Anda berada di mode pratinjau.
| |

Kesadaran Akan Keberagaman dengan Melawan Lupa

080

080 - Kesadaran Akan Keberagaman dengan Melawan Lupa

Mengampanyekan HAM, keberagaman (gender, orientasi seksual serta agama dan kepercayaan) dan kesetaraan melalui seluler (sms, twitter, facebook) dengan mengadakan: – Penyebaran kolom mini dan komik tentang HAM, keberagaman dan kesetaraan, serta kisah-kisah korban penganiayaan yang belum mendapat keadilan (seperti tragedi ’65), setiap bulan. – Mengadakan lomba menulis bertema keberagaman dan kesetaraan melalui sms, twitter dan facebook. – Mengadakan umpan balik dari penerima sms.

Nomor:
080

Nama Lengkap Inisiator:
Shinta Miranda

Lokasi:
Bogor, Jawa Barat

Organisasi:
Lembaga Bhinneka

Judul Proyek:
Kesadaran Akan Keberagaman dengan Melawan Lupa

Lama Aktivitas:
12 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Anggota grup Lingkar Puisi dan Prosa Lembaga Bhinneka dan Diskusi Pluralis Lembaga Bhinneka yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, serta - Anggota grup Lingkar Puisi dan Prosa Lembaga Bhinneka dan Diskusi Pluralis Lembaga Bhinneka yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, serta mahasiswa di Jakarta, Surabaya, Semarang, Pontianak dan Manado.

Ukuran Keberhasilan:
– Meningkatnya jumlah peserta di grup Lingkar puisi dan prosa, serta di grup Diskusi Pluralis Bhinneka
– Meningkatnya follower di twitter
– Meningkatnya jumlah peserta lomba, serta tulisan-tulisan yang makin kritis dari para peserta lomba menulis
– Survey awal dan akhir proyek. Survey awal menanyakan bagaimana sikap dan pengetahuan para pembaca seluler (posisi awal mereka terhadap isu-isu pluralisme serta sejarah ’65). Survey akan disebarkan kepada 50 – 100 pembaca. Setelah 8-9 bulan, survey disebarkan lagi kepada orang-orang yang sama dan menanyakan hal yang sama, untuk melihat apakah ada perubahan pandangan/pengetahuan dari orang-orang ini.

Tipe Konten:
- Berita tentang pelanggaran HAM, cara menanggulangi dan kepada siapa harus melaporkannya.
- Teks singkat tentang pelanggaran HAM dan cara mengatasinya atau kepada siapa harus melaporkan, kolom singkat mempromosikan keberagaman serta kesetaraan, yang bisa disebarkan melalui seluler (sms, twitter dan facebook).
- Kisah dan kesaksian dari korban serta keluarga korban ’65.
- Komik dengan tema HAM dan melawan lupa.

Strategi Distribusi:
Penyebaran akan diumumkan lewat internet (Twitter, Facebook, website, serta melalui poster dan selebaran-selebaran kepada para mahasiswa untuk mengikuti proyek seluler ini). Untuk mahasiswa, juga bisa melalui dosen atau mahasiswa, karena lembaga Bhinneka mempunyai anggota dosen dan mahasiswa di Surabaya, Jakarta, Semarang, Pontianak dan Manado.

Kuantitas Output Konten:
- Sms akan dikirim 2 minggu sekali (tiap hari minggu). - Tiap pengiriman, akan ada minimal 5 kolom tentang HAM dan kesetaraan; serta kesaksian korban/keluarga korban pelanggaran serta perjuangan apa saja yang telah mereka usahakan. - Komik dikirim 1 bulan sekali. - Lomba menulis diadakan 3 bulan sekali, dengan tema-tema HAM dan melawan lupa. Akan dipilih 15 tulisan terbaik pada setiap lomba, yang kemudian dipublikasi melalui seluler.

Dana yang Diminta:
Rp. 349 Juta

Deskripsi Proyek:
Mengampanyekan HAM, keberagaman (gender, orientasi seksual serta agama dan kepercayaan) dan kesetaraan melalui seluler (sms, twitter, facebook) dengan mengadakan:<br /> – Penyebaran kolom mini dan komik tentang HAM, keberagaman dan kesetaraan, serta kisah-kisah korban penganiayaan yang belum mendapat keadilan (seperti tragedi ’65), setiap bulan.<br /> – Mengadakan lomba menulis bertema keberagaman dan kesetaraan melalui sms, twitter dan facebook.<br /> – Mengadakan umpan balik dari penerima sms.

Definisi Masalah:
1. Film The Act of Killing adalah momentum yang amat penting dan harus kita gunakan untuk mengangkat pengetahuan tentang genosida ’65, sehingga rakyat tidak lupa akan peristiwa ini. Namun, sanggahan dan usaha untuk menstigma korban juga masih berlanjut.<br /> 2. Wacana fundamentalisme semakin menyebar dan telah merambat ke para mahasiswa. Telah banyak media massa yang didanai organisasi fundamentalis, untuk mempromosikan ideologi keagamaan mereka, dan berhasil menarik simpati massa untuk melupakan pelanggaran HAM.<br /> 3. Minimnya pengetahuan masyarakat akan sejarah serta pelanggaran HAM yang telah terjadi di Indonesia, sehingga masyarakat tidak mampu mengidentifikasi bigotri yang dibungkus dengan alasan moral, nasionalisme dan budaya.<br /> 4. Lembaga Bhinneka pernah menerbitkan majalah dan angket menunjukkan bahwa yang paling digemari adalah kolom singkat dan komik.

Cara Mengatasi:
1. Menyebarkan kisah-kisah bersambung tentang korban ‘65 serta keluarga korban melalui sms, bagaimana orang-orang ini telah dirampas haknya, menderita kesulitan dan distigma pada massa Orde Baru, dan hingga kini mereka masih belum direhabilitasi dan mendapat keadilan.<br /> 2. Mengadakan lomba menulis bertema HAM dan kesetaraan, sehingga mereka tergugah untuk ikut memikirkan tema ini.<br /> 3. Menyebarkan tulisan-tulisan yang mengkritisi fundamentalisme melalui seluler.<br /> 4. Lembaga Bhinneka akan mengutamakan penyebaran kolom singkat dan komik kritis tentang HAM.

Perkembangan Proyek