Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

136 - Karakter wanita pemberani di era milenia


Nama Inisiator

Dian Hartanti, S.Kom., MMSI

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

Saya seorang Dosen Teknik Informatika, berangkat dari kecintaan saya terhadap seni, mengawali sebagai penggiat seni dari umur saya sekitar 5 tahunan s/d hingga umur 21 tahun, selama 15 th berkecimpung di dunia seni, selama waktu itu pernah menghadiri dan beberapa kali ikut serta mementaskan tari di panggung dan juga aktif di teater. Dalam kegiatan tersebut pernah mengisi dan memainkan peran dalam beberapa drama, bahkan kelompok drama yang saya geluti pernah menjuarai sebagai pemenang pertama, selain kegiatan drama, juga menyukai kegiatan musik berupa gitar dan keyboard, serta menulis puisi, syair lagu dan informasi lainnya, untuk puisi atau tulisan lain biasanya nama pena saya "Dhianiez", sedangkan kegiatan pementasan berupa hasil pementasan yang pernah dilakukan tidak pernah di dokumentasikan. Dalam pementasan yang pernah dilakukan belum menggunakan tata panggung dan pencahayaan seperti yang ada saat sekarang. Sementara kegiatan seni tidak berlanjut diisi dengan aktivitas di pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan kebutuhan profesi sebagai Dosen di Perguruan Tinggi. Dalam mengisi kegiatan seni berkelanjutan mencoba untuk mengorganisasikan pertunjukan seni sendiri melalui hibah Ciptamedia

Contoh Karya

PhotoGrid_1516952237230.jpg

Situs Web

Media Sosial

Biasanya saya memasukan puisi saya di media sosial seperti facebook (https://free.facebook.com/notes/dian-hartanti/dalam-doa-ku/409890119693/?refid=21&_ft_=top_level_post_id.409890119693&__tn__=H-R) dan friendster, sedangkan pementasan drama dan tari dulu tidak didokumentasikan

Kategori Proyek

perjalanan

Deskripsi Proyek

Saya ingin melakukan perjalan untuk melakukan kajian seni dan budaya ke beberapa daerah diantaranya Sumatera Barat, Aceh, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Bali, kemudian bersama pelaku seni daerah akan melakukan pementasan di Jakarta/Bekasi. Dalam pelaksanaannya akan dibentuk tim pelaksana inti untuk membantu dari mulai survey, membuat kajian kemudian melakukan pementasan, sebgai contoh cerita rakyat "Sabai Nan Aluih" dari Sumatera Barat, di cerita itu diceritakan, sabai ingin dilamar oleh seorang raja yang umurnya sama dengan ayah kandung nya sabai, tentu saja lamaran itu ditolak oleh ayahnya sabai, maka terjadilah pertarungan antara ayah sabai dengan raja tersebut, kemudian ayah nya sabai meninggal dalam pertarungan, dikarenakan kecurangan raja tersebut, sabai yang mendengar berita tentang peristiwa itu dengan berani mendatangi raja tersebut, bahkan adik kandung sabai sendiri pun yang seorang pria tidak berani mendatangi raja tersebut, kemudian terjadilah konflik yang mengakibatkan raja yang licik tersebut terbunuh dan sabai akhirnya memenangkan pertarungan dengan raja yang licik itu, Dengan adanya pertunjukan cerita rakyat dapat mengetahui makna bahwa perempuan tidak bisa dianggap remeh karena perempuan juga mempunyai sifat keberanian dalam membela kebenaran. Dengan melakukan pementasan daerah di kota diharapkan dapat mempererat persatuan antar semua daerah dan kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian daerah

Latar Belakang Proyek

Pada zaman milenia seperti saat ini banyak dijumpai generasi-generasi muda yang kurang mengenal kesenian daerah yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa ini khusus nya generasi muda pendatang atau yang dibawa pindah orang tua ke perkotaan . Padahal kesenian-kesenian yang lahir dari budayawan zaman terdahulu banyak memberikan inspirasi dan pelajaran berharga bagi generasi sekarang dan yang akan datang dalam menjalani kehidupan serta menjaga kesatuan dan persatuan bangsa guna kokoh nya bangsa kita. Beberapa tahun terakhir sangat kurang nya pertunjukan atau tontonan yang disajukan oleh institusi media pemerintah maupun swasta dalam bentuk pementasan kesenian yang mengangkan dan menggali keberadaan seni dan budaya daerah. Dari informasi yang diperoleh di beberapa daerah kegiatan pementasan seni tari beberapa tahun belakangan ikut berkurang dan semakin menghilang tergilas oleh budaya dari luar bangsa ini. Pementasan drama dan tari juga dianggap memakan biaya besar karena dari tata panggung, busana, rias, musik dsb, tak jarang pelaku seni tampil menggunakan uang pribadi patungan, karena ini terjadi pada saya juga dulu, kami patungan utk bisa manggung di panggung besar, tapi ternyata tidak jadi pentas, duit yg kami kumpulkan tidak dikembalikan, oleh sebab itu dengan adanya hibah ini saya sangat menghargai dan sangat tertarik untuk mengikuti.

Masalah yang Diangkat

Kurangnya pengetahuan tentang seni tari dan cerita rakyat generasi muda di perkotaan, seni tari yang dipertunjukan terbatas dan hanya di daerah saja, ketidak tahuan tentang tokoh perempuan yang berani membela kebenaran

Indikator Sukses

Dapat menggali seni dan budaya daerah yang dilahirkan oleh nenek moyang, membuat pementasan dari beberapa tarian dan cerita rakyat daerah di kota, dan membuat kajian tentang isi cerita dan tarian di setiap daerah yang dikunjungi

Lokasi

Sumbar, Aceh, Jateng, NTB, Bali dan Jkt/Bks

Dana yang Dibutuhkan

Rp.530 Juta

Durasi Proyek

9 bulan