Anda berada di mode pratinjau.
| |
Siaran Pers

Penerima Hibah

Septina Rosalina Layan


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

musik

Pengalaman Berkarya

10 tahun/2 bulan

Situs Web

https://www.youtube.com/watch?v=FXuY6556w5A

Media Sosial

https://www.instagram.com/p/BZkFNMLASs6/

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.60 Juta

Perekaman dan pencatatan nyanyian di Kabupaten Mappi ini bukan hanya bagian dari usaha melanjutkan tradisi nyanyian perempuan, namun juga upaya meluaskan pengetahuan dan pemahaman keragaman budaya di Papua melalui nyanyian. Septina Rosalina Layan sungguh-sungguh mempelajari berbagai nyanyian di Papua, bukan hanya karena ia lahir dan besar di sana, namun juga karena ia tergelisahkan untuk meneruskan nyanyian beserta berbagai pengetahuan setempat yang terkandung di dalam khazanah nyanyian itu, terutama bagi masyarakat pendukung tradisi yang bersangkutan, maupun masyarakat musik yang lebih luas.

Proyek


No. Formulir

322

Judul Proyek

Mendokumentasi Nyanyian Tradisi suku Yaghai, Auyu, Wiyagar

Lokasi Proyek

Kabupaten Mappi Provinsi Papua

Deskripsi Proyek

Proyek ini bertujuan untuk mendokumentasikan nyanyian-nyanyian tradisi suku Yaghai, Auyu dan Wiyagar berupa rekaman audio, visual (video), dan teks notasi musik yaitu notasi angka/balok (dibukukan), serta mengkaji peran perempuan Yaghai, Auyu, Wiyagar melalui lantunan nyanyian tradisi tersebut.

Kategori

riset_kajian_kuratorial

Latar Belakang Proyek

Wilayah Papua terbagi antara pantai dan pesisir, lumpur dan rawa, gunung dan lembah serta daratan. Kemajemukan suku, bahasa dan wilayah merupakan suatu kekayaan yang perlu didokumentasikan, diteliti dan dikaji agar diperoleh literatur secara audio visual dan tertulis yang dapat digunakan sebagai referensi bagi generasi muda Papua. Projek ini penting dilakukan karena kurangnya dokumentasi yang terkaji mengenai nyanyian suku Yaghai, Auyu dan Wiyagar, sementara proses asmilasi budaya semakin marak terjadi, toleransi atas budaya suku lain (luar Papua) yang tinggal di wilayah Mappi semakin tinggi, nyanyian-nyanyian dari luar semakin banyak dan berkembang, budaya rap (hiphop) semakin marak digemari oleh kaum muda, sedangkan nyanyian-nanyian tradisi seakan menjadi tanggung jawab orangtua saja. Selanjutnya melalui lantunan nyanyian-nyanyian ini, akan dikaji tentang bagaimana suku Yaghai, Auyu dan Wiyagar memberikan penghargaan kepada perempuan. Secara adat, masyarakat sudah mempunyai padangan tersendiri terhadap keberadaan perempuan secara keseluruhan. Seorang laki-laki menginginkan perempuan yang dapat bekerja keras dan dapat melahirkan banyak anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Selain itu bahwa perempuan memiliki tempat di belakang atau mengurus dapur (rumah tangga saja), sehingga hal ini menjadi penting bahwa melalui lantunan nyanyian ini, maka akan dikaji bagaimana suku Yaghai, Auyu dan Wiyagar memberikan tempat/penghargaan kepada perempuan.

Masalah yang Diangkat

Kurangnya dokumentasi (audio,video, notasi musik) yang baik dan terkaji sebagai literatur dari nyanyian/musik Papua, sementara proses asmilasi budaya semakin marak terjadi, toleransi atas budaya suku-suku lain (luar Papua) yang tinggal di wilayah Mappi semakin tinggi, nyanyian-nyanyian dari luar semakin banyak dan berkembang, budaya rap (hiphop) semakin marak digemari oleh kaum muda dan kini dapat mengancam keberadaan nyanyian-nyanyian tradisi tersebut. Selanjutnya melalui lantunan nyanyian-nyanyian ini, akan dikaji tentang bagaimana suku Yaghai, Auyu dan Wiyagar memberikan penghargaan kepada perempuan. Secara adat, masyarakat sudah mempunyai padangan tersendiri terhadap keberadaan perempuan secara keseluruhan. Seorang laki-laki menginginkan perempuan yang dapat bekerja keras dan dapat melahirkan banyak anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Selain itu bahwa perempuan memiliki tempat di belakang atau mengurus dapur (rumah tangga saja), sehingga hal ini menjadi penting bahwa melalui lantunan nyanyian ini, maka akan dikaji bagaimana suku Yaghai, Auyu dan Wiyagar memberikan tempat/penghargaan kepada perempuan.

Durasi Proyek

8 bulan

Indikator Sukses

Menghasilkan dokumentasi berupa, audio, video dan buku kumpulan nyanyian-nyian tradisi suku Yaghai, Auyu, Wiyagar yang dapat digunakan sebagai arsip budaya, literatur pembelajaran di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan menambah literatur tentang nyanyian tradisi di Papua.

Dana Hibah

Rp.153 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah