Anda berada di mode pratinjau.
| |

Mobile-Mothers Support Group

088

088 - Mobile-Mothers Support Group

Saat ini model Kelompok Pendukung Ibu yang kami kembangkan di Indonesia telah diadopsi oleh makin banyak pedesaan dan perkotaan. KP Ibu adalah sarana berbagi pengalaman, perasaan, dan informasi di antara para ibu untuk menciptakan suasana saling mendukung dalam menerapkan perilaku yang bermanfaat untuk kesehatan & gizi diri serta keluarga dengan prinsip pembelajaran orang dewasa lewat mekanisme kelompok sebaya. Permintaan organisasi masyarakat sipil, pemerintah kota/kabupaten di Indonesia kepada Mercy Corps Indonesia untuk membantu implementasi model KP Ibu pun terus mengalir; sementara sebagai organisasi yang berprinsip kemitraan dengan sumber dana hibah dan shared value dengan swasta; kami selalu berupaya untuk berperan sebagai katalisator. Artinya model yang ditinggalkan tidak kolaps sepeninggal pendampingan peningkatan kapasitas mitra. Dengan pengalaman dan pembelajaran KP Ibu selama ini serta kecepatan perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan seorang Motivator maupun Pembina KP Ibu, kami merasa sudah saatnya living document KP Ibu dibuat menjadi mobile-app. Dengan adanya app tersebut, dinas-dinas kesehatan, motivator, pembina KP Ibu, ataupun peminat model ini, dapat mengunduh, belajar mandiri, dan teknik dasar praktis, pesan-pesan kunci, dan menilik contoh-contoh yang dibutuhkan untuk: mengajak, memotivasi, mengakses pesan kunci; mencatat kegiatan; melaporkan kegiatan (printable/email); mengunduh/memutakhirkan konten2; tersedia dalam bahasa daerah.

Nomor:
088

Nama Lengkap Inisiator:
dr. Sri Kusuma Hartani

Lokasi:
Depok, Jawa Barat

Organisasi:
Mercy Corps Indonesia

Judul Proyek:
Mobile-Mothers Support Group

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Pengguna: Mitra (komunitas, Organisasi masyarakat sipil, pemerintah, organisasi profesi, di 10 kabupaten/kota di Indonesia; dan Penerima Manfaat: Ibu Hamil, dan Wanita usia reproduktif 19-45 tahun di 10 kabupaten/ kota di Indonesia.

Ukuran Keberhasilan:
– 1,000 orang dalam waktu 6 bulan setelah applikasi diterbitkan – Mitra di 10 kabupaten/kota di Indonesia

Tipe Konten:
Aplikasi komprehensif yang tersedian dalam Bahasa Indonesia dan beberapa bahasa lain (daerah), dengan muatan pesan kunci, tips, teknik, panduan praktis fasilitasi pertemuan (termasuk teknik bermain) termasuk di antaranya: - Kehamilan yang menyenangkan - Gizi Ibu - Kebersihan diri dan cuci tangan pakai sabun - Inisiasi Menyusu Dini - ASI saja 6 bulan (mitos dan kiat sukses) - Memerah dan menyimpan ASI perah - Mengenal Payudara dan Produksi ASI - Deteksi dan pertolongan pertama: Tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, dan masa nifas; bayi baru lahir; dan balita sakit; - Petunjuk belajar mandiri bekal menjadi fasiltator, penyuluh, motivator. - e-record ringkasan kegiatan yang dapat dilaporkan via email

Strategi Distribusi:
– Menggunakan media sosial twitter, facebook, lintas mobile messaging apps dengan komunitas, kabupaten, kecamatan, kelurahan. Melakukan kampanye, mengikuti pameran dan melaksanakan peluncuran massal dalam rangka memperingati hari Ibu (22 Desember), hari kesehatan nasional (12 November), pekan ASI sedunia (1-7 Agustus), dan/atau Hari Wanita sedunia (8 Maret), dan sebagainya.<br /> <br /> Dalam mengembangkan Model dan Modul peningkatan wawasan dan keterampilan Mercy Corps Indonesia senantiasa menggabungkan konsep, penyusunan dan ujicoba dengan melibatkan mitra dan kelompok sasaran. Sehingga muatan selalu disesuaikan dengan konteks setempat dan dapat dengan mudah digunakan, menjadi rujukan, dan disebarluaskan.

Dana yang Diminta:
Rp. 5.2 Milyar

Deskripsi Proyek:
Saat ini model Kelompok Pendukung Ibu yang kami kembangkan di Indonesia telah diadopsi oleh makin banyak pedesaan dan perkotaan. KP Ibu adalah sarana berbagi pengalaman, perasaan, dan informasi di antara para ibu untuk menciptakan suasana saling mendukung dalam menerapkan perilaku yang bermanfaat untuk kesehatan & gizi diri serta keluarga dengan prinsip pembelajaran orang dewasa lewat mekanisme kelompok sebaya. Permintaan organisasi masyarakat sipil, pemerintah kota/kabupaten di Indonesia kepada Mercy Corps Indonesia untuk membantu implementasi model KP Ibu pun terus mengalir; sementara sebagai organisasi yang berprinsip kemitraan dengan sumber dana hibah dan shared value dengan swasta; kami selalu berupaya untuk berperan sebagai katalisator. Artinya model yang ditinggalkan tidak kolaps sepeninggal pendampingan peningkatan kapasitas mitra. Dengan pengalaman dan pembelajaran KP Ibu selama ini serta kecepatan perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan seorang Motivator maupun Pembina KP Ibu, kami merasa sudah saatnya living document KP Ibu dibuat menjadi mobile-app. Dengan adanya app tersebut, dinas-dinas kesehatan, motivator, pembina KP Ibu, ataupun peminat model ini, dapat mengunduh, belajar mandiri, dan teknik dasar praktis, pesan-pesan kunci, dan menilik contoh-contoh yang dibutuhkan untuk: mengajak, memotivasi, mengakses pesan kunci; mencatat kegiatan; melaporkan kegiatan (printable/email); mengunduh/memutakhirkan konten2; tersedia dalam bahasa daerah.

Definisi Masalah:
Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban ganda malnutrisi (obesitas dan kekurangan gizi) termasuk kekurangan gizi kronis yang membebani indeks pembangunan manusia. Hari Ini, rata-rata 4 dari setiap 10 anak di negeri ini “stunted”, dampak kekurangan gizi menahun selama 1000 hari pertama kehidupan sejak pembuahan hingga ia berusia 2 tahun. Akibatnya tidak hanya tinggi badan di bawah rata-rata sebayanya, anak-anak stunted juga kehilangan peluang pertumbuhan pesat sel-sel otak di masa-masa penting itu. Dalam kurun waktu keemasan yang singkat itu, masa depan generasi penerus Indonesia, dari suku bangsa apapun dan dari belahan nusantara manapun ditentukan.

Cara Mengatasi:
Hal ini dapat diatasi dengan intervensi murah meriah, antara lain melalui upaya yang mendukung kesehatan & gizi ibu dan wanita usia reproduktif lainnya, mengawal pemberian ASI eksklusif 6 bulan, dan pola makan dan asuh yang tepat sesuai usia anak. Hal ini telah dilansir oleh Lancet sejak awal tahun 2000an. Banyak pembelajaran di dunia yang menunjukkan bahwa perubahan berkesinambungan ketika dicetuskan, dilaksanakan, dan dimiliki oleh kelompok yang memerlukan perubahan itu sendiri dengan dukungan sosial terdekat maupun tata pemerintahan. Kelompok Pendukung Ibu (KP Ibu) telah diakui oleh banyak pihak menjadi satu model yang berperan penting dalam pemberdayaan wanita maupun pria di masyarakat dan memahami, mengusung, dan mendampingi isu kesehatan serta gizi ibu dan anak. KP Ibu menyentuh aspek moral, dan pembangunan sosial kemasyarakatan serta akuntabilitas sumber daya untuk kesehatan.

Perkembangan Proyek