Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

063 - Gateway Estafet Angkutan Hasil Bumi


Nama Inisiator

Wahyu Bimo Sukarno

Organisasi

NA

Deskripsi Proyek

Sebuah usaha penciptaan GERBANG INFORMASI para pengemudi / pelaku usaha angkutan muatan barang dan hasil bumi, yang bertujuan khusus mempersingkat waktu kerja para pengemudi, memperdekat jarak tempuh para pengemudi, dan kepastian mendapatkan muatan balik saat kembali ke daerah asalnya.
Prosesi ini akan memanfaatkan media yang sebagian besar telah dimiliki para pengemudi. Telepon Seluler. Protokol yang akan digunakan dalam prosesi ini antara lain : Web, Web Service, SMS.

Tipe Konten

Pengemudi, Plat Kendaraan, Asal Muatan, Tujuan Muatan, Berat Muatan, Waktu Kirim, Peta Global.

Masalah yang Diangkat

Masalah Umum:
Distribusi merupakan satu proses antara Produksi dan Konsumsi. Dalam bidang pertanian, proses distribusi (transportasi), merupakan salah satu penentu tingginya margin harga Hasil Bumi. Yaitu harga tinggi di tingkat konsumen, dan harga amat rendah di tingkat petani.

Masalah Khusus:
Masih banyak perusahaan transportasi muatan yang melakukan perjalanan panjang lintas pulau untuk mengantarkan produk, dan pulang dengan muatan kosong, kadangpun setelah melalui penantian yang cukup lama.
Padahal, sebenarnya cukup banyak muatan balik yang membutuhkan angkutan menuju ke daerah asalnya. Biaya operasional para pengusaha angkutan menjadi sangat tinggi dengan hal ini.

Sedangkan dalam perusahaan itu sendiri biasanya banyak order yang ditolak, bukan karena perusahaan overload, namun lamanya proses transportasi yang dilalui para kru pengemudinya.

Solusi

Kunci dari permasalahan ini adalah “Kurangnya Informasi”. Proyek ini menciptakan sebuah Portal Khusus untuk para perusahaan angkutan dan para pengemudi, dan media clientnya adalah komputer, aplikasi smartphone, maupun SMS, yang bertujuan menjadi media tukar informasi antar perusahaan angkutan/pengemudi.

Dengan menggunakan portal ini, pengemudi/perusahaan angkutan akan dengan mudah merencanakan, kapan dia harus berangkat, dimana dan kemana dia akan bertukar limpahan muatan dg pengemudi lain, kapan dia harus pulang, dan muatan apa yang bisa dia dapat ketika pulang.

Secara umum diharapkan turunnya biaya distribusi di tingkat pengusaha, dapat menjadikan persaingan sehat yang akan berimbas pada turunnya harga secara umum. Disamping itu tetap bisa diharapkan harga jual yang manusiawi di tingkat para petani/produsen.

Strategi Distribusi

1. penyebaran informasi pada para penggiat bisnis Transportasi angkutan barang

2. penyebaran pada para pengemudi truk, mengingat mereka adalah komunitas masif
3. penyebaran gambar iklan pada truk, iklan pada truk adalah iklan berjalan yang cukup efektif
4. broadcast sms
5. media sosial yagn dibangun untuk daya tarik
6. Spanduk saingan “Piye Kabare Le Isih enak jamanku to” dengan “enak jamanku pakdhe, mbiyen ora ono android”

Target Pengguna / Penerima Manfaat

Pelaku bisnis transportasi, pengemudi, pembeli dan petani

Kuantitas Output Konten

1. Konten SMS masuk di awal operasional program dibawah 200 sms perhari. Setelah ramai diatas 1000 sms perhari 2. Konten SMS keluar (respon balik) hampir sama dengan konten sms masuk 3. Konten SMS broadcast 20 sms perhari dikalikan dengan jumlah member. 4. Konten lain berupa content web yang diakses baik dari aplikasi mobile maupun web.

Indikator Sukses

Beberapa indikator yang digunakan antara lain:
1. Data pengguna aplikasi
2. Frekuensi penggunaan aplikasi dan berkembangnya data yang ada.
3. Ketertarikan pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Komunikasi
4. Komunikasi antar pengemudi/pengusaha distribusi yang terjadi mengingat bahwa sistem ini dirancang berbasis media jejaring sosial.
5. Kritik-kritik yang muncul dari para pengguna dan pihak lain dalam upaya menyempurnakan aplikasi ini.

Lokasi

Wonosobo, Jawa Tengah

Dana yang Dibutuhkan

Rp. 384 Juta

Durasi Proyek

12 Bulan