Anda berada di mode pratinjau.
| |

Partisipasi Politik Kaum Muda

087

087 - Partisipasi Politik Kaum Muda

Saya sedang mengerjakan sebuah gagasan tentang sebuah pemerintahan yang partisipatif, khususnya kaum muda di Surabaya, Jawa Timur. Gerakan ini bernama Jaringan Pemilih Pemula untuk Demokrasi. Ide ini lahir dari kondisi saat ini dimana anak muda belum terlibat secara aktif dalam politik. Hanya dijadikan sebagai objek politik tanpa diajak menggagas perubahan2 yang berujung pada Gerakan Sosial dimana mereka bisa memilih sekaligus mengontrol kebijakan Pemerintah dengan terlibat aktif dalam membantu terwujudnya Pemerintahan yg bersih & kerakyatan. Gerakan ini dimulai dari website dengan memuat gagasan2 anak muda tentang pemimpin negara yang mereka inginkan dan mimpi mereka tentang Indonesia melalui video wawancara langsung. Sasarannya adalah mahasiswa & siswa SMA berusia 17 thn/lebih.Website ini berisi tentang gagasan anak muda yang di-link dengan media sosial seperti FB, twitter serta telepon selular untuk mengungkapkan kontrol mereka terhadap kebijakan Pemda. Mulai dari kecurangan dalam Pemilu (baik Pilpres ataupun Pilkada) hingga kontrol tehadap Raperda/Perda, termasuk juga kontrol kebijakan Pemerintahan pusat. Gerakan ini sangat mungkin menjadi gerakan yang meluas di berbagai daerah mengingat penggunaan media sosial dan telpon seluler sangatlah mudah diakses masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda.

Nomor:
087

Nama Lengkap Inisiator:
Arif Fachrudin Achmad

Lokasi:
Jombang, Jawa Timur

Organisasi:
Jaringan Pemilih Pemula untuk Demokrasi

Judul Proyek:
Partisipasi Politik Kaum Muda

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Anak muda usia 17-25 di DKI, DIY dan Jawa Timur

Ukuran Keberhasilan:
1. Jumlah Jaringan dalam kurun waktu 6 bulan akan meluas di seluruh 3 propinsi (DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Jawa Timur)
2. Target relawan per propinsi adalah 100 orang dengan kapasitas mampu dan memahami arah pembangunan bangsa kedepan.
3. Pengunjung Web mencapai 1,000 per bulan
4. Mampu merangkul pemerintah Daerah dan Pusat untuk melibatkan relawan JPPD dalam pembuatan kebijakan (PERDA, UU dll).

Tipe Konten:
1. Video Edukatif
2. Teks Informasi yang berasal dari SMS tentang Pemilu, kontrol kebijakan dan info korupsi
3. Peta Lokasi problem masyarakat lokal.
4. Ulasan situasi terkini (sosial, ekonomi, politik, budaya dll)
5. Galery Foto aktivitas JPPD

Strategi Distribusi:
1. Melalui Dunia Maya (Website, Media Sosial, SMS)<br /> 2. Aktivitas Kampanye Kreatif di ruang-ruang publik (Membuat Outlet informasi dan membuat panggung politik akustik)<br /> 3. dsb

Kuantitas Output Konten:
Produksi Video durasi 10-15 menit adalah 5 Video/hari

Dana yang Diminta:
Rp. 500 Juta

Deskripsi Proyek:
Saya sedang mengerjakan sebuah gagasan tentang sebuah pemerintahan yang partisipatif, khususnya kaum muda di Surabaya, Jawa Timur. Gerakan ini bernama Jaringan Pemilih Pemula untuk Demokrasi. Ide ini lahir dari kondisi saat ini dimana anak muda belum terlibat secara aktif dalam politik. Hanya dijadikan sebagai objek politik tanpa diajak menggagas perubahan2 yang berujung pada Gerakan Sosial dimana mereka bisa memilih sekaligus mengontrol kebijakan Pemerintah dengan terlibat aktif dalam membantu terwujudnya Pemerintahan yg bersih & kerakyatan. Gerakan ini dimulai dari website dengan memuat gagasan2 anak muda tentang pemimpin negara yang mereka inginkan dan mimpi mereka tentang Indonesia melalui video wawancara langsung. Sasarannya adalah mahasiswa & siswa SMA berusia 17 thn/lebih.Website ini berisi tentang gagasan anak muda yang di-link dengan media sosial seperti FB, twitter serta telepon selular untuk mengungkapkan kontrol mereka terhadap kebijakan Pemda. Mulai dari kecurangan dalam Pemilu (baik Pilpres ataupun Pilkada) hingga kontrol tehadap Raperda/Perda, termasuk juga kontrol kebijakan Pemerintahan pusat. Gerakan ini sangat mungkin menjadi gerakan yang meluas di berbagai daerah mengingat penggunaan media sosial dan telpon seluler sangatlah mudah diakses masyarakat Indonesia, khususnya kaum muda.

Definisi Masalah:
1. Jumlah pemilih pemula pada pemilu 2014 mencapai 35% dari total pemilih, namun tidak pernah tersentuh oleh partai politik.<br /> 2. Pemilih Pemula hanya dijadikan objek politik untuk memilih saja<br /> 3. Pemilih pemula adalah orang yang masuk kategori usia produktif, seharusnya, mereka diberikan porsi lebih dalam membuat sebuah gagasan baru dalam konteks kenegaraan, karena merekalah yang menjadi tonggak masa depan bangsa.

Cara Mengatasi:
1. Memberikan pendidikan politik serta wawasan kebangsaan secara kreatif dan partisipatif<br /> 2. Melibatkan kaum muda dalam mengontrol jalannya pemerintahan (perda/raperda, perppu, UU/RUU dsb)<br /> 3. Merangsang mimpi kaum muda dalam membangun bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.

Perkembangan Proyek