Anda berada di mode pratinjau.
| |

Rumah Petani Nusantara

066

066 - Rumah Petani Nusantara

Kegiatan ini dilakukan untuk tercapainya kedaulatan pangan. Program Rumah Petani Nusantara (RPM) ini akan dilakukan di Sidoarjo, Jawa Timur, yang masih banyak mempunyai lahan persawahan. Sementara hasil pertaniannya terbesar adalah padi. Untuk tanaman palawija dan sayuran menjadi produk andalan pertanian berikutnya. Masih belum maksimalnya hasil pertanian di Indonesia memicu masuknya hasil pertanian import ke dalam negeri. Salah satu penyebabnya adalah produksi hasil pertanian Indonesia yang belum mencukupi (suplay dan demand tidak seimbang). Ada beberapa kendala yang menjadikan produksi pertanian Indonesia semakin minim, diantaranya : semakin menyempitnya lahan pertanian, system pemberantasan hama tanaman yang kurang baik, system pengairan yang belum memadai, pengetahuan petani mengenai cuaca sangat rendah dan lain lain. Untuk menanggulangi hal tersebut perlu adanya informasi yang cepat, mudah dan murah yang dapat diakses oleh petani. Melalui program Rumah Petani Nusantara (RPN) inilah kendala petani mengenai pemberantasan hama terpadu, cuaca, dan pengaturan pengairan dapat diatasi. Dengan SMS pula petani dapat mengetahui hama yang sedang menjangkiti tanaman pada suatu darah tertentu. Selain itu melalui sms pula, petani dapat memperoleh informasi debit air persawahan. Tentunya kedua hal tersebut harus di integrasikan dengan informasi cuaca.

Nomor:
066

Nama Lengkap Inisiator:
Teguh Budi Widodo

Lokasi:
Sidoarjo, Jawa Timur

Organisasi:
Perkumpulan Komunitas Pendowo

Judul Proyek:
Rumah Petani Nusantara

Lama Aktivitas:
10 Bulan

Target Pengguna / Penerima Manfaat:
Petani Sidoarjo-Jawa Timur

Ukuran Keberhasilan:
Pengguna mencapai 6,000 di akhir program. dampak dari keberhasilan tersebut adalah : 1.Menurunnya angka kegagalan panen karena serangan hama 2. Menurunnya angka kegagalan panen kesalahan menentukan masa tanam 3.menurunnya jumlah sawah puso akibat kemarau

Tipe Konten:
Teks informasi : daerah, serangan hama, pengairan, cuaca dan daerah waspada serangan hama

Strategi Distribusi:
– Sosialisasi ke Pemerintah daerah – Sosialisasi ke Kelompok Tani – Pendataan Petani – kerjasama dengan BMKG – Memberikan informasi melalui SMS – Mendorong petani aktif memberikan info perkembangan hama – Menerbitkan bulletin bulanan – Menjalin kerjasama dengan universitas atau ahli bidang hama tanaman

Kuantitas Output Konten:
Minimal 1 sms info RPN yang meliputi :Daerah, hama yg menyerang, informasi pengairan, cuaca dan daerah waspada hama

Dana yang Diminta:
Rp. 325 Juta

Deskripsi Proyek:
Kegiatan ini dilakukan untuk tercapainya kedaulatan pangan. Program Rumah Petani Nusantara (RPM) ini akan dilakukan di Sidoarjo, Jawa Timur, yang masih banyak mempunyai lahan persawahan. Sementara hasil pertaniannya terbesar adalah padi. Untuk tanaman palawija dan sayuran menjadi produk andalan pertanian berikutnya. Masih belum maksimalnya hasil pertanian di Indonesia memicu masuknya hasil pertanian import ke dalam negeri. Salah satu penyebabnya adalah produksi hasil pertanian Indonesia yang belum mencukupi (suplay dan demand tidak seimbang). Ada beberapa kendala yang menjadikan produksi pertanian Indonesia semakin minim, diantaranya : semakin menyempitnya lahan pertanian, system pemberantasan hama tanaman yang kurang baik, system pengairan yang belum memadai, pengetahuan petani mengenai cuaca sangat rendah dan lain lain. Untuk menanggulangi hal tersebut perlu adanya informasi yang cepat, mudah dan murah yang dapat diakses oleh petani. Melalui program Rumah Petani Nusantara (RPN) inilah kendala petani mengenai pemberantasan hama terpadu, cuaca, dan pengaturan pengairan dapat diatasi. Dengan SMS pula petani dapat mengetahui hama yang sedang menjangkiti tanaman pada suatu darah tertentu. Selain itu melalui sms pula, petani dapat memperoleh informasi debit air persawahan. Tentunya kedua hal tersebut harus di integrasikan dengan informasi cuaca.

Definisi Masalah:
1.Membantu petani mengatasi hama atau system pemberantasan hama terpadu karena kegagalan panen di daerah program akan dilaksanakan faktor utamanya karena serangan hama 2. Memberikan informasi cuaca : arah angin kecepatan angin,kelembaban, curah hujan dsb, karena : cuaca masih menjadi faktor dominan menyebarnya hama tanaman 3. Menginformasikan system pengairan : debit air, jam pembukaan dam, estimasi kedatangan air dsb, karena air masih menjadi kebutuhan utama dalam kegiatan tanam di sawah

Cara Mengatasi:
Rumah Petani Nusantara (RPN) memberikan informasi melalui SMS sedini mungkin tentang adanya hama yang sedang menyerang wilayah tertentu. Hal ini akan menjadikan kewaspadaan untuk petani yang tanamannya tidak terserang hama. Kemungkinan hama akan meluas bisa diprediksi melalui arah angin, curah hujan, kelembabab dan sebagainya. Sehingga petani bisa melalukan pencegahan terhadap meluasnya serangan hama. Memberikan informasi mengenai debit air sungai atau pada saluran irigasi primer melalui SMS sehingga petani bisa memprediksi kecukupan air dan waktu datangnya air.

Perkembangan Proyek