Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

76 - Proses Kreasi dan Aktualisasi Perempuan Perupa di Luar Medan


Nama Inisiator

Kiki Rizky Soetisna Putri

Bidang Seni

penelitian

Pengalaman

1. Asisten Peneliti Program Hibah Inovasi Pengajaran 2012, “SR2103 Seni Rupa”, Institut Teknologi Bandung (2010), 2. Asisten Peneliti Program Riset FSRD ITB 2012, “Kajian Aspek Ketidaksadaran Dalam Karya Seni Rupa Indonesia Periode 2000-2011” (2012), 3. Hibah Dosen Pemula Dikti 2013, “Kajian Pasar Seni Rupa Periode 2008 Hingga 2012 dengan Objek Lukisan Kontemporer Seniman Muda Bandung” (2013), 4. Anggota Tim Penelitian P3MI ITB, “Pembentukan Pusat Data dan Analisis Seni Rupa Indonesia”(2017), 5. Peneliti Utama pada Program Disertasi Doktor Kemenristek Dikti, “Relasi Simbolik pada Penciptaan Karya Seniman Muda di Perkotaan” (2017), 6. Peneliti Utama pada Program Riset Penguatan Kapasitas ITB, “Proses Kreasi Perupa Generasi Y dalam Seni Rupa Kontemporer Bandung” (2017), 7. Anggota Peneliti pada Pemetaan Program Penelitian ITB yang Berjudul, Sistem Manajemen Galeri‐galeri di Indonesia sebagai Landasan Aktualisasi Diri Perupa Muda dalam medan Sosial Seni Rupa (2017),8. Anggota Peneliti pada Penelitian P3MI dengan judul, Pembuatan Model Pusat Data dan Analisis Seni Rupa Indonesia (2017), 9. Ko-kurator pada Pameran Mindspace Katalog pameran berjudul "Mindspace", Studio Rosid (2011), 10. Salah Satu Kurator pada Pameran Playdead, Katalog Pameran berjudul "Playdead", Galeri Padi (2011), 11. Salah Satu Kurator pada Pameran "Collective Junture", Pendidikan Seni dan Titik Temu Kolektif Pengantar Kuratorial pada Pameran "Bandung Creative Movement" (2016), 12. Kurator pada Pameran Berjudul " Ya, Aku Perempuan!" Pengantar Kuratorial untuk Pameran 21: “The Other Side of Women Educators”, 13. Publikasi Tulisan Berjudul "Re-Interpretasi Budaya Tradisi dalam Karya Seni Kontemporer Bandung (Karya Radi Arwinda)", Jurnal Ilmiah Seni dan Budaya Panggung, Vol. 26, No. 3, September 2016 ISSN 0854-3429 (2016), 14. Publikasi Tulisan Berjudul, "Markers of Post-conceptual Painting in Bandung Contemporary Arts (A Case Study on Errata Optica Exhibition)", Mudra Journal of Art and Culture, Vol 31, No.3, September 2016, 15. Publikasi Tulisan Berjudul, "The Paradigm Shift of Creativity Concept (Modern to Contemporary Era)", International Journal of Art and Art History, Vol 5 No 1 June 2017, 16. Salah Satu Penulis pada Buku Lentera Makna: Seni Rupa di Mata Perempuan Pengajar (2017), 17. Salah Satu Penulis pada Buku Perempuan Hari ini: Peran dan Keseharian dalam Budaya Visual Indonesia (2017).

Contoh Karya

Situs Web

Media Sosial

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Beberapa perempuan perupa sebutlah Ay Tjoe Christine atau Octora Chan telah mencapai puncak aktualisasi tertinggi pada medan seni rupadi Indonesia bahkan global. Keduanya menjadikan fitrah diri sebagai perempuan sebagai strategi representasi dan modal kultural dalam bersaing di medan seni rupa. Hal tersebut menjadi mungkin karena mereka tinggal dan bekerja di salah satu kota paling penting dalam perkembangan seni rupa Indonesia, dan merupakan alumni dari salah satu perguruna tinggi seni paling bereputasi di Indonesia. Lalu bagaimana dengan perempuan perupa lain, yang tinggal dan berkarya di luar Bandung, Jakarta atau Jogjakarta? Bagaimana dengan mereka yang berjuang melalui lembaga seni daerah, dan tidak mendapatkan perhatian medan seni. Rencana proyek ini ialah melakukan pementaan ke tiga lokasi, yaitu Kota Padang di Sumatea Barat, Kota Ternate di Sulawesi Utara, dan Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat. Ketiga lokasi ini dipilih sebagai perwakilan bagi analisis kasus wilayah-wilayah di luar medan seni Indonesia yang saat ini terpusat di pulau Jawa dan Bali. Ketiga kota ini dipilih atas pertimbangan masih adanya titik-titik perkembangan kegiatan seni rupa di wilayah tersebut. Hasil akhir dari proyek ini ialah buku hasil laporan penelitian, film dokumenter dan pameran berskala nasional yang mengetengahkan karya-karya perempuan perupa di ketiga kota tersebut.

Latar Belakang Proyek

Setahun belakangan, saya banyak terlibat di beberapa proyek menulis dengan tema seni rupa dan perempuan. Dari situlah saya sadar bahwa perempuan sebagai perupa belum sepenuhnya teraktualisasi dan terpublikasi secara signifikan. Meskipun beberapa perempuan perupa bisa mendapatkan rekognisi sangat baik di medan seni rupa, hal itu dikarenakan mereka tinggal, dan bekerja di pusat medan, Bandung, Jakarta atau Jogjakarta. Dari latar belakang itulah, saya ingin melihat beberapa kasus yang mungkin mengemuka dari keseharian, proses kreasi dan kesulitan para perempuan perupa di luar medan.

Masalah yang Diangkat

Saya berharap dari hibah ini akan terwujud kesadaran akan potensi perempuan perupa yang berada di luar medan seni rupa Indonesia. Hibah ini akan dipergunakan untuk memberikan peluang para perempuan perupa di luar medan agar bisa mendapatkan rekongnisi, dan publikasi yang baik. Proyek ini akan dijadikan percontohan bagi beberapa proyek lanjutan di kemudian hari.

Indikator Sukses

Kesuksesan proyek ini dilihat dari terciptanya kesadaran dan aktualisasi serta apresiasi terhadap perempuan perupa di luar medan seni rupa Indonesia melalui beberapa hal. Di antaranya, publikasi berupa buku mengenai perempuan perupa di luar medan seni rupa di Indonesia, film dokumenter, dan pameran berskala nasional.

Lokasi

Kota Padang (Sumbar), Kota Ternate (Sulut), dan Kota Mataram (NTB)

Dana yang Dibutuhkan

Rp.999 Juta

Durasi Proyek

9 bulan