Anda berada di mode pratinjau.
| |

Bilingual E-Learning for Fun

134

134 - Bilingual E-Learning for Fun

Proyek ini berisi konten untuk belajar dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, terdiri atas pilihan pengaturan pembelajaran, berupa mengenal abjad, abjad dalam kata, abjad dalam kalimat, dll. Proyek ini diperuntukkan bagi adik-adik kita yang berada di taman kanak-kanak dan SD tingkat awal. Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, bukan hal yang sulit bagi adik-adik kita untuk menggunakan seluler, sehingga untuk memaksimalkan penggunaan seluler untuk adik-adik kita, maka harus ada konten yang bersifat edukasi tapi tidak membosankan.

Nomor:
134

Nama Lengkap Inisiator:
M. Muzakki Mukhtar

Lokasi:
Nganjuk, Jawa Timur

Judul Proyek:
Bilingual E-Learning for Fun

Lama Aktivitas:
8 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Anak usia 4-8 tahun

Ukuran Keberhasilan:
Pengguna meningkat minimal 2000 per bulan.

Tipe Konten:
kontenya berisi teks dan mp3 (suara).

Strategi Distribusi:
Distribusi akan melibatkan jaringan pendidik maupun kamunitas orang tua yang membutuhkan aplikasi ini.<br /> <br /> Kuantitas Output Konten: Lebih dari 100 suara (mp3) pada tiap bahasa

Dana yang Diminta:
Rp. 140 Juta

Deskripsi Proyek:
Proyek ini berisi konten untuk belajar dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, terdiri atas pilihan pengaturan pembelajaran, berupa mengenal abjad, abjad dalam kata, abjad dalam kalimat, dll. Proyek ini diperuntukkan bagi adik-adik kita yang berada di taman kanak-kanak dan SD tingkat awal. Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, bukan hal yang sulit bagi adik-adik kita untuk menggunakan seluler, sehingga untuk memaksimalkan penggunaan seluler untuk adik-adik kita, maka harus ada konten yang bersifat edukasi tapi tidak membosankan.

Definisi Masalah:
Proyek ini untuk mempermudah adik-adik kita untuk belajar mengenal bahasa indonesia dan bahasa inggris, namun tidak membuat mereka bosan dan jenuh.

Cara Mengatasi:
Membuat konten tersebut semenarik mungkin, dengan dilengkapi suara yang jelas, seolah-olah adik kita merasa berinteraksi langsung dengan gurunya. Tentunya melibatkan pihak lain, seperti seorang guru dan seorang psikolog anak, guna memberikan masukan yang tepat.

Perkembangan Proyek