Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

94 - Transformasi naskah Terdampar karya Slawomir Mrozek


Nama Inisiator

reza astika

Bidang Seni

seni_pertunjukan

Pengalaman

4 tahun

Contoh Karya

Trailer jejak tak bertoreh.MOV

Situs Web

Media Sosial

youtube: reza astika

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Saya akan mentransformasikan naskah Terdampar karya Slawomir Mrozek menjadi naskah perempuan, yang nantinya akan diberganti judul dengan Wnita-Wanita Terdampar. disini saya akan mengadaptasi ulang naskah tersebut menjadi nakah yang seluruh tokoh dimainkan oleh perempuan. Sedikit penggalan dari cerita naskah Terdampar ini, yaitu menceritakan tentang para laki-laki memakai jas yang terdampar di tengah lautan dengan serpihan rakit. Mereka semua kelaparan dan tidak ada lagi sesuatu yang bisa dimakan. Untuk itu mereka memutuskan untuk memakan salah satu dari mereka. Untuk memutuskah siapa yang akan dimakan maka mereka mengadakan kompanye sebagai mana dalam pemilihan kepala daerah. berangkat dari cerita tersebut, saya sebagai pengkarya akan mentranformasikan naskah ini lebih kekinian. kekinian yang dimaksud adalah Wanita-wanita yang terdampar dalam dunia modernitas dan melupakan budaya kelahiran mereka. namun pengkarya nantinya akan menjadikan wanita-wanita di dalamnya bersal dari budaya yang berbeda-beda, yaitu dari Minang, Batak, dan Jawa. Jika mereka tidak bisa menampilkan budaya mereka masing-masing, maka dialah yang akan menjadi santapan kebobrokan zaman. budaya wanita-wanita yang dimaksud lebih ke musik berupa nyanyian dan tarian, karna nanti akan dibentuk menjadi teater musikal. proyek ini akan dipentaskan di kota ketiga budaya tersebut, yaitu Padang, Medan, dan Solo.

Latar Belakang Proyek

Sibuk memikirkan dan mengikutiperkembangan zaman, para wanita tidak mempunyai waktu untuk memikirkan tentang budaya yang enggan dilestarikan lagi. Seperti halnya berbagai macam kebutuhan penunjang kecantikan dan popularitas para wanita masa kini. sebagai bentuk protes bahwa wanita suksen bukan hanya dengan kemodernan dan kekinian, namun dengan mengembangkan budaya kita masing-masing, wanita akan lebih kaya dan berkarisma. Alasan memilih naskah Terdampar karya Slawomir Mrozek ini karna mendeskripsikan bahwa siapapun bisa membunuh siapapun ketika semua mendesak dan terjepit. Kata "terdampar" dapat diartikan dengan karta terhempas, tercampak ke darat, namun pengkarya mentransformasikan dengan terdamparnya para wanita pada zaman global dan lupa jati diri dan budaya asalnya. kenapa memilih budaya Minang, Batak, dan Jawa, karena saya sendiri berasal dari Minang, dan sergaul dengan berbagai macam wanita yang berasal dari daerah yang di dominasi oleh orang Minang, Batak dan Jawa. Masing-masing dari budaya ini mempunyai kelebihan masing-masing, namun tak pernah muncul kepermukaan karna sibuk dengan zaman kekinian.

Masalah yang Diangkat

masalah yang diangkat merupakan perbedaan wanita-wanita Indonesia yang berasal dari budaya yang berbeda-beda. begitu juga dengan karakter dan ketangguhan wanita-wanitanya. Minang terkenal denga wanitanya yang cerdik dan tangguh, Batak dengan wanitanya yang kuat dan pecaya diri amat tinggi, Jawa dengan kelembutan wanitanya mampu menankhlukan. segala perbedaan ini nantinakan disatukan menjadi sebuah kekuatan yaitu wanita Indonesia.

Indikator Sukses

95% proyek ini akan sukses, dan 5%nya saya percayakan pada proses yang berjalan nantinya. karena begitu banyak wanita-wanita yang ingin menampakkan dirinya dengan pesona masing-masing

Lokasi

Padang panjang, Sumatera Barat

Dana yang Dibutuhkan

Rp.850 Juta

Durasi Proyek

5 bulan