Anda berada di mode pratinjau.
| |
Siaran Pers

Penerima Hibah

Nikfon Wuny


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

musik

Pengalaman Berkarya

20 Tahun

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.36 Juta

Kelompok musik yanger dari desa Lolori, di Halmahera Barat, ini meneruskan sebuah tradisi yang lebih dikenal sebagai musik di dalam wilayah laki-laki. Yanger, sebagai musik hasil persenyawaan nyanyian setempat dan pengaruh sistem musik diatonis, telah memperkaya khazanah musik populer hibrid di Indonesia. Para perempuan dari suku Sahu di desa Lolori ini, di samping kesibukan mereka mengerjakan pekerjaan sehari-hari, juga meluangkan waktu untuk memelihara keberlangsungan yanger. Dengan peremajaan dan penambahan alat-alat musik yanger, kami harapkan mama-mama di desa Lolori dapat membagi pengetahuan dan keahlian musik yanger mereka kepada anak-anak di desa Lolori dan–apabila memungkinkan–di desa-desa lainnya di Halmahera Barat.

Proyek


No. Formulir

f-030

Judul Proyek

Pengembangan Grup Musik Yanger Wanita

Lokasi Proyek

Desa Lolori, Kec. Jailolo

Deskripsi Proyek

Sanggar Yanger ini dibentuk atas dasar kesepakatan warga khususnya kaum perempuan. Selain sebagai wadah penyalur bakat juga sebagai upaya melestarikan budaya. Desa Lolori merupakan desa adat Suku Sahu yang masih mempertahankan peninggalan nenek moyang. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan kemajuan musik Yanger khususnya kaum perempuan. Sehingga bisa diteruskan pada anak cucu nanti. Tempat latihan Yanger ini masih menggunakan Rumah Adat Sasadu desa Lolori sebab Sasadu merupakan tempat berkumpul bagi masyarakat. Biasanya latihan dilaksanakan pada malam hari sebagian besar ibu-ibu yang tergabung dalam grup yanger ini bekerja dari pagi hingga sore hari baik berkebun maupun berdagang.

Kategori

akses

Latar Belakang Proyek

Kami dari Sanggat Yanger Perempuan desa Lolori beritikad untuk tetap melesatrikan musik tradisional hingga ke anak lucu. Permasalahan yang di hadapi oleh kami diantaranya masih kekurangan alat musik yang standard an bagus sehingga kadang-kadang yang dibuat atau dibeli hanya yang kurang berkualitas. Untuk pakaian adat atau kostum kami memang terkendala karena kostum yang kami sering gunakan juga digunakan pada acara-acara lain sehingga seringkali pudar dan rusak. Untuk itu kami memohon agar Panitia Cipta Media Kreasi dapat memberi perhatian kepada sanggar Yanger kami untuk pengembangan ke depannya Sanggar kami merupakan sanggar yanger perempuan pertama di Kabupaten Halmahera Barat dan sudah seringkali mengikuti lomba bahkan mewakili Halmahera Barat di ajang Nasional. Akan tetapi keterbatasan kami menjadi kendala mengembangkan sanggar kami ke depan.

Masalah yang Diangkat

Durasi Proyek

4 bulan

Indikator Sukses

Apabila tercapainya kebutuhan kami yaitu bisa melengkapi perlengkapan sanggar Yanger mulai dari alat musik hingga kostum. Selain itu, akses untuk bisa tampil diberikan wadah dan media untuk kami agar menambah pengalaman baik di tingkat daerah maupun di tingkat yang lebih luar lagi.

Dana Hibah

Rp.26.5 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah