Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

66 - Artmosfers


Nama Inisiator

Wiji Luluk Agustina

Bidang Seni

lainnya

Pengalaman

18 tahun

Contoh Karya

20770181_490231717998130_594964064696700219_n.jpg

Situs Web

https://agustinaportofolio.blogspot.co.id/

Media Sosial

https://themeforest.net/item/tukatuku-shop-bootstrap-ecommerce-psd-templates/5545230?s_rank=1

Kategori Proyek

akses

Deskripsi Proyek

Artmosfers adalah sebuah komunitas seni berbasis online yang terbuka secara umum untuk seluruh perupa perempuan indonesia. Para perupa perempuan: pelukis, pematung, pengrajin, penari, pemeran, fotografer, illustrator dapat menjadi anggota komunitas, baik mereka yang telah menekuni seni secara profesional ataupun pemula, lajang ataupun sudah menikah. Tujuan utama dari komunitas ini adalah membangun jaringan (nertworking), keterbukaan informasi, dan kontinuitas berkarya. Pada proyek ini akan dibangun sebuah situs online yang kemudian menjadi sarana utama untuk mewujudkan tujuan dari komunitas. Setiap anggota Artmosfers difasilitasi sebuah akun untuk memberikan kesempatan bagi mereka menampilkan karya dan berbagai informasi pendukung lain seperti profil pribadi: alamat studio, situs, pengalaman pameran, penghargaan; berita: jadwal pameran, lelang, residensi, scholarship; karier dll. Kedepan, situs ini akan menjadi directory yang berisi para perupa perempuan Indonesia. Pada akhir proyek ini juga akan diselenggarakan pameran untuk para perupa perembuan dan ini merupakan bagian agenda nyata dari komunitas ini. Artmosfers diharapkan mampu menciptakan atmosfer baru dalam wacana seni Indonesia sehingga para perupa perempuan dapat mengambil bagian dalam mengukir seni dan budaya bangsa.

Latar Belakang Proyek

Wacana persamaan gender telah lama didengungkan tetapi apakah sampai detik ini perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki? Perempuan setelah menikah kemudian melahirkan anak, lebih disibukkan dengan urusan keluarga, seolah mereka yang paling bertanggung jawab untuk mengurus suami, anak, dan rumah. Banyak di antara mereka ataupun saya harus merelakan kesempatan berkumpul bersama teman perupa apalagi berkarya demi kepentingan hidup berkeluarga. Pada kondisi ini perupa perempuan tidak lagi memiliki keluasan informasi, terputusnya relasi seni, dan akhirnya menghilang dari publik seni. Sangat disayangkan jika ini sampai terjadi. Kesempatan yang seharusnya dapat di ambil namun terlewat begitu saja. Berdasarkan pada fakta di atas, maka penulis menganggap perlu adanya sarana yang dapat memfasilitasi mereka untuk tetap terhubung dengan publik seni.

Masalah yang Diangkat

Keterbatasan waktu dan ruang bahkan norma tertentu yang menjadi masalah/hambatan bagi sebagian perupa perempuan Indonesia menjadi isu utama yang diangkat. Dalam proyek ini, penulis menawarkan solusi dengan membentuk komunitas seni virtual yang memanfaatkan kemudahan akses internet sehingga para perupa perempuan dapat tetap terhubung dengan publik seni kapanpun yang mereka mau.

Indikator Sukses

Proyek ini dapat dibilang sukses jika dapat dibangun komunitas Artmosfers dengan keanggotaan minimal 250 orang dan terselenggaranya pameran untuk perupa perempuan.

Lokasi

DI Yogyakarta

Dana yang Dibutuhkan

Rp.160 Juta

Durasi Proyek

9 bulan