Anda berada di mode pratinjau.
| | |
Kabar Terbaru

Penerima Hibah

Martha Hebi


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

sastra

Pengalaman Berkarya

10 tahun

Contoh Karya

Situs Web

www.marthahebi.blogspot.com

Media Sosial

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.90 Juta

Martha Hebi menawarkan ragam kisah kerja-kerja transformasi sosial melalui sudut pandang sejumlah perempuan Sumba yang secara normatif terlihat atau dilabel perempuan “biasa”. Proyek ini penting di kala perempuan sampai kini masih harus memperjuangkan isu-isu keberadaannya di atas lanjutan narasi tunggal sejarah dari penguasa Orde baru yang masih dominan di cara pikir masyarakat. Pengalaman Martha sebagai penulis sastra dan aktivis komunitas di NTT membuatnya menantang nilai perempuan “biasa” dan “tidak biasa” dengan kepekaan. Kami berharap lewat kisah para perempuan ini perubahan sosial yang dilakukan tanpa kentara dan khas perempuan menemukan artikulasinya dan memicu pemikiran kritis terhadap mitos-mitos normatif seputar perubahan sosial.

Proyek


No. Formulir

575

Judul Proyek

Perempuan (Tidak) Biasa di Sumba pada Era 1965-1998

Lokasi Proyek

Nusa Tenggara Timur

Deskripsi Proyek

Sumba adalah pulau kecil yang indah dan terpencil terletak di selatan Indonesia. Sumba hanyalah titik kecil dalam peta Indonesia. Di negeri savana ini, dalam keheningannya tersimpan sejumlah kisah heroik perempuan yang berkarya dan membuat perubahan sosial dalam periode 1965-1998. \r\nDalam proyek ini, saya akan mendokumentasikan paling tidak 15 kisah inspiratif perempuan di seluruh Sumba (4 kabupaten) yang telah melakukan perubahan sosial pada era represif ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang social, pendidikan, profesi dan kehidupan. Mereka adalah perempuan biasa yang melakukan hal-hal sederhana di masa sulit dengan daya, cinta, hati, analisa dan strategi tersendiri. Ada yang telah melakukan advokasi perubahan kebijakan gereja yang kurang sensitif gender pada era 1970an-1980an, ada pegiat lingkungan yang akhirnya mendapatkan penghargaan Kalpataru, ada seniman music tradisonal, seniman tenun, dukun pijat, dukun beranak. Mereka bergerak dalam diam dan gerakan mereka menoreh jejak namun belum terdokumentasikan dan juga belum banyak terpublikasikan.\r\n\r\nSaya akan mewawancarai dan mendokumentasikan kisah para perempuan inspiratif ini untuk menjawab siapa mereka, apa yang mereka lakukan pada periode itu, mengapa mereka mau/harus melakukan, bagaimana cara mereka melakukan, perubahan apa yang terjadi pada masa itu dan apakah perubahan itu masih terasa saat ini?\r\n

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Upaya penguatan kapasitas komunitas warga, warga terutama perempuan di Sumba cukup berkembang sejak tahun 2000. Pihak-pihak yang terlibat dalam upaya antara lain Lembaga Swadaya Masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi pemerintah serta lembaga social lainnya. Saat ini sudah banyak perempuan yang memiliki prestasi, karya serta memiliki kapasitas yang handal. \r\nNamun bagaimana potret kehidupan, aksi, gerakan para perempuan yang berkarya pada era 1965-1998, saat masih sangat sedikit pihak yang memperkuat perempuan, stigma yang negatif terhadap perempuan? Dan di masa represif ini, perempuan di Sumba memiliki akses informasi yang sangat terbatas.\r\nProyek ini bertujuan menelusuri siapa saja perempuan yang telah berkarya di masa 1965-1998, mengapa, bagaimana dan dampak karya-karya mereka pada masa lalu dan saat ini. Pada akhirnya akan terlihat perbedaan pola gerakan perempuan pada masa ini dan saat ini.\r\n

Masalah yang Diangkat

Fakta-fakta tentang perempuan yang melakukan perubahan sosial pada masa 1965-1998 cukup banyak. Namun masih sangat sedikit yang terdokumentasi dan terpublikasi. Kisah-kisah heroik para perempuan ini bisa menjadi inspirasi.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

1) Paling tidak ada 15 kisah inspiratif perempuan yang terdokumentasikan\r\n2) 250 buku berisikan kisah-kisah inspiratif dan foto-foto 15 perempuan \r\n3) Peluncuran buku dan diskusi terbuka dengan menghadirkan perempuan pemilik cerita dan narasumber lainnya yang punya interest terhadap isu perempuan dan perubahan sosial. Kegiatan ini dihadiri 100 orang dari berbagai latar belakang dan keragaman gender, status sosial, profesi dan usia.

Dana Hibah

Rp.90 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah