hal seperti itu selalu luput dari media Nasional, tapi justru informasi semacam itu yang dibutuhkan oleh warga. dan informasi ini akan diproduksi sendiri oleh warga untuk masyarakat luas, khusus diakses oleh warga Srumbung. Program ini akan mengintegrasikan konten berita agar bisa diakses oleh komputer, smartphone juga handphone.

Nomor:
187

Nama Lengkap Inisiator:
Sulistiyawati

Lokasi:
Magelang, Jawa Tengah

Judul Proyek:
Warta Warga Lereng Merapi

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
penduduk yang memiliki handphone dan smartphone di Desa srumbung

Ukuran Keberhasilan:
1. sebanyak 2.000 warga srumbung (terlihat dari jumlah nomor HP) terdaftar dalam sistem sms broadcast.
2. sebanyak 100 orang ikut mengikuti pelatihan jurnalistik
3. sebanyak 500 orang mendownload mobile application “Warta Warga Lereng Merapi”.
4. 2 informasi diunggah setiap harinya dan bertambah seiring isu dan kebutuhan informasi warga.

Tipe Konten:
pesan singkat (sms) dan/atau gambar/foto.

Strategi Distribusi:
setiap kali ada berita (teks maupun gambar) akan diberitahukan melalui SMS, atau whatsapp di nomor yang sudah terdaftar dalam sistem.

Kuantitas Output Konten:
2 informasi diunggah setiap harinya dan bertambah seiring isu dan kebutuhan informasi warga, kemudian notifikasi informasi akan dibroadcast sesuai kategori kebutuhan penerima (misalnya: pendidikan, kesehatan, kearifan lokal, ekonomi, pertanian, dll). perhitungan maksimal adalah 2 informasi kepada 2.000 penerima = 4.000 pesan (via whatsapp dan sms/hari)

Dana yang Diminta:
Rp.207 Juta

Deskripsi Proyek:
Program ini tidak hanya mengupayakan agar warga mendapat informasi. Lebih dari itu, program ini juga memberikan kesempatan dan mengajak warga ikut aktif menyumbang informasi dan aspirasinya. Untuk itu, program ini akan mengembangkan website, mobile application untuk smartphone, dan SMS broadcast untuk handphone yang akan saling terintegrasi.<br /> selama ini berita banyak didominasi oleh TV nasional yang berpusat di kota-besar terutama Jakarta. Padahal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat disini (lereng Merapi) yang 92% petani adalah harga bagaimana agar harga salak dan cabai tidak dimainkan oleh tengkulak, tentang akses jalan yang sulit untuk mengangkut hasil panen dari sawah, sehingga mereka tidak bisa menikmati panen dengan harga yang tinggi. Selain itu juga bagi para orang tua yang ingin tahu kapan jadwal penerimaan siswa baru dan apa saja syaratnya. juga untuk warga yang tak tahu informasi gempa yang baru saja mereka rasakan ketika mereka sedang disawah yang berjarak 2 km dari puncak merapi.<br /> program ini juga untuk mendokumentasikan kapan waktu yang bagus untuk menanam cabai gorga, juga kapan waktu yang bagus untuk menebang bambu. hal seperti itu selalu luput dari media Nasional, tapi justru informasi semacam itu yang dibutuhkan oleh warga. dan informasi ini akan diproduksi sendiri oleh warga untuk masyarakat luas, khusus diakses oleh warga Srumbung.<br /> Program ini akan mengintegrasikan konten berita agar bisa diakses oleh komputer, smartphone juga handphone.

Definisi Masalah:
Banyak informasi penting dari masyarakat lokal dan generasi tua yang belum ditransfer pada generasi muda. semua karena tidak adanya ruang dan fasilitas untuk mendokumentasikan serta menyebarkannya secara luas.<br /> Adapun kearifan lokal, peristiwa lokal, kebutuhan serta keluhan masyarakat lokal yang tidak tertampung/tersuarakan dan tidak didokumentasikan dengan baik dan sistematis.<br /> Program ini digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat lokal dengan menggunakan pertukaran lokal (konsumsi dan produksi) informasi yang lebih sistematis dan beretika.

Cara Mengatasi:
1.Need assessment untuk mengetahui “siapa butuh apa”. Dari sini nanti akan diketahui bahwa orang tertentu butuh informasi tertentu. misalnya si A butuh informasi pertanian dan pendidikan. B butuh informasi pendidikan, C butuh informasi kesehatan dan pertanian.<br /> 2.Pengembangan sistem dan infrastruktur.<br /> 3.Pembekalan bagi warga :(pemanfaatan teknologi informasi, pelatihan jurnalistik, etika jurnalistik bagi warga).<br /> 4. uji coba lapangan: jurnalisme warga dan evaluasi periodik

Perkembangan Proyek