Anda berada di mode pratinjau.
| |

Portal Community Alert

081

081 - Portal Community Alert

Provinsi Riau merupaan salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang hampir sebagian besar (75%) kawasan / lahan dimiliki oleh perusahaan industri kehuatanan (penghasil bubuk kertas) dan kelapa sawit. Bahkan 2 perusahaan penghasil bubur kertas (pulp & paper) terbesar di Asia berada di Provinsi Riau. Hampir 10 tahun terakhir terlalu banyak konflik terjadi antara perusahaan dengan masyarakat yang berada di sekitar konsesi perusahaan yang mengakibatkan kerugian baik material maupun korban jiwa.

Pengembangan sistem peringatan dari masyarakat (Community alert) diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif solusi dalam mengupayakan meminimalisasi / pencegahan terjadinya konflik sosial antara perusahaan dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan perusahaan. Pemangkasan birokrasi maupun administrasi dalam proses penyampaian informasi / keluhan dari masyarakat yang tinggal disekitar kawasan perusahaan melalui perangkat seluler dan mengembangkan (rekayasa) piranti lunak untuk mendukung sistem community alert ini. Tidak hanya sebatas penyampaian keluhan/pengaduan namun konsep ini juga bisa menjadi media informasi antara masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan dengan para petinggi (pejabat) perusahaan tersebut melalui pesan singkat, surat elektronik dan media sosial.

Nomor:
081

Nama Lengkap Inisiator:
Hisam Setiawan

Lokasi:
Pekanbaru, Riau

Organisasi:
Gurindam 12 (Portal Informasi Komunitas)

Judul Proyek:
Portal Community Alert

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Masyarakat desa (10 Desa) yang berada di sekitar kawasan perusahaan

Ukuran Keberhasilan:
– Konsep Community Alert ini akan digunakan di 10 desa yang berada di sekitar kawasan perusahaan
– Dalam 3 bulan akan terangkum 1.000 informasi yang berasal dari masyarakat sekitar kawasan perusahaan melalui penggunaan telpon seluler
– Adanya feedback dari perusahaan yang akan menjadi objek dalam implementasi community alert ini.

Tipe Konten:
1. Piranti lunak berbasis web untuk pemetaan titik-titik informasi dari masyarakat sekitar kawasan perusahaan (Usahidi platfrom)
2. Pengembangan piranti lunak untuk mendukung aplikasi SMS Frontline System

Strategi Distribusi:
1. Melakukan pendampingan kepada 10 desa yang berada di kawasan perusahaan dengan indikator akses transporasti yang sulit dijangkau namun jaringan komunikasi memadai<br /> 2. Melalui media sosial untuk menghimpun gerakan pemantauan publik dan pemerintah dalam menanggapi (respon) perusahaan terjadap informasi yang berasal dari masyarakat<br /> 3. Melakukan pendekatan kepada pihak perusahaan untuk dapat terlibat dalam konsep community alert ini.<br /> <br /> 4. Melakukan pendampingan dalam penggunaan sistem ini kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan perusahaan<br /> <br /> 5. Memastikan Perusahaan yang menjadi objek dalam project ini terlibat dan melakuka respon atas informasi yang diterima

Dana yang Diminta:
Rp. 500 Juta

Deskripsi Proyek:
Provinsi Riau merupaan salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang hampir sebagian besar (75%) kawasan / lahan dimiliki oleh perusahaan industri kehuatanan (penghasil bubuk kertas) dan kelapa sawit. Bahkan 2 perusahaan penghasil bubur kertas (pulp & paper) terbesar di Asia berada di Provinsi Riau. Hampir 10 tahun terakhir terlalu banyak konflik terjadi antara perusahaan dengan masyarakat yang berada di sekitar konsesi perusahaan yang mengakibatkan kerugian baik material maupun korban jiwa.<br /> <br /> Pengembangan sistem peringatan dari masyarakat (Community alert) diharapkan dapat menjadi sebuah alternatif solusi dalam mengupayakan meminimalisasi / pencegahan terjadinya konflik sosial antara perusahaan dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan perusahaan. Pemangkasan birokrasi maupun administrasi dalam proses penyampaian informasi / keluhan dari masyarakat yang tinggal disekitar kawasan perusahaan melalui perangkat seluler dan mengembangkan (rekayasa) piranti lunak untuk mendukung sistem community alert ini. Tidak hanya sebatas penyampaian keluhan/pengaduan namun konsep ini juga bisa menjadi media informasi antara masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan perusahaan dengan para petinggi (pejabat) perusahaan tersebut melalui pesan singkat, surat elektronik dan media sosial.

Definisi Masalah:
Salah satu faktor penyebab terjadinya konflik adalah tidak maksimalnya pertukaran informasi antara perusahaan dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan tersebut. Ditambah begitu panjangnya birokrasi/administrasi yang selalu menjadi alasan bagi perusahaan dalam merespon pengaduan-pengaduan atau keluhan dari masyarakat sekitar kawasan untuk meminimalisasi terjadinya konflik yang akan terjadi.<br /> <br /> Ditambah jangkauan / lokasi desa-desa yang sangat sulit diakses baik menggunakan transportasi darat maupun air serta belum tersebarnya jaringan komunikasi di beberapa desa-desa yang berada di dalam maupun sekitar kawasan perusahaan tersebut. Melalui konsep community alert ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi bagi masyarakat dalam menyamapaikan keluhan/pengaduan.

Cara Mengatasi:
– Portal Community Alert akan merangkum informasi yang berasal dari masyarakat sekitar perusahaan (info pengaduan) yang akan dikirim menggunakan seluler (pesan singkat). Dengan terlebih dahulu melakukan pendampingan tentang konsep dan sistem untuk masyarakat<br /> – Informasi akan dikelola oleh penerima project dan akan secara otomatis terpublish di dalam website (secara on-line / konsep usahidi) melalui aplikasi sms frontline.<br /> – Penyaringan informasi akan dilakukan, dan untuk informasi urgent dapat lamgsung diteruskan kepada pihak-pihak yang terkait<br /> – Sisi lain, melalui project dan konsep ini feedback dari perusahaan yang akan menjadi salah satu objek dalam project ini akan terjadi sehingga terjadi pertukaran informasi terajdi dari kedua sisi.Tidak hanya pengaduan dan masyarakat namun informasi dari perusahaan kepada masyarakat juga bisa dilakukan. Aktivitas ini akan dilakukan dengan melakukan dialog intensif dengan perusahaan yang akan menjadi objek dalam konsep ini.

Perkembangan Proyek