Anda berada di mode pratinjau.
| |
Siaran Pers

Penerima Hibah

Nur Handayani


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_pertunjukan

Pengalaman Berkarya

13 tahun

Situs Web

https://youtu.be/fJx7J3UwgOs

Media Sosial

Instagram @nurlovesetya

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.100 Juta

Sebuah gagasan untuk memperbarui sindhenan dalam bentuk paduan suara sindhen, yang mengolah kebaruan musikal menyangkut teknik, gaya maupun bentuk di luar tradisinya. Nur Handayani adalah seorang pesindhen dengan pengalaman yang relatif baru namun membuka perspektif lain dari tradisi sindhenan, terutama dalam hubungannya dengan pertunjukan wayang kulit. Karyanya adalah hasil tanggapan tentang kehidupan pesindhen di dalam pertunjukan wayang kulit, di mana sindhen seringkali menjadi obyek kelakar seksual oleh para dalang maupun penontonnya. Daya untuk membanding pengalaman tersebut diekspresikan di dalam karya “Ginonjing.” Karya ini diharapkan akan menjembatani cakrawala baru pesindhen dalam mengaktualisasikan keperempuanan dan lantunan sindhen ‘baru’.

Proyek


No. Formulir

727

Judul Proyek

Suara Sinden "Ginonjing"

Lokasi Proyek

Jawa Tengah

Deskripsi Proyek

Suara Sinden "Ginonjing" merupakan sebuah orkestra sindhenan yang dilakukan oleh para perempuan. Sindhenan adalah vokal tunggal puteri yang dilantunkan oleh pesindhen. Sementara pesindhen adalah solois puteri dalam karawitan Jawa. Orkestra sindhenan, sejauh pengamatan saya belum pernah dilakukan di manapun. Idealnya sindhenan dilakukan secara solo, seperti yang biasa dilakukan oleh para pesindhen umumnya. Saya berpikir jika sindhenan dilakukan secara orkestra memiliki estetika bunyi yang khas. Jika orkestra pada umumnya suara terbagi menjadi sopran, alto, tenor dan bass, orkestra sindhenan tidak akan menggunakan pembagian suara tersebut. Melihat sindhenan adalah bagian dari seni karawitan,pembagian suara yang akan digunakan adalah suara yang ada di dunia karawitan. Lebih lanjut teknik ini berusaha menemukan celah-celah nada yang kemudian dipadukan sehingga menimbulkan estetika nada yang khas. Kekhasan itulah yang nanti menjadi temuan. Dan tidak menutup kemungkinan terdapat garapan lain dalam perjalanannya nanti.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Proyek ini berangkat dari kegelisahan saya sebagai seorang pesinden dan juga rekan-rekan pesinden lain yang mana sering kali kami bertukar kisah dan kegelisahan, dan juga perempuan-perempuan lain yang mungkin merasakan kegelisahan yang hampir sama. Berangkat dari pengalaman personal saya, dan kebetulan saya tengah melanjutkan studi S2 dalam bidang Penciptaan Seni musik. Maka Ladrang Ginonjing merupakan karya akhir saya untuk memenuhi pendidikan S2. Namun, saya pun menginginkan karya ini bisa diakses oleh publik secara lebih luas lagi karena itu saya mengagendakan keliling tur tiga kota.

Masalah yang Diangkat

Budaya Jawa merupakan budaya patriarki dimana perempuan menjadi obyek. Ini pun berlaku di dunia kesenian dan seni pertunjukan. Di dalam pertunjukan wayang kulit, seringkali Dalang menjadikan sinden sebagai obyek seksual secara verbal dalam bentuk guyunan. Hal ini menyebabkan pesinden juga memiliki stigma negatif di luar pentas. Rumor-rumor negatif itu seolah menjadi kebenaran yang nyata, padahal pesinden itu merupakan daya tarik utama di dunia karawitan jika berada di panggung. Steorotip terhadap pesinden sebagai perempuan murahan, merupakan salah satu dari kegelisahan saya dan para pesinden lainnya.Atas dasar itulah, saya ingin merubah stigma tentang perempuan Jawa khususnya yang bergelut di dunia kesenian terutama pesinden. Bahwa kami merupakan perempuan yang memiliki talenta dan kemampuan, dan keberadaan kami memegang peran penting dalam sebuah pertunjukan.

Durasi Proyek

7 bulan

Indikator Sukses

Indikator sukses jika karya saya bisa diakses masyarakat umum, pemangku kebijakan, aktivis perempuan, penggiat seni, Jurnalis, akademisi bisa diapresiasi oleh berbagai kalangan dan kelas sosial di masyarakat. Lalu terjadi diskusi dimana para penonton bisa berbagi kesan dan komentar, hal ini bisa menjadi ukuran apakah visi karya saya bisa tersampaikan dengan baik ataupun ada pembacaan lain. Jurnalis memuatnya dalam rubrik ulasan pertunjukan, sedangkan mahasiswa membuat karya ini sebagai kajian feminis ataupun seni pertunjukan.

Dana Hibah

Rp.396 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah