Anda berada di mode pratinjau.
(click to expand)

41 - Walennae Project: Riset dan Produksi Film Dokumenter "Makkunrai"


Nama Inisiator

ANDI REWO BATARI WANTI

Bidang Seni

sastra

Pengalaman

14 Tahun

Contoh Karya

Screenshot_2018-01-08-17-58-30-244_com.android.chrome.png

Situs Web

https://m.facebook.com/arewobatariw?ref=bookmarks

Media Sosial

FB: Andi Rewo Batari Wanti, IG: @arewobw

Kategori Proyek

riset_kajian_kuratorial

Deskripsi Proyek

Walennae project merupakan rumah produksi yang khusus dibentuk untuk pembuatan film dokumenter "Makkunrai" yang berarti perempuan, Walennae disadur dari nama sebuah sungai yang berada di Sulawesi Selatan, sesuai nama dan sifatnya, proyek ini diharapkan mampu menjadi aliran pengetahuan bagi masyarakat umum terkait khazanah adat dan tradisi lokal. Pembuatan film dokumenter ini berbasis riset pada tahap produksi, mengupas "perempuan" dalam perspektif Bugis dari hulu, agar informasi yang disajikan tidak hanya sebatas 'kulit', tetapi mampu menjelaskan perempuan mulai dari kedudukan, historis gerakan dan peranan sosial.

Latar Belakang Proyek

Perempuan dalam berbagai perspektif merupakan sesuatu yang menarik untuk dibahas, utamanya dalam kajian feminisme dan gender. Namun, banyak anggapan bahwa gerakan feminisme terlalu Eropa sentris, untuk menjawab hal tersebut, melalui pembuatan film dokumenter "Makkunrai" kami ingin menyampaikan pesan bahwa perjuangan perempuan dan memerjuangkan perempuan punya basis nilai yang jelas juga rentetan historis yang panjang di konteks masyarakat lokal, termasuk di tanah Bugis. Nilai-nilai lokal tersebut seharusnya dapat diadopsi untuk kemudian dijadikan pijakan dalam memahami kedudukan perempuan. Di Sulawesi Selatan, nilai dari epos yang menceritakan bahwa padi berasal dari perempuan (Sangiang Serri), ini menunjukkan perempuan didudukkan sebagai sumber kehidupan, nilai dari epos ini terejawantahkan ke dalam praktik kehidupan bermasyarakat, ada beberapa daerah yang meyakini bahwa untuk memeroleh keberhasilan saat musim tanam padi, maka perempuanlah yang harus menanamnya. Hal menarik lainnya adalah beberapa simbol seperti bumi, daratan, bintang, bunga dan lain-lain, diidentikkan dengan perempuan, lalu apa maknanya? Selain itu, kami juga ingin menyampaikan pesan bahwa konsepsi adat yang merupakan nomenklatur bangsa, bukanlah hal yang kaku nan kolot. Subtansi adat menyoal batiniah manusia (inheren) yang jika itu alpa, maka alpa pulalah kemanusiaan. Keseluruhan hal tersebut akan berusaha kami telusuri dan disajikan ke dalam medium film dokumenter "Makkunrai"

Masalah yang Diangkat

1.Pemahaman tentang konsepsi perempuan berbasis adat 2. Pemahaman mendalam mengenai pesan yang terkandung dalam simbol-simbol perempuan.

Indikator Sukses

1. Film Dokumenter "Makkunrai" selesai tepat waktu 2. Film Dokumenter "Makkunrai" berhasil discreening

Lokasi

Sulawesi Selatan

Dana yang Dibutuhkan

Rp.50 Juta

Durasi Proyek

4 bulan