Anda berada di mode pratinjau.
| |

“Proposal E-banking Bank Sampah Sukunan Gamping, Yogyakarta “

131

131 - “Proposal E-banking Bank Sampah Sukunan Gamping, Yogyakarta “

Sampah yang dianggap menganggu, justru menjadi pintu rejeki untuk masyarakat Sukunan. Sampah disulap untuk dijual kembali sehingga mendapatkan uang. Atau jika sampah anorganik, maka akan diolah menjadi benda kerajinan. Hasil penjualan sampah itu akan dibukukan dalam buku tabungan. Seiring berjalannya waktu, tabungan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendadak warganya. Tahun 2014 ini, BPJS ditetapkan dan diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan seluruh warga Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan. Ide e-banking bank sampah Sukunan muncul untuk memudahkan warga Sukunan untuk membayar premi BPJS yang wajib dibayar anggota BPJS per bulan. Harapannya, e-banking ini akan memudahkan warga Sukunan untuk memahami dengan jelas BPJS, fungsi BPJS dan terkait layanan kesehatan yang dapat diakses melalui BPJS tersebut.

Nomor:
131

Nama Lengkap Inisiator:
Widarti

Lokasi:
Klaten, Jawa Tengah

Judul Proyek:
Proposal E-banking Bank Sampah Sukunan Gamping, Yogyakarta

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Masyarakat Sukunan yang telah terdaftar sebagai peserta premi BPJS di dusun Sukunan, Gamping, Sleman

Ukuran Keberhasilan:
– Banyak warga yang beralih ke e-banking bank sampah Sukunan, minimal 5 orang per bulan.
– Kemudian banyak yang bersedia menggunakan nominal uang di rekening bank sampah untuk membayar premi BPJS

Tipe Konten:
- Teks penjelasan terperinci tentang e-banking (sms banking dan bentuk layanan virtual lainnya)
- Teks langkah-langkah sederhana penggunaan e-banking
- Teks informasi seputar BPJS dan akses layanan kesehatan yang dijembatani BPJS.
- Teks informatif via website untuk mengajak masyarakat Sukunan agar mau beralih ke e-banking bank sampah Sukunan.
- Teks informatif via website untuk mengajak warga membayar premi BPJS melalui e-banking sampah ini.

Strategi Distribusi:
– Pendekatan personal ke perangkat desa dan tokoh masyarakat di Sukunan.<br /> – Menyebarkan informasi ini melalui leaflet dan dipasang di tempat-tempat strategis di Sukunan.<br /> – Menyebarkan informasi melalui website yang bisa diakses masyarakat Sukunan dari gadget apapun.<br /> – Mengolah sms center untuk pusat penyebaran informasi e-banking ini.

Kuantitas Output Konten:
- Materi yang disebar per minggu minimal 10 teks terkait e-banking dan BPJS yang akan dipublikasikan di website.

Dana yang Diminta:
Rp. 151 Juta

Deskripsi Proyek:
Sampah yang dianggap menganggu, justru menjadi pintu rejeki untuk masyarakat Sukunan. Sampah disulap untuk dijual kembali sehingga mendapatkan uang. Atau jika sampah anorganik, maka akan diolah menjadi benda kerajinan. Hasil penjualan sampah itu akan dibukukan dalam buku tabungan. Seiring berjalannya waktu, tabungan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendadak warganya. Tahun 2014 ini, BPJS ditetapkan dan diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan seluruh warga Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan. Ide e-banking bank sampah Sukunan muncul untuk memudahkan warga Sukunan untuk membayar premi BPJS yang wajib dibayar anggota BPJS per bulan. Harapannya, e-banking ini akan memudahkan warga Sukunan untuk memahami dengan jelas BPJS, fungsi BPJS dan terkait layanan kesehatan yang dapat diakses melalui BPJS tersebut.

Definisi Masalah:
– Masyarakat Sukunan belum familiar terkait BPJS dan juga belum banyak yang mendaftar BPJS

Cara Mengatasi:
– Melalui website masyarakatsehat.net kami akan menjembatani apa itu BPJS dan kebutuhan layanan kesehatan apa saja yang dibutuhkan masyarakat.<br /> – Akan membuat sistem e-banking sederhana, agar masyarakat Sukunan mudah dalam membayar premi BPJS setiap bulannya.

Perkembangan Proyek