Anda berada di mode pratinjau.
| |

Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Untuk Perempuan Muda

117

117 - Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Untuk Perempuan Muda

Pada umumnya perempuan-perempuan muda belum terpapar secara jelas pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Pada usia ketika mereka dipenuhi oleh rasa ingin tahu yang tinggi, media massa dan media sosial tidak menyediakan pengetahuan yang benar bagi mereka, sementara sekolah-sekolah pun masih terperangkap pada sikap “tabu” untuk berbicara secara terbuka dan jelas tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas yang benar. Sementara itu perempuan muda pengguna celuler juga belum menjadi pengguna media yg aktif memanfaatkan celuler bagi peningkatan pengetahuan dan penguatan kapasitasnya untuk melindungi tubuhnya sendiri. Maka konten mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas sudah waktunya menjadi bagian dari pengetahuan sehari-hari perempuan muda untuk melindungi mereka dari maraknya kekerasan seksual di tengah keluarga sendiri dan masyarakat.

Nomor:
117

Nama Lengkap Inisiator:
Shelly Adelina

Lokasi:
Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Organisasi:
Pusat Riset Gender Universitas Indonesia

Judul Proyek:
Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Untuk Perempuan Muda di Sekolah dan Perguruan Tinggi

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Pelajar SMA di Jabodetabek, mahasiswa di 3 universitas Jakarta

Ukuran Keberhasilan:
Feedback yang diterima melalui celuler mencapai 1000 feedback setiap bulan

Tipe Konten:
Teks dan animasi singkat

Strategi Distribusi:
– Bekerja sama dengan sekolah dan universitas yang didata untuk mendapatkan no celuler siswa dan mahasiswa<br /> – Menyebarkan konten dan animasi singkat ke celuler mereka

Kuantitas Output Konten:
SMS dan animasi pada profile picture akan terkirim sebanyak 2000 per hari

Dana yang Diminta:
Rp. 800 Juta

Deskripsi Proyek:
Pada umumnya perempuan-perempuan muda belum terpapar secara jelas pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Pada usia ketika mereka dipenuhi oleh rasa ingin tahu yang tinggi, media massa dan media sosial tidak menyediakan pengetahuan yang benar bagi mereka, sementara sekolah-sekolah pun masih terperangkap pada sikap “tabu” untuk berbicara secara terbuka dan jelas tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas yang benar. Sementara itu perempuan muda pengguna celuler juga belum menjadi pengguna media yg aktif memanfaatkan celuler bagi peningkatan pengetahuan dan penguatan kapasitasnya untuk melindungi tubuhnya sendiri. Maka konten mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas sudah waktunya menjadi bagian dari pengetahuan sehari-hari perempuan muda untuk melindungi mereka dari maraknya kekerasan seksual di tengah keluarga sendiri dan masyarakat.

Definisi Masalah:
Bagaimana menyosialisasikan pengetahuan kesehatan reproduksi dan seksualitas kepada perempuan muda di sekolah dan perguruan tinggi melalui celuler sebagai upaya turut menghapus kekerasan seksual.

Cara Mengatasi:
Menyosialisasikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas menggunakan media celuler secara aktif bagi perempuan muda.

Perkembangan Proyek