Anda berada di mode pratinjau.
| | |
Kabar Terbaru

Penerima Hibah

Sanchia Tryphosa Hamidjaja


Riwayat Berkarya

Bidang Seni yang Ditekuni

seni_rupa

Pengalaman Berkarya

10 tahun

Situs Web

www.the-slyndicates.blogspot.com

Media Sosial

instagram @sanchimilikiti

Catatan Juri


Dana yang diturunkan: Rp.88 Juta

Novel grafis ini menyoal sekaligus merekam kelindan pilihan perempuan dalam peran dan relasinya dengan masyarakat dan lapis institusi-institusinya. Sanchia sebagai seniman ilustrasi lintas media secara reflektif menantang pilihan subyek tema maupun praktik seninya sendiri. Ia merangkaikan sudut pandang seputar kompleksitas antara peran yang diambil maupun pilihan yang dilepaskan perempuan untuk dan dalam pernikahan, beranjak dari narasi kecil perempuan membentang ke konteks persoalan yang lebih besar hingga institusi politis. Karya ini kami anggap bisa memicu diskusi yang lebih mendalam perihal imajinasi pilihan hidup perempuan yang tak nampak dari sepintas pilihan gaya hidup yang tampil di permukaan.

Proyek


No. Formulir

14

Judul Proyek

Seragam Merah Jambu / In Pink Uniform (novel grafis)

Lokasi Proyek

DKI Jakarta & Aceh

Deskripsi Proyek

Proyek ini berupa novel grafis yang terinspirasi dari kehidupan nyata. Mengangkat tema peranan ibu rumah tangga di dalam situasi yang ekstrim.

Kategori

kerjasama_kolaborasi

Latar Belakang Proyek

Sebagai ilustrator yang berpraktisi di media komik, saya seringkali mendapatkan inspirasi dari kehidupan dan percakapan sehari2. Semenjak menjadi ibu, tentu saya tergerak untuk mengangkat tema-tema keibuan. Mulai dengan pengalaman saya sendiri, lalu membuka diri untuk bertukar cerita di lingkungan ibu2 sekolahan anak saya, dengan tujuan mengadaptasikan cerita2 mereka menjadi komik strip ringan. Setelah beberapa minggu saya mendengarkan cerita mereka. Saya sempat berubah pikiran. Apa bedanya cerita2 ini dengan komik2 bertema “motherhood” yang sudah ada di luar sana? Saya merasa harus menggali lebih dalam. Akhirnya saya menemukan cerita yang merubah prespektif. Cerita seorang ibu yang bersuamikan anggota Brimob. Pertama kali saya bertemu dengannya, dia baru saja pulang dari Aceh, kota dimana suaminya bertugas selama 3 tahun. Dia bercerita pengalaman hidupnya di Aceh, daerah yang rawan konflik, menyesuaikan diri dibawah hukum syaria, dan kewajibannya sebagai anggota Bhayangkari. Perjalanan berat menjadi seorang ibu muda, meredupnya jati diri. Ditambah ketakutan2 yang konstan dalam pekerjaan suaminya. Saya sadar, ternyata komik ringan ini berubah haluan menjadi sesuatu yang lebih gelap, berlapis2, menyentuh masalah gender, dan sosial politik. Dari situ komik strip berubah menjadi novel grafis. Setelah merekam wawancara dengan narasumber, saya mulai menulis beberapa draft naskah, lalu mengikuti residensi COMIC ART WORKSHOP (http://comicartworkshop.com.au/) di Jogja yang diadakan oleh beberapa dosen Creative Writing & Visual Narrative dari Melbourne University di Australia.

Masalah yang Diangkat

Novel grafis ini mengangkat berbagai masalah peranan seorang ibu dan istri, situasi politik Indonesia, berbagai efek korupsi dalam kemanusiaan. Membuka sisi lain dari kultur kepolisian, kesehatan jiwa, Aceh pasca konflik dan tsunami. Menantang organisasi Bhayangkari melalui feminisme. Meneliti peranan perempuan dalam kondisi rumah tangga dengan kultur yang berbeda2. Juga mengangkat kontras budaya Jakarta dan Aceh. Dengan ini memilih kategori Kolaborasi/Kerjasama, antara saya dan seorang anggota Bhayangakari Kepolisian Indonesia. Proyek ini sudah mulai digarap sejak bulan Juli 2017, saat ini dalam tahap draft naskah jilid 1 & 2, serta sketsa pensil sebanyak 30 halaman, dan sekitar 5 halaman contoh “finished art” (terlampir pada unggahan contoh karya). Waktu mengerjakan proyek ini sangat terbatas bagi saya, disela2 pekerjaan saya sebagi ilustrator lepas, mengurus rumah tangga dan anak. Maka saya berharap hibah dana Cipta Media Ekspresi dapat membantu saya mewujudkan babak / jilid 1 novel grafis saya, dengan beberapa fasilitas dukungan seperti : 1. menyewa studio diluar rumah 2. membiayai tim produksi, hingga menerbitkan / cetak buku sendiri (self publish). 3. Akses dalam kegiatan riset visual saya di Banda Aceh & Lhoksumawe. 4. Bimbingan / mentoring untuk penulisan naskah akan sangat berarti, karena ini merupakan karya tulis saya yang pertama. Dengan ini akan mempercepat proses pembuatan buku ini, yang pada umumnya memakan waktu bertahun-tahun.

Durasi Proyek

9 bulan

Indikator Sukses

Keberhasilan proyek ini tercapai ketika terselesaikan dalam waktu yang di rencanakan, dalam biaya yang efisien, konsistensi kualitas gambar, dan story telling yang baik, jelas dalam mengungkapkan pesan2, atau isu2 yang membuka sudut pandang para pembaca, baik di Indonesia maupun secara global. Dengan fondasi riset yang baik dan sadar etika terhadap pihak & komunitas yang mendukung. Kedepannya dapat bekerja sama dengan badan penerbit yang tepat.

Dana Hibah

Rp.150 Juta

Selamat Kepada Penerima Hibah